Mahasiswa UNNES sukses garap sepeda listrik berangka komposit bambu

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Kendaraan listrik sebagai wujud alat transportasi ramah lingkungan saat ini masih dipandang sebagai hal yang selalu menarik untuk dibahas. Hal tersebut juga didukung dengan semakin banyaknya inovasi dan garapan kendaraan listrik yang tidak hanya dihasilkan oleh penggarap besar, namun kalangan anak muda yang berangkat dari lingkungan akademis.

Dalam beberapa waktu ke belakang, kendaraan listrik yang dibuat biasanya memang masih dalam bentuk motor atau sepeda. Namun jika diperhatikan, masing-masing penggarap biasanya memiliki ciri khas tersendiri yang ditawarkan, baik dalam bentuk spesifikasi dan kemampuan, hingga bagian komponen pembentuk yang memiliki nilai tambah dari segi penilaian ramah lingkungan.

Seperti halnya yang dilakukan oleh dua orang mahasiswa di Universitas Negeri Semarang (UNNES) baru-baru ini, yang telah membuat sepeda listrik dengan rangka komposit bambu.

1. Inovasi dua mahasiswa Fakultas Teknik

Adalah Arif Budiargo dan Muhammad Azziyadatur Rakhman, dua orang mahasiswa Fakultas Teknik lebih tepatnya jurusan Teknik Mesin di UNNES, yang menggarap sepeda listrik dengan tujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca karena tidak membutuhkan bahan bakar fosil sebagai penggerak utama.

  Bendungan Karangkates akan punya fasilitas PLTS terapung

Dalam prosesnya, kedua mahasiswa tersebut dibimbing oleh dua tenaga pengajar yakni Dr. Wirawan Sumbodo M.T. dan Rizki Setiadi S.Pd. M.T.

Menurut klaim pihak UNNES, inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa dan dibimbing oleh tenaga pendidik mereka sejalan dengan visi dan misi lembaga sebagai perguruan tinggi berwawasan konservasi dan bereputasi internasional, serta berkontribusi terhadap upaya agar bumi tetap terjaga kelestariannya.

2. Detail sepeda listrik yang digarap

Mengutip penjelasan dari laman resmi UNNES, sepeda listrik yang telah tergarap dirancang untuk dikendarai oleh satu penumpang dengan beban maksimal mencapai 100 kilogram. Sementara itu jika membahas mengenai spesifikasi detailnya, sepeda tersebut dilengkapi dengan baterai berjenis lithium-ion 36V-15Ah dengan daya motor listrik BLDC in-wheel sebesar 350 watt.

Bicara soal kemampuan meluncur di jalan, sepeda listrik tersebut diklaim mampu dikendarai dengan kecepatan maksimum hingga 30 kilometer per jam.

“Secara teoritis sepeda ini mampu menempuh jarak kisaran 30-40 kilometer, saat ini masih dalam tahap uji coba,” jelas Arif, sebagai salah satu mahasiswa yang terlibat.

  Dilema pemanfaatan sawit, antara energi alternatif atau kebutuhan pangan

Seperti yang telah disebutkan, sepeda ini membawa ciri khas dan keunikan yang juga memberi nilai tambah dari segi penilaian ramah lingkungan pada material pembentuknya, yaitu rangka yang menggunakan komposit bambu.

Menurut Arif, pengambilan bambu sebagai rangka didasarkan karena sifatnya yang kuat, mudah didapat, dan mempunyai harga yang terjangkau.

“Pembuatan sepeda sendiri berfokus pada pengembangan rangka. Bambu kan mudah didapat di Indonesia banyak sekali, kami memanfaatkan itu sebagai solusi dan harganya terjangkau,” jelasnya.

3. Target diproduksi massal

Penggarap lainnya, yakni Rakhman dalam kesempatan yang sama juga mengungkap mengenai rencana pengembangan dengan mengutamakan faktor ergonomi agar inovasi mereka dapat diproduksi secara massal, dan dapat digunakan di lingkungan kampus UNNES.

Untuk bisa mencapai target yang diinginkan, ia bersama rekannya mengaku akan kembali menyempurnakan sepeda listrik tersebut pada penelitian berikutnya, sehingga bisa sesuai dan memenuhi standar SNI.

“Kedepannya kami akan menyempurnakan lagi sepeda ini sesuai dengan standar SNI. Inikan hasil skripsi kami, InsyaAllah bakal diproduksi massal dan bisa digunakan di lingkungan UNNES dan bisa juga digunakan di tempat-tempat wisata,” terang Rakhman.

  3 proyek penggarapan PLTS terapung di Indonesia

Melihat apa yang dihasilkan oleh mahasiswanya, Prof. Dr. Fathur Rokhman M. Hum. selaku Rektor UNNES mengapresiasi dan merasa bangga, akan lahirnya inovasi berupa pemanfaatan material ramah lingkungan seperti bambu sebagai rangka komposit untuk membentuk sepeda listrik.

“Ini merupakan inovasi penting pada ilmu pengetahuan, dan mahasiswa UNNES berhasil menjawab tantangan sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan,” pungkasnya.

Foto:

  • unnes.ac.id
  • instagram @unnes_semarang

Artikel Terkait

Artikel Lainnya