Kampung Sodan, rumah peristirahatan terakhir raja-raja Sumba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kampung Soda di dataran tinggi Lamboya (incito.vacations/Flickr)

Kampung Sodan adalah sebuah desa yang terletak di dataran tinggi Lamboya, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kampung yang tergolong desa purba di Sumba ini ini memiliki keunikan dan keindahan yang khas, serta memiliki budaya dan tradisi yang unik.

Kampung purba ini juga terkenal sebagai tempat wisata budaya yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Di kampung ini banyak ditemukan kubur batu dari raja-raja sumba di masa lampau.

Salah satu keunikan dari Kampung Sodan adalah rumah adat yang masih dipertahankan hingga saat ini. Rumah adat di kampung ini memiliki ciri khas atap berbentuk seperti perahu, dengan kayu-kayu yang dianyam dan diikat dengan tali rotan.

Bagian atap rumah tersebut memiliki tinggi sekitar 6-7 meter dan ditopang oleh kayu-kayu yang besar dan kuat. Tak heran, hingga saat ini rumah-rumah adat ini masih terlihat berdiri kokoh.

Selain itu, di Kampung Sodan juga terdapat prasasti yang berusia ribuan tahun yang menjadi saksi sejarah keberadaan desa tersebut. Prasasti tersebut berisi tentang kerajaan kuno yang pernah ada di daerah tersebut. Prasasti tersebut terbuat dari batu pasir dan diukir dengan huruf Pallawa, yang merupakan salah satu aksara kuno dari India.

  Nasi liwet, olahan masakan yang tunjukan karakter orang Sunda

Budaya yang menjadi daya tarik

Danau Weekuri (Indonesia Vacanza/Fickr)

Budaya dan tradisi yang masih dijaga di Kampung Sodan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Masyarakat Kampung Sodan memiliki adat yang sangat kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya mereka.

Salah satu contohnya adalah adat Mamara, yang dilakukan setiap tahun untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam di kampung tersebut. Adat Mamara dilakukan dengan cara menanam pohon di kawasan hutan dan di sekitar kampung, sebagai bentuk menjaga lingkungan dan memperkuat ikatan sosial antarwarga.

Kampung Sodan juga terkenal dengan kain tenun ikat khas Sumba. Kain tenun ikat ini dihasilkan dari tenunan tangan dengan bahan dasar kapas atau sutra. Corak kain tenun ikat ini sangat beragam dan unik, seperti motif binatang, bunga, serta pola geometris yang dipercantik dengan warna-warna cerah.

Selain itu, di sekitar Kampung Sodan juga terdapat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, seperti Pantai Puru Kambera, Air Terjun Lapopu, serta Danau Weekuri.

Pantai Puru Kambera memiliki pasir putih yang halus dan air laut yang jernih, serta menjadi tempat yang cocok untuk bersantai dan menikmati pemandangan laut yang indah. Kemudian Air Terjun Lapopu memiliki ketinggian sekitar 60 meter dan merupakan tempat yang cocok untuk melakukan hiking dan trekking.

  Gagal panen di Lanny Jaya Papua, masyarakat kelaparan

Sementara Danau Weekuri juga menawarkan keindahan alam yang memukau, dengan air yang berwarna hijau kebiruan dan dikelilingi oleh tebing-tebing batu.

Potensi ekowisata berkelanjutan

Kampung Sodan (incito.vacations/Flickr)

Kampung Sodan juga memiliki potensi yang besar untuk pengembangan ekowisata, karena lingkungan dan kebudayaan yang masih alami dan asli.

Potensi ekowisata ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, seperti peningkatan pendapatanĀ melalui pengembangan usaha ekowisata yang berkelanjutan, serta memperkenalkan budaya dan tradisi mereka kepada wisatawan dari luar daerah dan luar negeri.

Selain itu, Kampung Sodan juga memiliki potensi untuk pengembangan usaha agrowisata. Desa ini memiliki lahan pertanian yang subur, dengan hasil panen seperti ubi jalar, jagung, dan kacang hijau.

Wisatawan dapat belajar tentang proses bercocok tanam yang dilakukan oleh masyarakat setempat, serta mencoba langsung mengambil hasil panen di ladang.

Terdapat pula usaha rumah makan yang menyajikan masakan khas daerah Sumba, seperti nasi jagung, ikan bakar, dan ayam betutu. Makanan ini sangat lezat dan menggugah selera, serta dapat menjadi daya tarik wisata kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Sodan.

  Kisah penghormatan masyarakat kepada sumber air panas Wae Bobok di Flores NTT

Dalam rangka pengembangan ekowisata, pemerintah dan masyarakat setempat perlu bersinergi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan budaya.

Program-program edukasi tentang menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah juga perlu diadakan, agar wisatawan dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat.

Pengembangan ekowisata di Kampung Sodan dapat membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya mereka.

Dengan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan, diharapkan Kampung Sodan dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang dapat menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan setempat.

Artikel Terkait

Terbaru

Humanis

Lingkungan

Berdaya

Jelajah

Naradata