Elektrifikasi desa di Papua dan momentum pemanfaatan bauran energi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi desa di pedalaman Papua | @Michal Knitl (shutterstock)

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid mengatakan, program percepatan elektrifikasi di perdesaan dengan memanfaatkan penggunaan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai sumber energi untuk penyediaan tenaga listrik.

Taufik menekankan pentingnya percepatan laju elektrifikasi untuk mempercepat upaya pembangunan pedesaan di daerah tertinggal.

“Untuk kawasan Indonesia bagian timur termasuk daerah dengan keandalan listrik (power supply time) yang rendah atau kurang dari 12 jam sehari, strategi yang dapat ditempuh adalah dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya,” kata Taufik. 

November 2021 lalu, dalam penyerahan secara simbolis hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Konsentrat dari Institut Riset Teknologi Industri (ITRI) dan Tatung University Taiwan kepada Pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat, Taufik mengatakan bahwa Pelaksanaan Skema Pembiayaan Instalasi Terpusat PLTS di Kabupaten Klayli, Kabupaten Sorong, Papua Barat, merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pembangunan ketenagalistrikan di pedesaan.

“Hal ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara adil dan merata,” tandasnya. 

  Kirab Budaya Puji Jagat, cara petani lereng Gunung Sumbing ucapkan rasa syukur

Kelistrikan desa yang belum merata

Taufik mengungkapkan, berdasarkan Data Potensi Desa (PODes) 2018, masih terdapat 2.275 desa dari 74.961 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Khusus untuk wilayah Papua yang tergolong wilayah pelosok, tingkat elektrifikasi desa hanya mencapai 3 persen, yang artinya masih terdapat 58.356 kepala keluarga (KK) dari total 806.280 rumah tangga yang belum teraliri listrik.

Menurut dia, data tersebut menjadi catatan penting bagi implementasi Inpres Nomor 9 Tahun 2020 (Inpres 9/2020) tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Sosial di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo menginstruksikan kementerian/lembaga terkait, baik langsung maupun tidak langsung untuk memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan di Papua dan Papua Barat.

“Termasuk masalah elektrifikasi atau akses listrik bagi masyarakat di Papua dan Papua Barat,” ujarnya.

Taufik mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sekretariat APO dan NPO Indonesia atas kesempatan bekerjasama dalam pelaksanaan Skema Hibah Demonstration Project with Business (DMPC) Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat yang dilakukan oleh Balai Penelitian Teknologi Industri (ITRI) dan Universitas Tatung.

  Menjaga pakkat, tradisi pangan khas Mandailing sebagai pengganti nasi

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara aktif dan sistematis memantau proyek hibah ini hingga selesai,” janjinya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya