Mendorong ekosistem EBT, ATW Solar incar 20 persen perumahan di Surabaya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi solar panel perumahan (Marufish/Flickr)

Perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan, ATW Solar, kembali membuka gerai resminya di Surabaya, Jawa Timur. Kali ini pihak ATW Solar bekerja sama dengan Hexa Multi Energi (HME) untuk proyeknya kali ini.

Direktur Residential ATW Solar, Chairiman, menyebut bahwa sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan, terutama energi matahari, ATW Solar hadir untuk membantu memberikan informasi dalam pemasangan panel surya dan menjadi solusi untuk pemanfaatan energi surya yang melimpah di Indonesia. 

“ATW Solar mendukung kebijakan pemerintah mengenai penggunaan PLTS untuk dapat mencapai tujuan yakni emisi karbon di sektor energi Indonesia bisa mengalami penurunan secara signifikan,” kata Chairiman, Selasa (1/11/2022). 

Masih menurut Chairiman, saat ini pelanggan yang memanfaatkan panel solar sebagai sumber energi yang disediakan ATW Solar, masih didominasi oleh kalangan industri.

“Untuk di Jatim. Komposisinya Industri 80 persen. Sisanya sektor pendidikan dan rumahan. Nah sektor rumahan ini yang akan kami sasar ke depan sejalan dengan di bukannya outlet atau showroom kami di Surabaya ini,” terangnya.

Untuk sektor rumahan sendiri, dalam pemasangan panel solar rumah, pihaknya saat ini mengupayakan dengan menawarkan biaya yang lebih terjangkau.

“Untuk pemasangan rumah, paling murah 20 jutaan dan paling mahal 70 jutaan. Selain itu pemasangan ini juga kami berikan garansi 20 hingga 25 tahun,” tandasnya.

Permintaan bauran energi tertinggi

Ilustrasi solar panel (John Gwynne/Flickr)

Data yang dihimpun ATW Solar menyebut, bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki permintaan energi tertinggi di antara anggota ASEAN, dan sumber daya bahan bakar fosil masih mendominasi bauran energi dan listrik Indonesia yang kurang dari 12 persen. 

  Jarak Pagar, alternatif bahan baku biodiesel selain sawit

Pasokan energi primer berasal dari sumber terbarukan, dan energi terbarukan hanya menyediakan 14,9 persen pembangkit listrik Indonesia pada tahun 2020.

Meskipun Indonesia telah menetapkan target energi terbarukan, yaitu 23 persen dari bauran energi primer pada tahun 2025, pertumbuhan energi terbarukan di negara ini cukup lambat, bahkan stagnan selama bertahun-tahun.

Oleh karenanya, Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai tulang punggung untuk memasok energi bersih di Indonesia pada tahun 2060. 

Potensi sumber daya matahari yang berlimpah

Program pemanfaatan PLTS sebagai tulang punggung energi bersih tentu tidak lepas dari letak geografis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, sehingga memberikan potensi sumber daya radiasi matahari yang melimpah.

Berdasarkan perhitungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi energi surya Indonesia mencapai 3.294 gigawatt-peak (GWp). 

Pemerintah akan mengoptimalkan potensi tersebut dengan membangun PLTS di kawasan pemukiman, lapangan terbuka, dan sabana dengan mengesampingkan pembangunan di kawasan hutan lindung.

Potensi besar ini juga didukung oleh radiasi matahari yang dapat mencapai lebih dari 3,75 kWh per meter persegi per hari, sehingga membantu optimalisasi fungsi panel surya untuk menghasilkan listrik. 

  Ragam upaya Google jadi perusahaan yang wujudkan misi ramah lingkungan

Dalam empat dekade mendatang, Indonesia membutuhkan investasi sebesar US$169.703 juta untuk membangun PLTS dengan kapasitas 361 gigawatt, atau 61 persen dari total kapasitas energi bersih saat itu sebesar 587 gigawatt. 

“Perhitungan investasi sesuai kapasitas PLTS yang akan segera terpasang mengacu pada target penurunan emisi karbon di sektor energi,” tandas Chairiman. 

Strategi edukasi dan pemasaran

Chairiman menjelaskan, ATW Solar tidak hanya terbatas pada produk PLTS saja melainkan juga menghadirkan ATW Solar Calculator untuk para calon pengguna PLTS atap agar merasakan praktikalitas dari menghitung kebutuhan pemasangan PLTS di lokasi masing-masing. 

Pengguna juga dapat merasakan perhitungan yang sangat cepat yaitu kurang dari 5 menit dan dapat mengetahui kapasitas yang pasti, balik modal, penghematan sampai efek baik bagi bumi kita dari pemasangan PLTS itu sendiri.

Tidak sampai pada situ saja, sebagai bentuk dukungan ATW Solar untuk mengedukasi masyarakat agar lebih aware tentang pentingnya energi terbarukan dalam hal ini energi surya, ATW Solar menawarkan promo menarik untuk pengunjung Solar Showroom di Surabaya ini.

Pengunjung berkesempatan mendapatkan diskon 10 persen untuk seluruh paket pemasangan, untuk sistem On Grid, Hybrid, maupun Off Grid.

Sementara itu, Sales Manager PT HME, Tatang Wahyudi menambahkan, untuk membantu program pemerintah ini, ATW Solar bersama dengan Hexa Multi Energi membuka Solar Showroom di Surabaya, yang juga menjadi gerai resmi pertama di Jawa Timur.

  3 manfaat jika transisi EBT segera dilakukan secara masif

Tatang menambahkan, telah mempersiapkan strategi penjualan setelah kolaborasi pembukaan showroom ini melalui pemetaan segmen pasar. 

“Tadi industri sudah dicanangkan 80 persen, maka 20 persennya kita menyasar area residensial,” ungkap Tatang.

Dengan adanya showroom ATW Solar ini masyarakat Surabaya dapat melihat langsung bagaimana sistem kerja solar panel. 

“Selain itu juga menampilkan semua komponen instalasi PLTS Atap seperti solar panel, inverter, baterai, sistem mounting, dan aksesoris pemasangan lainnya,” ujar Tatang. 

Di sini juga dapat mengetahui jenis-jenis atap dengan memberikan solusi pemilihan jenis mounting solar panel terbaik sesuai jenis atap rumah. 

“ATW Solar bersama dengan Hexa Multi Energi memiliki visi yang sama yakni membuat semua orang menjadi mandiri dalam hal pemanfaatan energi surya termasuk Jawa Timur,” ucap Tatang. 

Dengan memiliki potensi energi baru terbarukan atau EBT yang besar (energi surya) hingga mencapai 10.335 megawatt, masyarakat dapat menjaga lingkungan dengan berpindah menggunakan energi bersih dengan memanfaatkan intensitas matahari yang tinggi.

Sehingga dapat mendayagunakan energi surya ini menjadi sumber listrik utama. Serta nantinya Jawa Timur akan menjadi sumber penggerak transisi energi di Indonesia menuju net zero emission (NZE) 2060.

Dibukanya Solar Showroom pertama di Jawa Timur, ATW Solar bekerja sama dengan Hexa Multi Energi siap memberikan informasi, edukasi, demonstrasi, dan pelayan maksimal kepada calon pengguna PLTS atap di Surabaya dan sekitarnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya