Baik produsen dan konsumen, kesadaran sustainable fashion di Indonesia kian meningkat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
sustainable fashion
Ilustrasi fesyen dengan prinsip sustainable/berkelanjutan (Dok. Uniqlo)

Kepedulian dalam menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan agar lebih sustainable kini sudah semakin meningkat. Praktiknya juga sudah menembus berbagai lapisan masyarakat, dan berbagai bidang terutama dari segi gaya hidup. Mulai dari pariwisata, kuliner, hingga fesyen.

Pada bidang fesyen, praktiknya kini kian meningkat seiring dengan adanya prinsip sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan. Sustainable fashion sendiri adalah prinsip yang didasarkan pada nilai moralitas, bahwa fesyen semestinya menjadi industri yang memiliki value selain uang.

fesyen dengan value juga bertujuan untuk membangun kesadaran baik dari konsumen maupun produsen. Kesadaran yang dimaksud adalah untuk menjamin kelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial. Lalu bagaimana praktik sustainable fashion yang sejauh ini berjalan di Indonesia?

1. Produk jenama sustainable fashion

Lini produk sustainable Uniqlo (Dok. Uniqlo)

Saat ini ada berbagai jenama fesyen baik dari bisnis skala kecil, menengah, hingga retail yang memiliki kesadaran sama. Bahkan di tengah praktiknya juga hidup istilah yang dijadikan acuan dalam menjalankan bisnis di bidang terkait, yakni “people, planet, profit”.

Salah satu pihak yang cukup dikenal akan prinsip berkelanjutannya adalah jenama asal Jepang, yakni Uniqlo. Dikenal cukup aktif menghadirkan lini dengan prinsip berkelanjutan, belum lama ini mereka kembali menghadirkan lini produk pakaian dengan prinsip yang sama. Yaitu dapat bertahan dalam jangka waktu lama untuk meminimalisir sampah atau limbah pakaian.

  Ketika sampah sayur dan buah sukses diubah menjadi hand sanitizer

Dalam prosesnya, lini pakaian yang dibuat diproduksi dengan membuat setiap helai pakaian mengandung nilai-nilai keberlanjutan. Ragam koleksi yang dimaksud di antaranya denim yang dibuat dengan membutuhkan lebih sedikit air, jaket yang dibuat menggunakan teknologi daur ulang, dan fleece atau bulu domba yang dipintal dari botol plastik.

Rangkaian lini produk yang dimaksud mereka hadirkan lewat koleksi Uniqlo Fall/Winter 2022.

2. Perilaku masyarakat terhadap fesyen berkelanjutan

 

Di sisi lain, pihak Uniqlo rupanya memiliki penemuan tersendiri mengenai bagaimana perkembangan isu sustainable fashion di kalangan masyarakat.  Hal tersebut dibagikan Yulia Rachmawati, perwakilan dari Uniqlo Indonesia pada Kamis (4/8/2022).

Ia mengungkap jika tingkat kesulitan untuk menyadarkan prinsip keberlanjutan kepada masyarakat tidak seperti dulu.

“Kita mengkomunikasikan ini (sustainability) bukan baru kali ini saja, tapi sudah hampir satu dekade secara global company. Memang dulu jauh lebih sulit dibandingkan sekarang, karena sekarang (masyarakat) sudah jauh lebih sadar akan isu ini.” ujarnya.

Lebih lanjut, Yulia juga menyampaikan jika tak dimungkiri trend dalam hal fesyen yang berkelanjutan semakin meningkat. Masyarakat terutama setelah pandemi menerapkan gaya hidup yang mulai berganti.

  Menilik kondisi dan pengelolaan sampah elektronik di Indonesia

Mereka mulai peduli tentang bagaimana caranya agar tidak hanya sekadar mempedulikan penampilan atau model, melainkan juga memilih pakaian yang lebih durable atau tahan lama. Hal itu yang diajdikan acuan oleh Uniqlo. Mereka pada akhirnya menghadirkan produk fesyen dengan menawarkan kualitas yang dapat bertahan lebih lama.

3. Campaign berkelanjutan

Tak hanya menghadirkan produk, prinsip keberlanjutan yang dianut oleh Uniqlo juga diterapkan dengan melancarkan campaign yang berkaitan. Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat atau konsumen lebih berpartisipasi dalam misi sustainable.

“Kita terapkan di setiap toko kita, ada satu namanya recycle booth. Di situ bisa donasi pakaian kita dan ternyata itu antusiasmenya cukup tinggi.” ujar Yulia.

Dari praktik kampanye tersebut, nantinya akan ada dua peruntukkan dari kain pakaian yang diperoleh. Pertama kain yang sekiranya masih bisa digunakan oleh pihak lain yang membutuhkan, dan kedua didaur ulang untuk menjadi upcycle items.

“Beberapa bulan lalu sewaktu mau lebaran momentumnya, kita bikin event. Dan terkumpul lebih dari 10.000 potong (pakaian).” tambahnya.

  Biodiesel dari buah bintaro, energi alternatif yang terus diteliti

Sadar jika gerakan ini sudah mulai banyak disadari dan dilakukan oleh masyarakat secara global. Yulia juga menjelaskan jika beruntungnya, CEO sekaligus pemilik Uniqlo asal Jepang memiliki concern terhadap isu lingkungan. Dan hal itu yang juga diadaptasi oleh lingkup bisnis perusahaan di Indonesia, yakni dengan mendukung komunitas dan pegiat untuk melancarkan aksi pemeliharaan lingkungan di tanah air.

“Kita ada partner dengan Hutan Itu Indonesia, dan mau coba support mereka untuk konservasi di hutan Bengkulu.” pungkasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya