Sulawesi punya dua PLTA baru, Presiden ‘sentil’ birokrasi perizinan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Selain menjadi lokasi dari dua PLTB, keberadaan PLT berbasis EBT di Sulawesi kini bertambah dengan diresmikannya dua PLTA baru yang terletak di Poso, Sulawesi Tengah, dan Malea, Sulawesi Selatan.

Sesuai nama daerahnya, kedua PLTA tersebut diberi nama PLTA Poso dan PLTA Malea. Diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada hari Jumat (25/2/2022), yang dipusatkan pada salah satu lokasi yakni di Poso.

Terlepas dari kehadiran dua PLTA baru ini, rupanya ada hal menarik dalam pidato peresmian yang dilakukan oleh Presiden, orang nomor satu di Indonesia tersebut diketahui ‘menyentil’ Direktur PLN yang turut hadir, mengenai keluhan sulitnya birokrasi perizinan dalam pembangunan PLTA terkait.

Tidak main-main, karena keluhan rupanya datang dari mantan Wakil Presiden RI, yakni Jusuf Kalla yang juga turut hadir dalam peresmian tersebut. Mengapa keluhan disampaikan oleh JK?

1. Investasi Rp17,1 triliun, digarap Kalla Group

Ternyata, dua PLTA yang baru saja rampung digarap dan dioperasikan oleh perusahaan milik Jusuf Kalla, dalam bentuk produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) atau PT Poso Energy dan PT Malea Energy yang merupakan anak usaha dari Kalla Group.

  Menilik kondisi dan pengelolaan sampah elektronik di Indonesia

Menggelontorkan dana investasi hingga Rp17,1 triliun dalam pembangunannya, terungkap jika total proses yang dibutuhkan terutama dalam hal perizinan memakan waktu hingga 5-12 tahun lamanya.

“Saya tekankan pada pagi hari ini adalah agar birokrasi, utamanya di PLN itu betul-betul, Pak Dirut, diperhatikan. Jangan sampai ada keluhan lagi seperti tadi juga disampaikan oleh Bapak Jusuf Kalla, negosiasi perizinan itu sampai lebih dari lima tahun. Itu baru ngurus izinnya, belum nanti mendapatkan pendanaan dari konsorsium perbankan, bukan sesuatu yang gampang,” tegas Jokowi dalam pidatonya.

Padahal, PLTA Poso sendiri disebut menyumbang sekitar 10,69 persen dari total bauran EBT sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan.

“Semoga nanti yang berikut bisa dilancarkan semuanya, sehingga target kita dalam rangka energi hijau dan EBT ini benar-benar bisa kita lakukan. Karena memang permintaan dari industri untuk mendapatkan energi hijau ini sekarang sangat-sangat tinggi sekali kepada negara kita,” tandasnya.

2. Total kapasitas 605 MW

Sementara itu jika bicara mengenai kapasitas masing-masing, PLTA Poso memiliki kapasitas 515 MW, ditambah dengan PLTA Malea yang memiliki kapasitas 90 MW. Sehingga jika ditotal, keseluruhannya memiliki kapasitas 605 MW.

  Bendungan Karangkates akan punya fasilitas PLTS terapung

Lebih detail khusus untuk PLTA Poso, diketahui bahwa karena masalah perizinan yang terhambat, pembangunannya pun dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, dengan kapasitas 3×65 MW sudah selesai dibangun dan beroperasi sejak Desember 2012. Sementara tahap kedua yang merupakan perluasan menambah kapasitas 4×30 MW serta 4×50 MW, dan baru selesai dibangun pada bulan Desember 2021 lalu.

Menurut klaim yang dibeberkan dewan penasihat Kalla Group, pengerjaan PLTA tersebut menyerap hingga sebanyak 2.000 tenaga kerja, di mana 80 persennya berasal dari warga lokal.

3. Pembangunan 5 PLTA lain

Seakan ingin memberi bukti nyata akan perannya dalam pembangunan infrastruktur hemat energi, dua pembangkit baru ini disebut mampu menurunkan biaya produksi listrik dengan tingkat bauran EBT di Sulawesi Selatan mencapai 38,8 persen.

Dalam pengoperasiannya, dua PLTA tersebut telah terinterkoneksi dengan saluran transmisi 275 kV ke Provinsi Sulawesi Selatan. Ditambah PLTA Poso juga telah tersambung dengan saluran transmisi 150 kV dari pembangkit ke Kota Palu, Sulawesi Tengah.

  3 proyek penggarapan PLTS terapung di Indonesia

Tidak ingin cepat puas demi mempercepat target transisi energi, Kalla Group melalui anak perusahaan lainnya diketahui juga sedang mengembangkan sebanyak lima PLTA dengan total kapasitas sebesar 1.230 MW. Menariknya, lokasi kelima PLTA tersebut tidak hanya berada di Pulau Sulawesi, melainkan juga di Pulau Sumatra.

Adapun 5 proyek PLTA yang saat ini sedang dikembangkan terdiri dari;

  1. PLTA Poso 3 berkapasitas 400 MW,
  2. PLTA Poso 4 berkapasitas 30 MW,
  3. PLTA Tumbuan Mamuju berkapasitas 90 MW,
  4. PLTA Tumbuan Mamuju Bawah berkapasitas 360 MW, dan
  5. PLTA Kerinci berkapasitas 350 MW di Kabupaten Merangin, Jambi.

Foto:

  • Dok. Setkab
  • pln.co.id

Artikel Terkait

Artikel Lainnya