Desa Wisata Kandri, gerakkan ekonomi dari tradisi di tengah gemerlap Kota Semarang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Desa Wisata Kandri (Jhon H Nadeak/Instagram)

Desa Wisata kandri di Kota Semarang masuk dalam daftar nomine 10 desa wisata terbaik dalam Gelar Desa Wisata Jawa Tengah (Jateng) 2022. Hal ini disampaikan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng.

Desa Kandri memiliki potensi wisata lain berupa ekowisata dan eduwisata yang diperuntukkan bagi semua kalangan umur. Selain potensi wisata, Desa Wisata Kandri juga memiliki potensi seni dan kebudayaan yang tak kalah menarik.

Lalu bagaimana kisah Desa Wisata Kandri? Dan apa saja potensi di sana? Berikut uraiannya:

1. Desa Wisata Kandri

Desa Wisata Kandri (Muhafifridwan/Instagram)

Desa Wisata kandri di Kota Semarang masuk dalam daftar nomine 10 desa wisata terbaik dalam Gelar Desa Wisata Jawa Tengah (Jateng) 2022. Hal ini disampaikan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng.

Menukil dari jadesta.kemenparekraf.go.id, Senin (21/11/2022), Desa Wisata Kandri yang terletak di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang ini ditetapkan sebagai desa wisata berbasis daya tarik alam dan daya tarik budaya.

Hal ini berdasarkan SK Wali Kota Semarang No. 556/407 tanggal 21 Desember 2012. Karena itulah desa ini sudah dikelola oleh Pokdarwis setempat dan sudah berjalan sejak tahun 2012.

  Kisah pawang hujan, 'pengendali' alam yang setia menjaga tradisi

Lingkungan Desa Wisata Kandri ini sangat rapi dan bersih serta suasana persawahan dan kebun yang nyaman. Kegiatan wisata di desa tersebut pun sangat beragam mulai dari belajar bertani hingga pengenalan budaya membatik.

“Ada banyak paket, mayoritas Rp80 ribu per pack itu sudah termasuk welcome drink dan makan siang,” kata pengelola Desa Wisata Kandri Masduki yang dimuat Detik.

Desa wisata Kandri juga masih terus berupaya menjaga kegiatan adatnya tetap berjalan bahak dijadikan daya tarik wisata seperti Sesaji Rewandha, Nyadran Sendang, dan Nyadran Kubur.

“Konsep kita desa wisata yang jelas konsep alam dan budaya. Jadi alamnya di Waduk Jatibarang juga. Budayanya ada tari-tarian. Ada gamelan juga,” ujarnya.

2. Sederet potensi

Desa Wisata kandri (Desa Wisata Kandri/Instagram)

Desa Wisata kandri memiliki sederet potensi alam yang mampu menjadi magnet bagi wisatawan. Salah satunya adalah objek wisata Gua Kreo yang terletak di sebuah pulau kecil di tengah Waduk Jatibarang.

Gua Kreo dihuni ratusan monyet ekor panjang yang sudah jinak. Selain Gua Kreo, di Desa Wisata Kandri juga terdapat potensi wisata buatan berupa Waduk Jatibarang yang dilengkapi dengan perahu wisata, Plaza Kandri, hingga lokasi pemancingan.

  Semangat kelompok wanita tani upayakan ketahanan pangan desa

Dimuat dari Solopos, di desa ini memiliki potensi wisata berupa ekowisata dan eduwisata yang diperuntukkan bagi semua kalangan umur. Selain itu, di desa ini juga banyak terdapat sarana dan prasarana pendukung lainnya seperti homestay, kebun buah, dll.

Selain potensi alam, Desa Wisata Kandri juga memiliki potensi seni dan kebudayaan yang tak kalah menarik. Potensi itu tu diperkenalkan dalam kegiatan tahunan seperti Kirab Budaya, Sesaji Rewanda, Mahakarya Legenda Gua Kreo, Nyadran Desa, Nyadran Kubur, Nyadran Kali, Barikan dan Sedekah Waduk.

Selain itu, juga terdapat berbagai macam produk cinderamata yang terbuat dari bambu, kayu, dan bahan lain, produk dan sablon kaos serta batik. Ada juga potensi seni seperti Gendongan Lesung, Kempling Kemanak, Gamelan, Karawitan, Sanggar Tari.

3. Beragam penghargaan

Desa Wisata Kandri (Jhon H Nadeak/Instagram)

Pada tahun 2021, Desa Wisata kandri juga mendapatkan penghargaan dari ajang Trisakti Tourism Award dari DPP PDI Perjuangan Kategori Desa Wisata Alam. Bulan Maret lalu, Desa ini juga menjadi salah satu destinasi yang mendapat sertifikat Desa Wisata Berkelanjutan dari Menparekraf.

  Peran orang Moi yang menjaga hutan Klasow, Papua Barat

Sebelum pandemi, Desa Wisata Kandri juga digandrungi wisatawan mancanegara bahkan rutin menggelar Summers Camp. Di desa juga sudah menyikapi home stay. Sehingga pandemi memberikan pukulan bagi mereka.

“Ya berarti sudah dua tahun tidak ada summer camp. Biasanya kan Agustus kayak begini ini,” tandas Ketua Masduki.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan berbagai infrastruktur akan dibangun untuk akses jalan menuju lokasi, ketersediaan air bersih, hingga gedung pertunjukan kesenian bagi masyarakat.

Hal ini dilakukan agar wisatawan yang berkunjung di Desa Wisata Kandri bisa nyaman berjalan-jalan karena akan dibangun jalur pedestrian. Dirinya menegaskan bisa menjadikan desa ini jadi rujukan wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Masyarakat di Desa Kandri sampai sekarang masih memegang teguh tradisi dan budaya yang relatif masih asli. Itulah, salah satu yang membuat Desa Wisata Kandri menarik dikunjungi,” katanya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya