Gagal panen di Lanny Jaya Papua, masyarakat kelaparan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kantor Bupati Lanny Jaya. (Marius Frisson Yewun/Antara)

Lanny Jaya adalah sebuah kabupaten di Provinsi Papua yang terbentuk pada tanggal 4 Januari 2008. Berada di wilayah pegunungan dengan ketinggian 2.677 meter di atas permukaan laut, membuat wilayah ini kerap mengalami masalah gagal panen.

Tak seperti kegagalan panen biasa dan lebih serius, fenomena tersebut rupanya menyebabkan seluruh warga mengalami kelaparan. Lebih dari itu, bahkan sampai ada warga yang meregang nyawa. Seperti apa kondisi sebenarnya yang terjadi di Kabupaten Lanny Jaya?

1. Kondisi gagal panen di Lanny Jaya

Gagal panen di Lanny Jaya (Dok. Walhi Papua via BBC Indonesia)

Melalui Twitter, Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, mengunggah video yang memperlihatkan warga Kabupaten Lanny Jaya sedang kelaparan. Dalam video tersebut bahkan terdengar suara tangisan dari para warga.

Dalam tweetnya, Pigai mengatakan kalau masyarakat di sana kelaparan akibat terkena imbas tata kelola pemerintahan yang buruk.  Sejumlah wilayah diketahui mengalami gagal panen akibat kurangnya fasilitas yang memadai.

Pigai menuliskan, pembangunan fasilitas yang tidak merata jadi penyebab kegagalan panen dan kelaparan terjadi.

Namun, tudingan tersebut dibantah oleh Juru Bicara Pemerintah Provinsi Papua, Muhammad Rifai Darus. Menurut Rifai, kegagalan panen dan kelaparan yang menimpa Kabupaten Lanny Jaya terjadi karena akibat adanya cuaca ekstrem.

  Mengenal program Desa Sejahtera Astra yang perkuat perekonomian Indonesia

Diketahui jika dalam kurun waktu kurang dari dua minggu (6-16 Juli 2022), ada sebanyak 548 warga terdampak cuaca ekstrem. Akibatnya, ada sebanyak 4 warga yang meninggal karena penyakit. Sementara itu berdasarkan pengakuan pemerintah setempat, sudah ada bantuan yang disalurkan dan pendampingan yang diberikan kepada warga.

2. Fenomena embun beku

embun beku Dieng yang juga terjadi di Papua (Liliek Dharmawan/Media Indonesia)

Dilain sisi, Direktur Eksekutif Walhi Papua, Maikel Primus mengungkap, jika fenomena gagal panen disebabkan akibat fenomena embun beku.

“Di sana satu-satunya sumber makanan adalah dari hasil berkebun. Dengan adanya perubahan cuaca ini, mereka kehilangan sumber pangan.” ujar Primus, dalam BBC Indonesia.

Fenomena embun beku yang dimaksud sendiri nyatanya sama seperti yang terjadi di Dieng. Di mana pada wilayah Jawa Tengah tersebut, juga kerap menimbulkan kegagalan panen bagi para petani kentang.

Sementara di Lanny Jaya Papua, kegagalan panen dan kelaparan yang sama juga terus terjadi secara berulang. Terungkap kalau fenomena itu awalnya muncul pada tahun 2015. Baru kemudian kemunculannya rutin terjadi secara beruntun mulai tahun 2019-2022.

  Dilema masyarakat Kampung Waimon ingin kelola potensi desa secara mandiri

Penjelasan yang sama juga disampaikan oleh Hendor Nugroho, selaku Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jayapura.

Disebutkan jika BMKG di Jayapura baru mendapat laporan peristiwa embun beku di Lanny Jaya dari BPBD Papua pada tanggal 29 Juli lalu. Lebih detail, embun beku terjadi di kampung Luarem dan Yugunomba di Distrik Kuyawage.

Sehingga, dalam mengantisipasi fenomena ini pihak BMKG sendiri sejak lama kerap menganjurkan pembangunan lumpung makanan. Hal tersebut bertujuan untuk menghadapi kondisi seperti yang terjadi saat ini, agar terhindar dari kelaparan.

3. Bantuan dan mitigasi

Sementara itu mengenai update terbaru, Kementerian Sosial diketahui langsung bertindak dengan mengirimkan bantuan ke Lanny Jaya. Berbagai bantuan terdiri dari makanan siap saji, makanan anak, selimut, pakaian dewasa, pakaian anak-anak.

Lebih detail, bantuan pangan yang dimaksud terdiri dari makanan siap saji 1.000 paket, makanan anak 500 paket, sembako 500 paket, dan beras 2.800 kilogram.

Di saat bersamaan, upaya merancang strategi mitigasi juga dilakukan agar kegagalan panen atau tidak adanya stok makanan ini tidak kembali terulang. Menurut pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tidak hanya dirancang untuk jangka waktu pendek, namun juga panjang dan berkelanjutan.

  Surga yang nyaris hilang itu bernama Raimuti

Artikel Terkait

Artikel Lainnya