Wajib tahu, ini 3 limbah buah yang terbukti dapat menjadi sumber energi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi sumber energi dari buah (Hans Splinter/Flickr)

Sudah bukan menjadi hal yang baru jika berbagai pihak baik peneliti maupun lembaga riset di bidang lingkungan, semakin rajin melakukan ragam uji coba untuk memperoleh sumber energi masa depan yang bisa dijadikan harapan hidup baru.

Tentu, sumber energi yang dimaksud dalam hal ini bersifat ramah lingkungan dan tidak menimbulkan kerusakan bagi alam. Dalam artian lebih luas, keberadaannya justru diharapkan dapat berasal dari material sisa aktivitas atau kebutuhan manusia itu sendiri, salah satunya limbah.

Kabar baik, karena harapan tersebut setidaknya mulai menemukan titik terang setelah sejumlah peneliti di berbagai belahan dunia, berhasil menemukan potensi energi dari berbagai limbah yang ada, salah satunya limbah buah.

Apa saja penelitian dan jenis limbah buah yang dimaksud?

  1. Sumber energi hidrogen dari limbah kulit pisang

(Julia Kuzenkov/Unsplash)

Tidak hanya sebagai senyawa kimia biasa, hidrogen sudah banyak dimanfaatkan sebagai bahan bakar fuel cell. Wujud bahan bakar tersebut diproyeksi akan menjadi sumber energi masa depan yang bersifat ecoenergy, dengan proses pembakaran yang hanya menghasilkan air dan energi baik berupa energi listrik atau panas.

  Pensiun dini PLTU butuhkan dana ratusan triliun, berikut alasannya

Ternyata, wujud energi bersih berupa hidrogen dapat diperoleh dari limbah kulit pisang. Hal tersebut terbukti berhasil dilakukan oleh kelompok peneliti École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) di Swiss.

Mereka telah melakukan proses ekstrak kandungan hidrogen dari limbah kulit pisang, menggunakan suatu metode baru yang di saat bersamaan berhasil dikembangkan secara mandiri, yakni metode flashing.

Lebih detail, metode tersebut menggunakan cahaya kuat yang berasal dari lampu xenon. Dalam prosesnya, reaksi kimia yang dihasilkan bukan hanya hidrogen yang terekstrak, melainkan juga kandungan arang alami atau biochar yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Salah satu peneliti yang terlibat dalam tim yakni Dr. Bhawna Nagar menjelaskan, jika proses pengolahan limbah kulit pisang menjadi sumber energi bahkan hanya membutuhkan waktu singkat, atau lebih tepatnya beberapa milidetik saja.

  1. Limbah semangka penghasil sumber energi bio-etanol

Limbah semangka (Shutterstock)

Jenis buah lain yang wujud limbahnya juga dapat menjadi sumber energi adalah semangka. Bahkan, energi yang dihasilkan muncul dalam bentuk bio-etanol yang dapat berguna sebagai pengganti bahan bakar fosil.

  Gerilya, program yang buat anak muda melek energi bersih

Penelitian dari jenis limbah satu ini termuat dalam sebuah jurnal berjudul Biotechnoloy for Biofuels yang terbit pada tahun 2009 silam. Dalam jurnal tersebut, dijelaskan bahwa alasan semangka dapat dijadikan sebagai sumber energi adalah karena kandungannya yang kaya akan gula dan asam amino.

Sudah diaplikasikan, salah satu negara yang mengolah limbah semangka menjadi bio-etanol adalah Israel. Mengutip penjelasan Ynet News, Israel yang setiap tahunnya menghasilkan sebanyak 56 ribu ton limbah semangka berpotensi menyumbang sekitar 8.200 ton karbon dioksida dalam kurun waktu yang sama.

Sebagai solusi, limbah buah semangka yang dimaksud akhirnya diolah dalam bentuk bubur dan selanjutnya akan terfermentasi sehingga menghasilkan sumber energi bio-etanol. Hasil tersebut yang pada akhirnya akan digunakan sebagai bahan bakar untuk berbagai macam mesin.

  1. Sumber energi listrik dari buah jeruk

Limbah jeruk
(stevepb/Pixabay)

Potensi penghasil energi listrik dari berbagai buah yang bersifat asam mungkin sudah bukan menjadi hal yang baru, meski kenyataannya hal tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memperoleh hasil energi yang juga lebih memuaskan.

  Dilema penggunaan tas belanja dan tantangan menyukseskan paham hidup ramah lingkungan

Namun, praktik pengelolaan sumber energi listrik dari buah asam yang dimaksud rupanya sudah berjalan dalam skala besar di negara Spanyol, tepatnya pada sebuah kota yang dikenal sebagai pusat penghasil jeruk yakni Sevilla (Seville).

Terlampau banyaknya pohon jeruk yang ada di kota tersebut, ternyata membuat sejumlah buah yang tidak termanfaatkan dengan baik jatuh ke jalanan dan pada akhirnya menjadi sampah. Berangkat dari kondisi tersebut, Emasesa yang dikenal sebagai badan pengolahan air di Sevilla menciptakan sumber energi listrik dari keseluruhan buah jeruk yang melimpah di kota mereka.

Lebih detail, jeruk yang melimpah akan diolah dalam bentuk jus atau sari buah untuk kemudian melalui proses fermentasi, dari fermentasi itu akan diperoleh gas metana yang menjadi sumber energi penghasil listrik.

Berkat inisiatif tersebut, Emasesa dikenal sebagai pihak yang berperan besar di Spanyol dalam menciptakan inovasi sumber energi terbarukan dan melawan kondisi permasalahan iklim.

Foto:

  • Julia Kuzenkov/Unsplash
  • Shutterstock
  • Stevepb/Pixabay

Artikel Terkait

Artikel Lainnya