Fakta rumah botol ramah lingkungan yang dibangun Ridwan Kamil

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Rumah botol Ridwan Kambil (YouTube NET.Z)

Nama Ridwan Kamil selama ini banyak dikenal sebagai seorang Gubernur dari Provinsi Jawa Barat. Tapi tak sedikit pula yang sudah mengetahui, jika sebelum terjun ke dunia politik dirinya merupakan seroang arsitek andal yang terkenal tidak hanya di Indonesia, namun juga berbagai negara.

Sosok yang akrab disapa Kang Emil ini dikenal dengan ragam karya yang memukau. Lebih dari itu, sebagian besar karyanya kerap mengedepankan aspek ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu karya Ridwan Kamil yang paling populer dan banyak disorot adalah rumah botol.

Bukan untuk fasilitas publik seperti masjid yang selama ini banyak ia rancang, rumah yang dimaksud nyatanya merupakan rumah tinggal yang ditempati bersama keluarganya. Apa yang menarik dari rumah botol rancangan Ridwan Kamil hingga begitu terkenal?

1. Rumah terbuat dari 30 ribu botol bekas

susunan rumah botol (ndemenk/flickr)

Dibangun di atas lahan seluas 373 meter persegi. 60 persen dari rumah yang berlokasi di Jalan Cigadung Selatan, kota Bandung, Jawa Barat ini menggunakan material botol bekas. Lebih detail, botol kaca yang digunakan adalah kemasan minuman berenergi yang selama ini menjadi salah satu sampah yang sulit terurai.

  Mengenal seluk-beluk biofuel, dari jenis sampai bukti pemanfaatan

Terungkap jika ia menghabiskan waktu selama dua tahun untuk mengumpulkan puluhan ribu sampah botol kaca tersebut. Bahkan ia mengumpulkan dari berbagai tempat hingga berkunjung ke Cirebon demi mendapatkan botol kaca yang dimaksud dalam jumlah banyak.

Dalam konten YouTube Alvin & Friends, terungkap jika proses pembuatan rumah tersebut berjalan selama enam bulan. Rumah yang mengedepankan konsep ramah lingkungan ini dipadukan dengan kayu untuk memberikan warna senada.

Pada eksterior rumah juga dilengkapi dengan beton ekspos yang membuat keseluruhan bangunan menjadi tampak unik. Untuk ventilasi udara, terdapat beberapa panel kaca yang berfungsi layaknya jendela.

2. Alasan menggunakan botol kaca

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Tirana Fatyanosa (@fatyanosa)

Umumnya rumah berkonsep ramah lingkungan dengan penggunaan daur ulang sampah menggunakan ­­eco-brick atau bata yang terbuat botol plastik. Namun Ridwan Kamil dengan terobosannya justru memanfaatkan botol kaca secara utuh, tanpa melalui proses daur ulang atau penghancuran menjadi material bata.

  Pertama di Asia, Indonesia punya pabrik batu bata sampah plastik di NTB

Ia membeberkan jika alasan penggunaan botol minuman berenergi sebagai material utama adalah karena secara ilmiah, sifat botol dapat mengurangi suhu. Jadi jika suhu di luar panas, maka suhu di dalam rumah akan terasa dingin karena panas tersebut telah ditangkap oleh botol yang mempunyai sifat mengurangi suhu.

Pemilihan botol minuman bernergi yang dimaksud juga dilakukan lantaran kemasannya berwarna coklat. Sehingga menyatu dengan warna kayu yang menjadi material tambahan di rumah tersebut. Mendesain layout ruang yang terbuka, rumah botol Ridwan Kamil juga dibangun dengan minim partisi sehingga lebih leluasa dalam bergerak.

Untuk pencahayaan pada siang hari, akan mendapat filter cahaya melalui botol dan membentuk pola bayangan pada ruang di bagian dalam. Rumah ini juga dirancang sedemikian rupa untuk tidak membuang energi secara sia-sia.

3. Penghargaan tingkat Asia

Lebih lanjut, Ridwan Kamil mengungkap jika ide membangun rumah botol berangkat dari keresahan terkait masalah sampah yang tidak ada ujungnya. Lain itu, ia juga ingin menerapkan secara nyata semboyan “dari sampah menjadi berkah”.

  Mahasiswa UNNES sukses garap sepeda listrik berangka komposit bambu

Berkat idenya, rumah botol yang digarap Ridwan Kamil mendapat penghargaan sebagai rumah dengan Green Design Award oleh Building Construction Indonesia (BCI) pada tahun 2009. Rumah tersebut menjadi rumah dengan desain paling ramah lingkungan di Asia, dan mengalahkan 80 partisipan lainnya yang berasal dari 8 negara.

Kini, rumah botol tersebut menjadi rumah tinggal bagi keluarga Ridwan Kamil selain menempati rumah dinas di Gedung Pakuan, Bandung.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya