PLN siap bangun PLTB berkapasitas 200 mw di Banten

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi PLTB (Ifnu Setyadi Gunawan/Flickr)

Demi mempercepat target bauran energi 23 persen di tahun 2025, PLN kini semakin gencar dalam menggarap sejumlah pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) di sejumlah wilayah, yang dilakukan secara merata.

Bukan hanya PLTA atau PLTS, baru-baru ini wujud PLT EBT yang mulai banyak digarap juga hadir dalam bentuk PLTB atau pembangkit listrik bertenaga bayu/angin.

Jika sebelumnya PLTB diketahui baru banyak terbangun di wilayah Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, kini kabar baiknya salah satu upaya untuk mewujudkan transisi energi bersih tersebut akan dibangun di Pulau Jawa, tepatnya di kawasan Banten.

1. Kapasitas 200 MW

Ilustrasi PLTB (Dok. Kementerian ESDM)

Direktur Utama PLN yakni Darmawan Prasodjo menjelaskan, jika pihaknya sudah selesai menyelesaikan tahap Pra-Studi Kelayakan atau Pra-Feasibility Study pada tahun 2020 lalu.

Dari studi tersebut diperoleh keputusan jika PLTB yang dibangun di Banten tepatnya pada kawasan Pandeglang akan memiliki kapasitas 200 MW, sebab potensi angin yang bisa dikelola di wilayah terkait disebut dapat mencapai 300 MW.

  Menilik lokasi dan proyek pengembangan PLTB di Indonesia

Lebih lanjut dirinya juga mengungkap jika sesuai rencana, proyek yang mulai dibangun pada tahun ini ditargetkan akan beroperasi secara penuh di tahun 2025 mendatang.

“Kami sudah menyelesaikan Pra-FS pada 2020 kemarin. Ini merupakan salah satu pilot project pembangunan PLTB pertama di Jawa-Bali sehingga proyek ini sangat penting,” ujar Darmawan, mengutip Medcom.id.

2. Gandeng perusahaan asal Prancis

Kerjasama PLN dan AFD (Dok. PLN)

Tidak digarap sendiri, dalam pembangunan PLTB di Banten kali ini PLN diketahui bekerja sama dengan perusahaan atau Badan Pembangunan Prancis (French Development Agency/Agence Française de Développement), atau AFD.

Bukan pihak baru, AFD sendiri diketahui kerap bekerja sama dengan Indonesia dalam mendorong terciptanya energi bersih dan pengurangan emisi karbon. Pada kerja sama dengan PLN kali ini, AFD akan membantu dalam bentuk penyediaan bantuan teknis berupa studi kelayakan dan pengembangan kapasitas PLN untuk teknologi yang relatif baru.

Remy Rioux, selaku Direktur Jenderal AFD pada saat penandatanganan kesepakatan dukungan yang berlangsung pada hari Rabu (16/3/2022) mengungkap, jika dukungan yang diberikan kepada PLN akan mencakup berbagai aspek mulai dari mitigasi potensi risiko lingkungan, sosial, dan teknis menggunakan metode praktik terbaik.

  Dekarbonisasi dan pilihan bahan bakar alternatif

“Studi ini akan menjadi bagian dari persiapan proyek infrastruktur yang sedang dipertimbangkan untuk dibiayai oleh AFD, bersama dengan mitra lembaga-lembaga Eropa lainnya jika diperlukan,” ujar Remy.

3. Potensi pangkas 540 ribu ton karbon per tahun

Ilustrasi PLTB (Dok. Kementerian ESDM)

Dalam kesempatan yang sama, Darmawan juga menegaskan jika proyek kali ini terbilang penting untuk meningkatkan kontribusi PLTB terhadap bauran energi bersih secara menyeluruh di Indonesia.

Menurut penunturannya, hingga tahun 2021 kapasitas PLTB yang terpasang di Indonesia baru mencapai 131 MW atau sekitar 0,2 persen dari total bauran energi yang ada.

Targetnya pada tahun 2025 mendatang, dengan kehadiran PLTB Banten maka tingkat bauran EBT khususnya di sektor pemanfaatan angin bisa meningkat hingga 7,7 persen.

Lain itu Darmawan juga mengungkap secara spesifik mengenai seberapa besar pengaruh yang bisa diberikan lewat kehadiran PLTB Banten, terhadap pengurangan emisi karbon di tanah air.

“Ini merupakan salah satu komitmen kami dalam mencapai target bauran energi yang juga sejalan dengan penurunan emisi global, PLTB Banten ini berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 540 ribu ton CO2 per tahun,” pungkasnya.

  Menakar realisasi pengoptimalan bauran EBT di Indonesia

Artikel Terkait

Artikel Lainnya