Upaya dorong generasi muda paham teknologi EBT di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Pemasangan PLTS atap

Per tahun 2021, bauran energi nasional yang digunakan Indonesia masih dikuasai batu bara dengan porsi 38 persen. Sisanya diikuti minyak bumi 31,2 persen, gas bumi 19,3 persen, dan energi baru terbarukan (EBT) 11,5 persen.

EBT masih memiliki porsi paling kecil, dan baru mencapai separuh dari target porsi yang ingin diraih pada tahun 2025, yakni sebesar 23 persen.

Yang perlu dipahami, gerakan mengejar target tersebut bukan hanya digencarkan oleh pemerintah. Upaya yang sama juga perlu dilakukan oleh berbagai pihak terkait baik masyarakat maupun pihak swasta.

1. Kontribusi untuk kemajuan EBT di Indonesia

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by ATW Solar (@atw_solar)

ATW Solar, merupakan perusahaan teknologi multinasional yang memiliki visi dalam mewujudkan kemandirian energi bersih. Mereka jadi salah satu pihak yang mendukung pencapaian target bauran energi berbasis EBT di Indonesia.

Berkolaborasi dengan Huawei Tech Investment dan Hua Sheng Energy, mereka punya cara sendiri buat mendorong capaian target yang ada. Mereka mendukung program edukasi bagi generasi muda untuk mengenal teknologi EBT yang ada.

  Menilik lokasi dan proyek pengembangan PLTB di Indonesia

Adapun teknologi yang dimaksud adalah inverter, yang lazim digunakan dalam perangkat instalasi panel energi surya.  Tapi panel surya yang dimaksud bukan cuma diaplikasikan dalam skala besar. Melainkan dalam lingkup yang lebih merata dan memungkinkan untuk diaplikasikan dalam skala lebih kecil.

Misalnya panel surya yang dipasang di atap berbagai bangunan pemukiman, fasilitas publik, kantor administrasi dan pemerintahan, sampai properti skala korporasi. Teknologi inverter dari Huawei dan Hua Sheng Energy, di pamerkan dalam Exhibition Hall and Training Centre yang mereka punya.

Keberadaannya bisa memberi kesempatan bagi publik khususnya kalangan anak muda yang dating, buat mengenal teknologi tersebut. Mulai dari memahami cara kerja sampai perannya dalam konsep energi terbarukan.

2. Dukung program GERILYA dari Kementerian ESDM

Exhibition Hall and Training Centre

keinginan ATW Solar dan partner buat memperkenalkan teknologi EBT ke kalangan anak muda terbutki lewat dukungan ke program GERILYA dari Kementerian ESDM. Sekadar informasi, GERILYA  sendiri merupakan akronim dari Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya.

Porgam GERILYA merupakan studi independen yang bisa diikuti oleh kalangan mahasiswa di tingkat tertentu. Studi tersebut ada karena ingin membuat mahasiswa punya kesempatan buat mengembangkan kompetensi spesifik dan praktis, di bidang EBT khususnya PLTS Atap.

  Biogas, harapan sumber energi terbarukan dari limbah organik

Peserta GERILYA berkesempatan berkunjung ke Exhibition Hall and Training Centre, pada Selasa (26/7/2022) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berkesempatan mengetahui, memahami, dan mengenal inovasi serta teknologi canggih Smart PV (Photovoltaik).

Photovoltaik sendiri punya peran penting dan fungsi vital dalam sistem kelistrikan yang dihasilkan dari panel surya. Terlebih, mereka juga bisa mengetahui wujud dan cara kerja teknologi inverter Huawei yang memiliki beberapa keunggulan dari segi fitur.

Keunggulan fitur yang dimaksud adalah adanya Smart PV Optimizer yang berfungsi meningkatkan efektivitas, dan efisiensi produksi panel surya. Fitur Inverter on-grid yang ada juga punya fitur yang memungkinkan penambahan baterai, untuk memaksimalkan konsumsi listrik dari tenaga surya.

Tak berhenti di situ, fitur yang sama juga bisa digunakan buat mem-back up beban kritikal di rumah atau bangunan lainnya, ketika terjadi pemadaman listrik.

3. Experience mengenai teknologi EBT

Bukan hanya teknologi inverter di skala residensial, mahasiswa yang berkunjung ke fasilitas tersebut juga dapat melihat Huawei Smart PV dengan teknologi inverter dan baterai yang bisa digunakan untuk skala industri serta utilitas.

  Nyamplung, alternatif BBN potensial selain sawit

Mereka bisa tahu mengenai pengembangan dari keunggulan teknologi di bidang power electronic dan digital technology seperti cloud, artificial intelligence, dan connectivity. Lebih dari itu, mereka juga bisa memahami bahwa semua kemajuan teknologi yang ada dan dilihat, dapat berperan besar dan menjadi bagian dari visi untuk mendorong percepatan tercapainya target netral karbon.   

Bukan hanya bagi kalangan mahasiswa, nantinya gerilyawan di bidang terkait yang datang langsung ke Exhibition Hall untuk memahami lebih luas tentang sistem kerja panel surya akan melihat langsung Smart PV yang digunakan untuk pemasangan panel surya, serta menikmati fasilitas high-technology yang ada.

“Harapannya, kolaborasi kami (ATW Solar) dengan Huawei sebagai salah satu solusi terbaik untuk menciptakan generasi masa depan yang luar biasa, dan memberikan semangat untuk dapat berkontribusi menyelamatkan lingkungan melalui penggunaan energi terbarukan”, ujar Chairiman, selaku Direktur ATW Solar.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya