Sepele tapi bermakna, memahami perbedaan daur ulang, daur naik, dan daur turun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Daur ulang plastik ke bentuk yang sama (Marahalim Siagian II/Flickr)

Proses daur ulang sejak lama sudah menjadi bagian paling diandalkan sebagai upaya untuk menghadapi permasalahan sampah. Bisa dibilang jika apapun jenis sampahnya, maka daur ulang solusinya.

Namun, ternyata banyak orang yang belum menyadari ada perbedaan cukup berarti yang sebenarnya terdapat dari proses dan jenis daur ulang. Dilihat dari produk yang dihasilkan, pengolahan sampah menjadi barang yang memiliki bentuk dan nilai baru sebenarnya dibagi menjadi tiga jenis.

Adapun tiga jenis yang dimaksud yaitu daur naik, daur ulang itu sendiri, dan daur turun. Apa yang membuat ketiganya berbeda?

1. Nilai lebih tinggi dari daur naik

contoh upcycling atau daur naik (USAID Indonesia/Flickr)

Daur naik atau upcycling mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berkualitas dan memiliki nilai lebih tinggi dibanding wujud asal. Biasanya proses daur naik dimanfaatkan untuk menghasilkan benda yang memiliki nilai seni, dan dibuat dengan mengandalkan kreatifitas.

Sebagai gambaran, contoh proses daur naik adalah penggunaan sampah bungkus atau kemasan saset produk rumah tangga. Tadinya, sampah tersebut hanya digunakan untuk membungkus isi dari produk tertentu.

  Ini arti 7 simbol daur ulang pada kemasan plastik

Setelah melalui proses daur naik, wujud sampah tersebut berubah fungsi menjadi lapisan berbagai produk seperti tas dan dompet yang bisa dipakai lebih lama. Bungkus plastik tersebut mengalami peningkatan nilai sebagai tas, ketimbang penggunaan dalam bentuk sebelumnya.

Hal yang sama berlaku untuk pemanfaatan lain, semisal plastik yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan ecobrick, dll.

2. Daur ulang sebenarnya

Daur ulang plastik ke bentuk yang sama (Marahalim Siagian II/Flickr)

Istilah satu ini yang paling sering didengar dan diucapkan untuk semua proses pemanfaatan sampah, apapun produk akhir yang dihasilkan. Padahal, prinsip dari daur ulang (recycling) adalah mengubah bahan (sampah) menjadi sesuatu yang memiliki nilai sama dengan wujud asalnya.

Secara spesifik proses daur ulang adalah mereduksi suatu produk hingga ke bahan asal atau penyusunnya, untuk membuat ulang produk sama dengan bentuk yang baru. Oleh karena itu, daur ulang yang sebenarnya adalah memproses material kembali menjadi produk yang sama.

Beberapa material yang benar-benar dapat mengalami proses daur ulang di antaranya adalah logam, aluminium, dan kaca. Ketiga material tersebut dapat didaur ulang berkali-kali dengan kualitas yang tetap sama.

  Dari Jokowi hingga Dubes Jerman, ini deretan ‘protes’ dari pegiat lingkungan cilik Indonesia

Satu contoh lain dari wujud daur ulang yang sering ditemui adalah proses daur ulang botol minum plastik dan galon sekali pakai. Komposisi dari plastik pada kemasan tersebut merupakan plastik berjenis PET (polyethylene terephthalate).

Oleh para produsen AMDK, sampah plastik dengan kandungan PET dikumpulkan kembali, dan selanjutnya diolah sedemikian rupa untuk menjadi kemasan yang baru namun bernilai sama, namun tetap aman digunakan.

3. Penurunan nilai daur turun

Contoh sampah dalam proses daur turun (Harley b./Flickr)

Kebalikan daur naik, daur turun membuat material sampah yang sebelumnya bernilai, berubah jadi barang baru dengan nilai dan fungsi lebih rendah. Bentuk daur turun (downcycling) sering kali digunakan karena sifat material sampah tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan kualitas dan ketahanan bahannya.

Contoh material yang mengalami proses daur turun adalah sampah kertas. Produk kertas tulis berkualitas biasanya hanya dapat didaur turun sebanyak empat sampai lima kali.

Sebagai contoh, siklus daur turun yang biasanya dibuat lewat proses bubur kertas akan mengubah kertas berkualitas tinggi menjadi kertas koran dengan warna lebih gelap dan tipis. Kemudian kertas koran akan didaur turun kembali menjadi kardus, dan terakhir kardus akan didaur turun kembali menjadi tisu toilet.

  Mencermati evaluasi bauran energi di tahun lalu dan targetnya di tahun ini

Terlepas dari apapun jenis pemanfaatan sampah yang ada baik itu daur naik, daur ulang, atau daur turun, masing-masing memiliki tujuan dan fungsi yang sama. Yakni untuk mengurangi jumlah sampah yang bisa berdampak buruk bagi lingkungan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya