5 kiat dan rancangan membangun rumah hemat energi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
rumah hemat energi
Rumah hemat energi rancangan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (umy.ac.id)

Melancarkan aksi hemat energi bukan cuma perlu dilakukan pemerintah atau pihak besar lainnya. Sebagai masyarakat, kita juga bisa melancarkan gerakan tersebut secara pribadi. Mulai dari kesadaran menghemat listrik, dan masih banyak lagi.

Ada satu cara yang belakangan tak kalah populer di kalangan masyarakat buat ikut melancarkan gerakan tersebut. Yakni dengan membangun hunian atau rumah hemat energi.

Rumah hemat energi adalah rumah yang dibangun dengan tujuan memanfaatkan sumber daya dari lingkungan sekitar. Hal tersebut dilakukan buat menciptakan rumah yang berkelanjutan, sekaligus memberi kenyamanan bagi orang yang tinggal di dalamnya.

Apa saja prinsip atau rancangan yang bisa diterapkan buat membangun rumah hemat energi? Berikut 5 contohnya.

1. Langit-langit tinggi

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Ruma Belakang (@ruma_belakang)

Prinsip satu ini mungkin memang bukan hal baru di bidang arsitektur atau perancangan rumah. Secara umum, langit-langit yang tinggi memang bisa memperlancar sirkulasi udara. Hal tersebut bisa berpengaruh dalam mencegah udara panas masuk dan tertahan di dalam rumah.

  Gerilya, program yang buat anak muda melek energi bersih

Manfaat utama yang tak kalah penting, kondisi sirkulasi udara yang lancar bisa meminimalisir penggunaan pendingin ruangan layaknya AC. Seperti yang kita tahu, selama ini AC sendiri jadi salah satu penyebab dari kondisi perubahan iklim.

Hal tersebut lantaran AC menggunakan bahan CFC (Chlorofluorocarbon), yang salah satu kandungannya terdiri dari karbon.

2. Manfaatkan penerangan sinar matahari

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Rumah Jeruk is loading… (@di.rumah.jeruk)

Penerangan rumah layaknya lampu memang jadi hal paling dibutuhkan, apalagi di malam hari. Walau jarang dipakai siang hari, tapi beberapa titik rumah yang bersudut gelap biasanya membuat lampu harus tetap menyala di kala siang.

Belakangan, rancangan rumah yang menerapkan prinsip open space atau didominasi ventilasi dengan ruang terbuka kian populer. Selain membuat sirkulasi udara lebih lancar, hal ini ternyata juga bisa berpengaruh dalam penggunaan lampu.

Cahaya bisa didapat dari sinar matahari yang masuk ke dalam rumah lewat celah yang dibuat sedemikian rupa. Atau di bidang arsitektur, konsep ini biasa disebut juga dengan istilah skylight atau celah sinar di bagian langit-langit rumah.

  3 proyek penggarapan PLTS terapung di Indonesia

3. Perbanyak memakai rumput dibanding paving block

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Tukang Taman (@islandlandscape25)

Di bagian pekarangan rumah misalnya teras atau halaman belakang, biasanya jadi lahan kosong untuk melakukan berbagai kegiatan. Misalnya garasi parkir, halaman jemur, dan sejenisnya. Tak sedikit orang yang biasanya lebih memilih menggunakan paving block di area tersebut.

Padahal, kondisi halaman rumah akan lebih nyaman dan sejuk kalau dibangun dengan memakai rumput dan sejenisnya. Hal tersebut lantaran rumput merefleksikan cahaya matahari lebih rendah dibanding paving block.

Keberadaannya juga bisa dilengkapi dengan berbagai jenis tumbuhan yang membuat udara jadi lebih sejuk, walau sinar matahari di siang hari mengarah ke rumah.

4. Penggunaan atap berwarna cerah

Ternyata, batu bata ekspos dan atap berwarna gelap punya kemampuan menarik banyak panas ke dalam rumah. Karena itu, atap berwarna cerah lebih disarankan untuk rumah hemat energi. Dampaknya sendiri sama seperti penerapan langit-langit rumah yang tinggi.

  Upaya dorong generasi muda paham teknologi EBT di Indonesia

Hal yang serupa juga berlaku untuk bagian fasad atau cat rumah yang disarankan berwarna putih. Karena warna cerah nyatanya bisa memantulkan cahaya matahari lebih tinggi, sehingga temperatur dalam ruangan tidak akan terlalu panas.

5. Rumah hemat energi dengan PLTS atap

Pengembang properti yang sudah gunakan PLTS atap (Baihaki/Kontan.co.id)

Tak kalah populer dan belakangan banyak disertakan oleh para developer atau pengembang perumahan, yakni PLTS atap. Bukan cuma berperan dalam kontribusi energi alternatif, perangkat panel surya atap nyatanya juga bisa membuat tagihan listrik menjadi lebih murah.

Sekadar informasi, untuk penggunaan PLTS atap rumah sendiri terdiri dari tiga jenis. Yakni PLTS in grid, off grid, dan on grid dengan baterai. Lebih detail, PLTS on grid artinya panel surya di rumah terhubung dengan jaringan PLN dan tidak butuh baterai. Komponennya adalah panel surya dan inverter saja.

Kemudian ada PLTS off grid, yaitu PLTS tidak terhubung jaringan PLN, dan membutuhkan komponen baterai. Terakhir ada PLTS on grid dengan baterai, artinya PLTS di rumah terhubung dengan jaringan PLN namun juga dibekali baterai.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya