Inikah potret desa tertua di Indonesia?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
desa tertua
Desa Sawai (Kompas Travel/flickr)

Desa adalah salah satu bentuk satuan pemerintahan terendah yang berada di bawah tingkat kecamatan. Memiliki wilayah yang luas, bukan hal mengherankan jika terdapat ribuan bahkan puluhan ribu Desa/Kelurahan di Indonesia.

Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri per tahun 2021, tercatat jika setidaknya ada sebanyak 83.381 desa/kelurahan yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Dari sekian banyak desa tersebut, pernahkan pembaca penasaran atau bertanya-tanya, di mana sebenarnya desa tertua yang pertama kali dimiliki Indonesia?

Jawabannya diyakini adalah Desa Sawai, yang berada di di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. Benarkah demikian?

1. Mengenal Desa Sawai

Sebenarnya tidak ada literatur resmi yang memastikan jika benar desa Sawai adalah desa tertua di Maluku bahkan Indonesia. Namun, keyakinan tersebut hidup lewat cerita turun-temurun. Disebutkan bahwa Desa Sawai sudah ada ada sebelum kedatangan bangsa Spanyol, Portugis, dan Belanda ke tanah air.

Lebih detailnya, dulu Desa Sawai disebut berasal dari kedatangan pedagang Arab ke Pulau Seram yang membangun desa tersebut. Di saat bersamaan, diceritakan juga jika pedagang Arab yang dimaksud datang untuk memonopoli rempah-rempa, dan memengaruhi sebagian budaya di Desa Sawai.

  100 patriot energi bakal bantu elektrifikasi desa 4T

Ada juga pengaruh terhadap kebudayaan setempat lainnya seperti musik gambus, pakaian gamis, dan arsitektur bangunan.

Mengutip Rimba Kita, disebutkan jika saat ini Desa Sawai memiliki luas lahan sekitar 15 hektare, dengan jumlah penduduk sekitar 4.000 jiwa.

Adapun saat ini, Desa Sawai menjadi bagian dari Taman Nasional Manusela bersama 5 dusun lainnya. 5 dusun yang dimaksud yakni Opin, Rumaolat, Olong, dan Besi.

2. Dibelah sungai Asinahu yang jernih

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by indoflashlight | Indonesia (@indoflashlight)

Ada hal menarik dari keberadaan Desa Sawai, yakni posisinya yang dibelah oleh sungai berair jernih. Bukan tanpa alasan, rupanya titik desa Sawai sendiri berlokasi di sektiar teluk sehingga perairannya jernih dan tenang.

Desa ini berada di kawasan perairan dengan kedalaman sebatas pinggang orang dewasa. Di mana biasanya orang-orang baik dewasa bahkan anak-anak aman untuk berenang, atau berkeliling menggunakan perahu dayung.

  Ada puluhan kelompok masyarakat adat di lahan IKN, bagaimana nasibnya?

Lebih detail, sungai yang dimaksud membelah desa dikenal dengan nama Sungai Asinahu. Sungai tersebut yang di saat bersamaan juga menjadi sumber mata air tawar penduduk desa Sawai.

Dari potret yang beredar di media sosial, nampak terlihat jika sungai tersebut memang sangat jernih. Di mana pada bagian sisi kiri dan kanan terdapat rumah warga, namun sebagai pembatas dilapisi keramik dengan maksud agar kebersihan airnya tetap terjaga.

Pemasangan keramik itu juga yang membuat sungai nampak terkesan seperti sebuah kolam pemandian yang memanjang. Bukan hal aneh, jika biasanya masyarakat banyak yang mandi, mencuci, dan melakukan aktivitas lainnya di kawasan ini.

3. Panorama desa tertua yang memukau

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Gaidz (@gaidztravel)

Tidak berhenti di belahan sungai Anisahu, lanskap Desa Sawai nyatanya juga nampak semakin cantik dengan adanya sebuah bukit yang bernama Bukit Bendera. Dari atas bukit tersebut, masyarakat atau bahkan wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini dapat melihat keindahan Laut Seram yang menakjubkan.

  Desa Penangkalan dan kisah petani perempuan sebagai pejuang pangan

Desa Sawai di saat bersamaan juga dikelilingi oleh pulau-pulau kecil, yang menambah pesona desa tersebut semakin indah. Ditambah dengan keberadaan air lautnya yang jernih, tak heran jika biasanya banyak orang bisa melihat langsung ikan-ikan yang berenang di bawah air secara jelas.

Wisatawan yang berkunjung ke sini juga tak perlu khawatir, karena nyatanya sistem atau layanan wisata sudah cukup memadai. Sudah ada beberapa warga yang menjalani peran sebagai pemandu. Lain itu dari segi fasilitas, juga terdapat penginapan sederhana, serta persewaann snorkeling dan alat berenang.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya