Bendungan Karangkates akan punya fasilitas PLTS terapung

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
PLTS terapung
ilustrasi PLTS terapung (France in India/Flickr)

Waduk atau bendungan selama ini dikenal sebagai pendukung kelangsungan pembangkit listrik berbasis energi bersih. Yakni pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Di Indonesia, ada berbagai bendungan besar dan dilengkapi dengan fasilitas PLTA yang juga memiliki kapasitas besar. Satu di antaranya adalah bendungan Jatiluhur yang memiliki potensi air tersedia mencapai 12,9 miliar meter kubik/tahun. Sedangkan PLTA yang terpasang diketahui memiliki kapasitas sebesar 150 MW.

Lain itu ada juga PLTA di bendungan Sigura-Gura, yang memiliki kapasitas penghasil listrik di kisaran 203 MW dalam kondisi normal. dan dapat mencapai 286 MW jika dalam mode operasi maksimum.

1. PLTS terapung baru

Bendungan Karangkates/Ir. Sutami (unej.ac.id)

Selain dua bendungan dan PLTA di atas, masih ada satu lagi bendungan terbesar di Indonesia yang punya kapasitas penghasil listrik cukup besar. Yakni bendungan Karangkates atau dikenal juga sebagai bendungan Ir. Sutami yang berada di Kabupaten Malang.

Bendungan Sutami memiliki tiga unit PLTA yang terpasang di mana masing-masing berkapasitas penghasil listrik sebesar 35 MW. Fasilitas tersebut mampu memasok listrik hingga kisaran 488 juta kWh dalam setahun.

  Pensiun dini PLTU butuhkan dana ratusan triliun, berikut alasannya

Tak berhenti sampai di situ, terbaru dipastikan kalau Bendungan Sutami akan memiliki fasilitas pembangkit listrik berbasis EBT lain. Siap dibangun dalam waktu dekat, fasilitas yang dimaksud adalah PLTS terapung.

2. Siap dibangun mulai 2023

plts terapung (Klaus Leidorf/flickr)

Sekadar informasi, bendungan atau waduk Sutami sendiri selama ini dikelola oleh Perum Jasa Tirta (PJT) I. Sebagai bentuk dukungan terhadap praktik EBT, PJT I mengumumkan bahwa pihaknya akan menambah fasilitas PLTS terapung, untuk melengkapi PLTA yang sudah ada.

Berdasarkan target awal, PLTS terapung ini rencananya akan dibangun mulai tahun 2023, dan diharapkan dapat rampung di tahun 2024. Proyeksi kapasitas listrik yang akan dihasilkan sendiri diperkirakan berada di kisaran 100 MW.

Mengutip keterangan di laman Kominfo Jatim, PJT I nantinya akan menggandeng Pembangkitan Jawa dan Bali (PJB) untuk penggarapan dan pengelolaannya. Hal tersebut disampaikan oleh Raymond Valiant Ruritan, selaku Direktur Utama Perum Jasa Tirta I.

“Hari ini tinggal menunggu surat penugasan dari PT PLN sehingga kita bisa berpartner. Semoga seluruh proses selesai September tahun ini.” ujar Raymond, pada Senin (18/7/2022).

  Kejar target energi bersih, kenapa pemasangan PLTS atap dibatasi?

Bicara soal anggaran, dana yang dibutuhkan untuk proyek EBT ini berkisar antara Rp1,3-1,6 triliun. Raymond menjelaskan, jika pembangunan PLTS terapung jauh lebih murah dibandingkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU). Hal tersebut lantaran PLTS tidak memerlukan lahan dan akan dibangun terapung di atas bendungan Sutami.

Bicara lebih jauh mengenai sumber dana, Raymond mengungkap sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk menyuntikkan dana. Adapun investor yang dimaksud diketahui berasal dari sejumlah negara asing.

“Investor yang mengantre dari Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Mereka sedang menjajaki investasi ke negara-negara yang punya hubungan baik. Setelah penugasan selesai pada September tahun ini lelang langsung dilakukan. PJT I menargetkan pembangunan PLTS Terapung dimulai 2023 dan bisa selesai pada tahun 2024.” paparnya.

3. Proyek serupa di Wonogiri

Pengembangan PLTS terapung Cirata (M Agung Rajasa/Antara)

Selain di bendungan Sutami, di sisi lain PJT I juga disebutkan akan menggarap PLTS terapung berkapasitas 200 MW di Wonogiri. Sebelumnya juga diketahui telah berjalan pengembangan PLTS terapung yang berlokasi di tiga lokasi. Yakni di bendungan Cirata, Jawa Barat, bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat, dan bendungan Pandanduri, di Kabupaten Lombok Timur.

  5 kiat dan rancangan membangun rumah hemat energi

Di saat bersamaan, keunggulan PLTS terapung yang memiliki biaya pembangunan lebih murah dibanding PLTS biasa memang sedang didorong lebih masif oleh sejumlah pihak.

Karena bukan hanya di Jawa Barat, Jawa Timur, atau Indonesia bagian Timur. Pembangunan fasilitas serupa juga kabarnya sedang dijajaki untuk dibangun di Waduk Kedung Ombo dan Waduk Gajah Mungkur yang berada di Jawa Tengah.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya