Menilik lokasi dan proyek pengembangan PLTB di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi praktik energi hijau (yardi husaini/flickr)

Selain surya (sinar matahari), air, dan panas bumi, ada satu lagi jenis pembangkit listrik berbasis energi bersih yang beroperasi di Indonesi. Yakni Pembangkit Listrik Tenaga Angin/Bayu (PLTB).

PLTA di Indonesia sudah tersebar salah satunya di Pulau Jawa dan Sumatra. Sementara itu PLTS juga banyak dibangun tidak hanya dalam skala besar, namun juga kecil. Mulai dari di tanah lapang, atap rumah atau bangunan, bahkan hingga PLTS terapung.

Kebalikan dari dua jenis PLT berbasis EBT tersebut, diketahui baru ada 3 fasilitas PLTB yang terbangun dan beroperasi di Indonesia. Ditambah lagi, lokasinya juga baru ada di satu pulau yang secara spesifik wilayahnya memiliki wujud geografis yang lapang.

Sedikit membahas mengenai cara kerjanya, pembangkit listrik tenaga angin ternyata cukup sederhana dibanding PLTA atau PLTS.

Dijelaskan bahwa energi angin yang memutar kincir akan diteruskan untuk memutar baling-baling pada generator di bagian belakang kincir angin, energi dari angin tersebut yang kemudian akan diubah menjadi energi kinetik atau energi listrik.

Di mana saja lokasi PLTB yang sudah dimiliki Indonesia?

1. PLTB Sidrap pertama di Indonesia

Peresmian PLTB Sidrap di tahun 2018 (TEIA/Flickr)

Dikenal dengan nama PLTB Sidrap, fasilitas satu ini berlokasi di Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.  PLTB ini pertama kali diresmikan dan beroperasi secara komersil dengan masuk ke sistem kelistrikan Sulawesi Selatan sejak 4 April 2018.

  Biodiesel dari buah bintaro, energi alternatif yang terus diteliti

Pembangunan dari PLTB Sidrap sendiri diketahui memakan waktu selama 2,5 tahun, yang dimulai sejak Agustus 2015 hingga Maret 2018. Pada saat pembangunannya, PLTB Sidrap dilaporkan menelan dana investasi sebesar 150 juta dolar AS atau setara Rp2,1 triliun.

PLTB pertama ini mempunyai kapasitas listrik mencapai 75 MW (Megawatt) yang dihasilkan dari sebanyak 30 turbin. Di mana masing-masing turbin tersebut memiliki kapasitas listrik sebesar 2,5 MW. Dengan tenaga sebesar itu, PLTB Sidrap diklaim mampu mengaliri lebih dari 70 ribu pelanggan listrik di wilayah sekitar yang masing-masing berlangganan daya 900 VA.

2. PLTB Jeneponto

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Alia Noor A. & Aryo Dwi H. (@alia.aryo)

Setelah Sidrap, masih di Sulawesi lokasi dari PLTB selanjutnya berada di wilayah Binamu, Kabupaten Jeneponto. Titik ini berada di wilayah ujung selatan Pulau Selawei.

PLTB Jeneponto mulai dibangun pada tahun 2016, dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Mei 2019. Yang menarik, PLTB Jeneponto ternyata memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 42 persen. Ditambah lagi, pada saat masa konstruksi sebagian besar tenaga kerjanya terdiri dari pekerja domestik dan lokal.

  Menakar realisasi pengoptimalan bauran EBT di Indonesia

Jumlah turbin pada PLTB Jeneponto memang lebih sedikit dibanding yang ada di Sidrap, yakni hanya sebanyak 20 unit. Namun tenaga listrik yang dihasilkan oleh masing-masing plat sedikit lebih besar, yakni memiliki kapasitas 3,6 MW.

Sehingga jika diakumulasi, keseluruhan tenaga listrik yang dihasilkan berada di kisaran 72 MW. Dengan kapasitas tersebut, PLTB Jeneponto mampu mengaliri listrik ke sebanyak 60 ribu rumah tangga pelanggan yang berada di wilayah tersebut, dengan masing-masing daya 900 VA.

3. Proyek PLTB di Kalimantan dan Jawa

Tak hanya di Sulawesi, penggarapan fasilitas PLTB juga masih akan terus dikembangkan di wilayah lain. Salah dua yang paling terlihat progresnya adalah PLTB di Tanah Laut, Kalimantan Selatan, dan PLTB di Sukabumi, Jawa Barat.

Pada pertengahan tahun 2021 lalu, Pemprov Kalsel mengonfirmasi bahwa setidaknya sudah ada empat investor yang menyampaikan komitmen untuk melancarkan pembangunan PLTB di pulau tersebut.

Adapun keempat rencana proyek pembangunan PLTB yang dimaksud terdiri dari:

  1. Proyek PLTB berkapasitas sebesar 85 MW di Kecamatan Batu Ampar, yang didukung PT Infrastruktur Terbarukan Kusumat,
  2. PLTB berkapasitas 64 MW di Pelaihari yang didukung oleh PT UPC dari Prancis. Di mana perusahaan ini merupakan perusahaan yang membangun PLTB Sidrap,
  3. PLTB berkapasitas 70 MW di yang sudah masuk tahap studi kelayakan dan disokong oleh PT Tanah Laut Energi,
  4. Terakhir, PLTB berkapasitas 75 MW di Kecamatan Jorong yang dibangun oleh PT Riau Webel Energi.
  3 manfaat jika transisi EBT segera dilakukan secara masif

Bergeser ke Pulau Jawa, juga terdapat proyek PLTB yang disebut-sebut akan menjadi PLTB terbesar di Asia Tenggara, yakni PLTB Ciemas Sukabumi. Jika menilik tipe dan besaran turbin atau kincir yang digunakan, memang fasilitas ini akan mengalahkan fasilitas yang sudah ada di Sidrap.

Pengembangannya sudah dimulai sejak tahun 2016 dan kini sedang menyelesaikan tahap pembukaan eksplorasi lahan. Total investasi untuk PLTB satu ini kabarnya mencapai angka Rp3,3 triliun dan akan memiliki sebanyak 50 turbin. Nantinya, PLTB Ciemas diproyeksikan mampu memproduksi energi listrik dengan kapasitas mencapai 150 MW.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya