Mengenal PLTM Cirompang, andalan listrik murah di wilayah Kabupaten Garut

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
PLTM Cirompang (energinegeri.co.id)

Senin (28/11/2022), pipa air pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) Cirompang di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, jebol sekira pukul 14.00 WIB. Peristiwa jebolnya pipa air itu diduga akibat adanya pergerakan tanah. 

Meski begitu, PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, memastikan pelayanan pelanggan tak akan terganggu paska kejadian yang menimpa PLTM yang memiliki kapasitas 4×2 megawatt (MW) dan telah resmi beroperasi, sejak April 2016 dengan memanfaatkan aliran Sungai Cirompang yang dibendung. 

Tapi, kejadian ini cukup mengagetkan, karena hanya berjarak sepekan dari musibah gempa Cianjur. Jarak antara pusat gempa Cianjur dengan PLTM Cirompang yakni sekitar 96 km. Namun, apakah ada kemungkinan dua peristiwa ini terhubung antara satu sama lain?

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Seputar Bungbulang (@seputarbungbulang)

Menjawab pertanyaan itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, mengatakan bahwa faktor pergeseran/pergerakan tanah yang terjadi di PLTM Cirompang bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya bisa jadi kondisi miringnya lahan di area tebing.

  Upaya dorong generasi muda paham teknologi EBT di Indonesia

“Bisa jadi memang daerah rawan longsor, pemicunya bisa hujan deras,” ujarnya, mengutip Katadata.

Daryono juga tak ingin berspekulasi soal hubungan pergeseran tanah di PLTM Cirompang dengan gempa yang terjadi di Cianjur sepekan sebelumnya. 

Gempa Cianjur diperkirakan akibat aktivitas gerakan sesar Cimandiri, sesar yang cukup aktif bergerak dan terletak di bagian barat dari Provinsi Jawa Barat. Secara geografis, sesar ini memanjang mulai dari muara Suangai Cimandiri di Pelabuhan Ratu yang mengarah ke timur laut, melewati Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.

Mengenal PLTM Cirompang

PLTM Cirompang (energinegeri.co.id)

Dioperasikan sejak 2016 seperti disebutkan di atas, PLN membeli tenaga listrik PLTM Cirompang senilai Rp656 per kWh (kilo watt hour) untuk jangka waktu 15 tahun, yang kontraknya sudah diteken sejak 2011.

Selain sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan, PLN menilai harga beli listrik dari PLTM tersebut masih tergolong murah ketimbang harga jual rata-rata PLN Jawa Barat ke konsumen sebesar Rp978 per kWh. Demikian tulis laman resmi EBTKE.

Listrik yang dihasilkan dari PLTM Cirompang sebesar 47,6 GWH per tahun dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dari sekitar 8.000 kepala keluarga di dua kecamatan di sekitar lokasi PLTM.

  Benarkah semua Istana Kepresidenan RI sudah pakai energi hijau?

PLTM Ciriompang merupakan bagian dari rencana pemerintah dalam proses menuju energi baru dan terbarukan yang ditargetkan mencapai 25 persen hingga tahun 2025 mendatang.

Pemerintah juga memiliki target untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen melalui kesepakatan yang tertuang dalam Conference of Parties (COP) ke-21 di Paris tahun 2015. Hal itu menjadikan energi baru dan terbarukan sebagai potensi energi yang perlu mendapat prioritas untuk dikembangkan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya