Mengenal Pertamax Green 95, varian BBM yang katanya ramah lingkungan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pom bensin (Hanjuang XYZ/Flickr)

PT Pertamina (Persero) segera menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis baru yang disebut Pertamax Green 95. BBM Pertamax Green memiliki nilai RON lebih tinggi dari Pertamax, yakni 95. BBM jenis baru itu termasuk ke dalam kategori BBM non-subsidi yang rencananya bakal dijual mulai Juli 2023.

Sejatinya, BBM Pertamax Green 95 adalah BBM jenis baru yang dibuat mengunakan campuran Pertamax dengan Bioetanol sebesar 5%.

BBM Pertamax Green RON 95 merupakan BBM Bioetanol pertama dari Pertamina. Seperti yang dijelaskan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, yang menyebut bioetanol adalah salah satu bentuk energi terbarukan yang diproduksi dari tumbuhan melalui proses fermentasi.

Etanol sendiri dapat diproduksi dari tanaman-tanaman yang umum, salah satunya tebu. Meski begitu, Nicke memastikan bahwa produksi etanol pada Pertamax Green 95 tak akan mempengaruhi produksi gula di pasaran.

“Etanolnya dari molasses tebu, ini nanti rebutan nggak dengan pabrik gula? Tidak, ini cuma tetes tebu saja, jadi pabrik gula jalan ada tetes tebunya dan potensi kita besar. Selain itu juga bisa dibuat dari cassava, dari singkong, dari jagung juga,” jelasnya.

  Gerilya, program yang buat anak muda melek energi bersih

Jenis BBM nabati setelah BioDiesel

Ilustrasi proses bioetanol (CNFL/flickr)

Pertamax Green 95 ini akan menjadi jenis BBM kedua yang dicampur dengan bahan nabati. Sebelumnya, Pertamina telah menjual biodesel 35%. Adapun biodiesel merupakan campuran bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit, yakni Fatty Acid Methyl Esters (FAME).

Manfaat BBM bioetanol sendiri seperti dijelaskan laman resmi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), memang memiliki sejumlah manfaat.

Pertama, adalah berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 43%, termasuk karbon dioksida, nitrogen oksida, dan partikel PM2, serta meningkatkan bauran energti terbarukan yang ditargetkan mencapai 23% pada 2025.

Penurunan emisi dapat terjadi karena etanol sebagai gasohol memiliki nilai oktan sebesar (RON) 128, sehingga pencampuran dengan bensin akan meningkatkan kadar oktan dan kualitas pembakaran BBM.

Pengadaan BBM Pertamax Green RON 95 juga menjadi langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menurunkan karbon emisi. Di sisi lain, pengadaaan bioetanol juga menjadi salah satu wujud kemandirian energi di Indonesia.

  Mengenal DME, alternatif pengganti LPG di Indonesia

Sementara, uji coba pemasaran BBM Pertamax Green 95 ini akan dilakukan pada 17 titik SPBU yang tersebar di Jawa Timur dan Jakarta. 

Kisaran harga BBM Pertamax Green 95

Ilustrasi pom bensin shell (Mike Mozart/flickr)

Secara umum, BBM Pertamax Green 95 memiliki kualitas yang lebih tinggi dari Pertamax, tetapi di bawah Pertamax Turbo. Wakil Menter BUMN I Pahala N Mansury mengatakan bahwa BBM varian baru itu akan dijual dengan harga Rp13.200 per liter.

Di pasaran, per 1 Juli 2023 Harga BBM RON 95 memang rata-rata berkisar mulai dari Rp13.000 per liternya. Salah satu perusahaan distribusi BBM yang telah menjual BBM dengan RON 95 adalah Shell.

Per 1 Juli 2023, harga BBM Shell V-Power (RON 95) adalah Rp13.780 per liter, sementara Vivo membanderolnya seharga Rp13.200 per liter. Sedangkan BP Ultimate mendistribusikan dengan harga Rp13.400 per liter.

Namun, karena merupakan BBM jenis non-subsidi, ada kemungkinan harga BBM Pertamax Green RON 95 akan mengalami penyesuaian mengikuti tren harga rata-rata minyak dunia.

Artikel Terkait

Terbaru

Humanis

Lingkungan

Berdaya

Jelajah

Naradata