Upaya BNI membuat peta jalan penghentian pendanaan ke industri batu bara

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi industri batu bara (edys m/Flickr)

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyatakan tidak berencana untuk meningkatkan ekspansi kredit ke sektor batu bara. Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menyampaikan, komposisi kredit ke sektor batu bara BNI cukup kecil, yakni hanya sebesar 2 persen dari total kredit portofolio BNI per Juni 2022.

Kredit yang diberikan BNI berdasarkan presentasi yang disajikan pada saat Public Expose Live 2022 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) secara virtual, Selasa (13/9/2022), adalah Rp620.403 miliar atau setara dengan Rp0,62 triliun.

Jika dilihat dari total kredit yang disalurkan oleh BNI, maka 2 persen dari total portofolio kredit BNI adalah lebih dari Rp12.408 miliar atau Rp0,012 triliun.  

Suriadi Darmoko, Finance Campaigner 350 Indonesia menyatakan, “Nilai kredit dari 2 persen tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Jika kredit yang disalurkan BNI terus tumbuh maka pendanaan BNI ke batu bara juga akan terus naik. Sehingga angka 2 persen tidak bisa diklaim sebagai batasan, ini hanya menunjukkan porsi dari keseluruhan kredit, yang secara nominal akan terus menanjak”

  Biodiesel dari buah bintaro, energi alternatif yang terus diteliti

Pembatasan kredit berdasarkan persentase jelas tidak cukup

Angka 2 persen dengan total pendanaan lebih dari 12 triliun itu masih cukup tinggi kontribusinya merusak alam dan menambah konflik sosial di sekitar proyek energi kotor batu bara, dan juga tentu juga memperburuk krisis iklim yang terjadi saat ini.

“Bisakah BNI menjelaskan dampak kerusakan akibat 2 persen atau 12 triliun pendanaan yang dikeluarkan tersebut? sejalan dengan komitmen environmental, social, dan governance (ESG) yang mana pendanaan terhadap industri batu bara tersebut?” tanya Moko.

Komitmen kuat BNI terhadap ESG tidak cukup dengan menggelontorkan pendanaan pada sektor yang hijau dan berkelanjutan saja. Melihat dampak buruk akibat industri batu bara, BNI perlu melakukan langkah untuk segera menghentikan pendanaannya terhadap sektor batu bara.

“Untuk melihat apakah benar tidak ada rencana ekspansi di industri batu bara, dimana kebijakan BNI ini dapat dilihat? karena dokumen tersebut tidak ada, kami mendesak BNI segera membuat membuat roadmap (peta jalan) BNI untuk keluar dari pendanaan batu bara dan membukanya ke publik,” desaknya.

  Kemiri, sang pengganti sawit untuk bahan baku biodiesel

Sektor yang tidak ideal

Pada Public Expose tersebut, pihak BNI juga menyatakan nilai dari 2 persen cukup kecil dari total kredit portofolio BNI. BNI juga menyatakan sektor batu bara ini memang tidak ideal, namun secara bertahap akan dikurangi seiring dengan kebijakan pemerintah.

“Sektor batu bara memang tidak ideal, kami sepakat dengan pernyataan tersebut. Jika BNI menganggap 2% ini cukup kecil, seharusnya tidak ada alasan lagi untuk segera menghapus dari portofolionya agar benar-benar menerapkan prinsip ESG yang sejati. Karena jika beneran kecil menghapusnya tentu tidak akan berpengaruh pada keselamatan performance kredit BNI,” jelasnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya