Safari Ramadan si anak jalanan berambut gimbal

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Botel alias Wahyu Febrianto yang menjalani program Safari Ramadan SalamAid | Agil Mulqi
Bulan suci Ramadan adalah momen terindah bagi seluruh umat muslim. Karena di bulan ini beragam keistimewaan Allah hadirkan gratis bagi kita.
 
SalamAid melalui Salam Ramadhan 22 Kota mencoba hadir menebar kebaikan di bulan yang indah ini. 22 kota/kabupaten di jajaki untuk menjadi titik implementasi program-program Ramadan ala SalamAid.
 
Adalah Botel, alias Wahyu Febrianto, pemuda dengan penampilan nyentrik ini adalah bagian dari Relawan SalamAid yang mendapat tugas menebar kebaikan program Ramadan ke Surabaya, Sidoarjo, dan Jogja.
 
“Dulu mah bulan puasa gua nongkrong doang di bengkel, malah sambil “nyemen” (ga puasa) kadang obat sama miras juga di sikat,” ungkapnya.
 
Kini selama Ramadan, secara penuh Botel mendapat kesempatan melakukan kebaikan bareng SalamAid. bahkan di Surabaya menjadi tim koordinator lapangan (korlap) implementasi program dengan mitra Daikin.
 
Bergeser ke Sidoarjo, aksi program Warung Seribu Cinta pun juga di implementasikan oleh Botel bersama Siswa SMP Alam Al Izzah, Krian Sidoarjo.
 
Botel sedang memberi siraman rohani | Agil Mulqi
 
Selepas rangkaian aksi, satu kesempatan yang tak pernah sebelumnya terpikirkan adalah Botel diberi kesempatan naik mimbar setelah Tarawih di Masjid Al Izzah untuk mengisi kegiatan Sanlat bagi seluruh siswa SMP Al Izzah.
 
Begitu soft dan tenang ia bercerita tentang perjalanan hidup nya dulu hingga sekarang. Hingga tak terduga pula ada seorang guru/ustaz di SMP Al Izzah yang juga bernam Wahyu menitikkan air mata haru dan apresiasi tentunya. Lanjut ke Jogja, kembali kesempatan unik menghampiri.
 
“Mas, Kamis Pagi jam 08-10 pagi, Mas Wahyu ngisi training Ramadan, nggih,” pinta salah seorang ustaz Sekolah Alam Nurul Islam Jogja.
 
Botel sedang memberikan siraman rohani di Kota Jogja | Agil Mulqi
 
Kembali dengan gaya “selow” nya botel memenuhi permintaan tuan rumah tersebut. Para siswa pun menyimak dengan begitu asik. Karena biasanya serangkaian kegiatan di sekolah umumnya di isi oleh para ustaz, kini sosok pria gimbal yang berada di depan mereka tengah berbicara soal kebaikan.
 
Indahnya Ramadan ini memang menjadi wahana bagi siapa saja yang ingin lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan diri. Jika orang yang sekarang baik punya masa lalu, maka orang yang belum baikpun punya masa depan.
 
  Andalkan 20.000 sampah sandal jepit, ini potret instalasi seni unik di Bali

Artikel Terkait

Artikel Lainnya