Bukti kebangkitan penyintas gempa Pasaman

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Penerima manfaat gempa Pasaman dari tim SalamAid | SalamAid

Pasca di guncang gempa 6,1 magnitudo pada 25 Februari 2022, yang memporak-porandakan sebagian besar wilayah Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat, kini sudah satu bulan berlalu dan memasuki fase pemulihan, baik pemulihan psikis penyintas, pemulihan insprastruktur, serta pemulihan ekonomi.

Sudah menjadi salah satu komitmen lembaga sosial kemanusiaan SalamAid untuk mendampingi masyarakat terdampak bencana untuk kembali bangkit melanjutkan kehidupan.

Pendampingan yang dilakukan tim SalamAid dari berbagai sisi kehidupan. Mulai dari pendampingan psikis, rekontruksi sarana dan prasarana, hingga pendampingan ekonomi.

Dalam proses pendampingan ekonomi, tim SalamAid terus melakukan pendalaman untuk menggali potensi para penyintas, baik potensi personal maupun kelompok masyarakat.

Proses pendalaman membuahkan hasil

Program #PasamanBangkit dari tim SalamAid yang membuahkan hasil | SalamAid

Adalah Ansarul, atau akrab disapa Sian Pollo, yang merupakan salah satu kepala keluarga yang terdampak dari bencana tersebut. Dulu Sian menghidupi keluarganya dengan mata pencarian sebagai pedagang sate kililing. Namun, bencana gempa membuat Sian kemudian kehilangan sumber mata pencariannya itu.

“Alat alat aden hancur karena tertimpa gempa seperti dandang, panci, piring piring, alat masak. Bingung Aden mau usaha lagi putus asa sekali rasanya rumah hancur pula. Allhamdulillah ada relawan SalamAid bantu belikan ini barang-barang baru samo untuk belanja ayam dan bumbu bumbu. Terimakasih SalamAid, Aden terharu sekali rasanya,” ujar Sian yang biasa berdagang di Siparayo Malampah Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman.

  Menuju fase pemulihan, SalamAid gandeng Samudera Indonesia berikan layanan kesehatan gratis di Pasaman

Upaya relawan SalamAid dalam melakukan assement pendalaman informasi dan potensi nampaknya membuahkan hasil. Berkat dukungan sahabat baik pula, kini Sian dapat kembali bangkit melanjutkan kehidupan melalui program pemberdayaan ekonomi #PasamanBangkit.

Sian pun kembali dapat menafkahi istri serta kedua anaknya dengan berjualan sate mangkal di sekolah, dan juga keliling di Siparayo Malampah Tigo Nagari.

Tentu dari kebaikan ini rasanya akan kembali menular atas-kebaikan kebaikan lainnya. Dengan bantuan yang tak melulu hanya bantuan fisik dan materi, tapi juga psikis membuat para penyintas memiliki asa baru untuk melanjutkan kehidupan mereka seperti semula.

Tentu dengan psikis yang baik, semua yang hilang akan bisa dibangun kembali dengan semangat dankepercayaan tinggi.

Sahabat baik, mari terus bergandengan tangan #GotongRoyong saling menguatkan sesama. Semoga upaya untuk membantu sesama dapat bermanfaat bagi sesama.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SalamAid (@salam.aid)

Artikel Terkait

Artikel Lainnya