Mereka tetap mengajar, meski tak mendapat gaji tetap

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Guru relawan di sekolah alam Ngajum | SalamAid
Ini adalah kisah menginspirasi dari Guru Sekolah Alam di Ngajum (SA Ngajum) Malang tetap mengajar meski tanpa gaji tetap.
 
SA Ngajum terletak Di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, terdapat Sekolah Alam dengan Program KB atau Kelompok Bermain.
 
Semangat Sosial para Fasilitator atau Guru di Sekolah ini sangat menginspirasi pengabdian mereka dalam menjadi Guru tanpa pemasukkan tetap bahkan kadang tanpa gaji, merekalah Pahlawan tanpa tanda Jasa sesungguhnya.
 
“Saya Bunda Enggar Sekolah Alam Jauhrotul Qolbi Ngajum Kabupaten Malang, sekolah ini berdiri tahun 2015 dari awal memang untuk memfasilitasi anak anak disekitar sini. Semangatnya memang sosial jadi perbulan ada SPP Rp25.000, untuk yang punya uang tapi kalau yang tidak punya ya nggak wajib juga lalu ada iuran perhari Rp3.000, itu pun untuk Snack dan kegiatan makan makan seminggu dua kali jadi untuk fasilitator yaa termasuk relawan juga mas kalau ada uang untuk mereka sekitar seratus yaa kami bagi bagi kalau gak ada yaa sudah gak dapat apa apa,” cerita Enggar, atau biasa disapa Bunda Enggar pendiri SA Ngajum.
 
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini jumlah anak didiknya mencapai 25, dengan jadwal menerima pelajaran Senin hingga Jumat, mulai dari jam 7.30 WIB hingga 10.00 WIB.
 
”…Kalau hari Sabtu-nya kami upayakan untuk Guru-nya bisa belajar ke tempat lain misal ke Sekolah Alam lain. Untuk kebutuhan saat ini kami butuh support materi kompetensi dari Sekolah Alam lain atau pun masukkan masukkan demi mengembangkan Guru guru kami karena saya rasa kami masih butuh support teori teori juga praktek praktek tersebut,” tambahnya.
 
Eggar berharap bahwa ke depannya mereka juga ingin sekolah tersebut terus berkembang dengan bertambahnya program, mulai dari SD, SMP sampai SMA.
 
”….Maka dari itu kami butuh support dukungan dari Sekolah Alam lainnya, kami sangat senang jikalau ada tamu yang datang ataupun kami juga semangat dan siap jika ada pelatihan-pelatihan yang bisa menambah wawasan dan ilmu kami semua demi anak-anak di Ngajum agar lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
 
Semangat mengajar anak anak-nya terlihat tulus begitu jelas ketika para guru relawan melihat langsung ke sekolah. Anak anak itu pun menikmati materi demi materi yang didapatkan, mulai dari belajar berdo’a, bermain pasir sebagai media belajar dengan Alam sekitar, dan masih banyak materi di dapatkan anak anak SA Ngajum hari ini.
 
Sahabat baik, merekalah pahlawan tanpa tanda jasa sesungguhnya. Enggar hanya berpesan, “Rejeki sudah ada yang ngatur tidak akan pernah tertukar kami percaya itu.”
 
Semoga SA Ngajum dapat berkembang menjadi sekolah yang lebih bermanfaat untuk lingkungan sekitar dan dapat terus menginspirasi kita semua. Aamiin 
 
 

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by SalamAid (@salam.aid)

  Kegiatan wakaf Alquran para relawan SalamAid di program Salam Ramadan

Artikel Terkait

Artikel Lainnya