Manfaatkan tumbuhan, jadi rahasia perempuan Baduy jaga kecantikan secara alami

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Wanita Baduy (Adi Sunaryo/Flickr)
Wanita Baduy (Adi Sunaryo/Flickr)

Para wanita Suku Baduy memanfaatkan tumbuhan menjadi bahan kosmetik dan kesehatan. Mereka menggunakan etnobotani atau tumbuh-tumbuhan yang hidup di wilayah tempat tinggal mereka. Wanita Baduy percaya dengan cara ini bisa menjaga kecantikan, meski kosmetik yang mereka gunakan tidak berada di pasaran.

Tradisi ini merupakan cara wanita suku Baduy untuk mempertahankan budaya leluhur mereka. Apalagi suku yang bermukim di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten ini segala aktivitasnya selalu berdampingan dengan alam.

Lalu mengapa ilmu etnobotani ini tetap masih dipertahankan? Dan bagaimana juga para wanita dari Suku Baduy ini tetap mempertahankan kecantikannya melalui tradisi leluhur? Berikut uraiannya:

1. Etnobotani sebagai bahan kosmetik

Wanita Baduy (Firman Sah/Flickr)
Wanita Baduy (Firman Sah/Flickr)

Etnobotani berasal dari bahasa Yunani yaitu ethnos yang berarti orang dan tumbuh-tumbuhan. Ini merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan. Bagi masyarakat Baduy, ilmu ini sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.

Kearifan lokal masyarakat Baduy sudah tercermin dari cara hidup yang masih tradisional dan sederhana, seperti melakukan budidaya, reboisasi, dan melakukan tebang pilih agar hutan tetap terjaga keseimbangannya. Warga Baduy menganggap wilayah mereka inti jagat, sehingga harus terpelihara dan tidak terganggu oleh perubahan.

  Krisis pangan mengancam, orang kaya Korut makan anjing hingga kelinci

Karena itu dalam kesehariannya, warga Baduy memanfaatkan etnobotani dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk dalam kebersihan dan kosmetik kecantikan. Karena itu, wanita dari Suku Baduy tetap terlihat terawat meski tidak menggunakan kosmetik dari pasaran.

Daun disebut sebagai salah satu organ tumbuhan yang sering dimanfaatkan salah satunya sebagai bahan kosmetik. Hal ini karena daun memiliki kandungan berkhasiat. Selain daun, mereka juga menggunakan umbi-umbian untuk dijadikan bahan kosmetik, seperti umbi bakung.

“Umbi bakung memiliki kandungan yang dibutuhkan untuk menutrisi kulit,” jelas Aisyah Silmi Kaffah dalam skripsi berjudul Etnobotani Tumbuhan Bahan Kosmetik Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar Di Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

2. Cara wanita Baduy merawat kecantikan

Wanita Baduy (Adi Sunaryo/Flickr)
Wanita Baduy (Adi Sunaryo/Flickr)

Aisyah dalam penelitiannya menyebutkan Suku Baduy Dalam memanfaatkan daun dengan persentase sebesar 35 persen. Tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan kosmetik tradisional di antaranya sirih, kecombrang, ki-caang, aren, pegagan, padi, pacar kuku, kersen, belimbing wuluh, dan pandaan.

Sementara Suku Baduy Luar menggunakan organ daun dengan persentase sebesar 49 persen. Tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan kosmetik tradisional di antaranya sirih, kecombrang, padi, pacar kuku, kersen dan belimbing wuluh.

  3 karya lagu yang suarakan kepedulian bumi dan alam

Wanita Suku Baduy biasanya menggunakan tumbuhan ini untuk merawat tubuh mereka. Misalnya untuk merawat rongga mulut, mereka menggunakan sabut kelapa sebagai pengganti sikat gigi, kemudian untuk menghilangkan bau mulut mereka menggunakan daun sirih yang direbus untuk berkumur.

Selain itu, mereka juga tetap merawat bibir, wajah, dan tubuhnya dengan bahan alami. Untuk bibir, mereka memanfaatkan buah galuga. Sedangkan untuk wajah mereka menggunakan buah asam jawa dan beras yang dipercaya dapat menghilangkan bekas jerawat, mencerahkan wajah dan menghilangkan flek hitam.

“Kemudian untuk perawatan tubuh sebagai pengganti sabun, wanita Baduy lebih memilih menggunakan batang honje yang dimemarkan hingga menjadi serabut, kemudian digosok ke bagian tubuh,” ucap Aisyah.

3. Kosmetik tradisional mulai ditinggalkan

Wanita Baduy (Adi Sunaryo/Flickr)
Wanita Baduy (Adi Sunaryo/Flickr)

Dalam membuat racikan perawatan tubuh, biasanya warga Baduy Luar dan Dalam memiliki cara yang berbeda. Aisyah menyebut cara pengolahan kosmetik alami oleh Suku Baduy Dalam terdapat 10 langkah seperti dikunyah, diiris, diparut, dipecahkan, dibakar, ditumbuk, dikerok, direbus, dikunyah, diremas dan tanpa pengolahan.

  5 pertanda alam ketika malam 'lailatul qadar' datang

Sedangkan oleh Baduy Luar terdapat 6 cara pengolahan yaitu dengan cara ditumbuk, diremas, dipecahkan, diparut, dimasak, dan dikunyah. Terkait pengetahuan seputar perawatan kecantikan tersebut, wanita Baduy bisa mendapatkannya dari proses turun temurun yang diinformasikan oleh para leluhur.

“Pelestarian tumbuhan tersebut, oleh warga Baduy Dalam biasanya dilakukan dengan cara budidaya, reboisasi, tebang pilih, dan menaati pikukuh (aturan adat). Sedangkan bagi Baduy Luar, mereka kerap melakukan budidaya dan reboisasi,” bebernya.

Tetapi pengaruh tradisi ini kepada masyarakat Baduy Luar ternyata mulai lemah. Apalagi penyebaran pengetahuan kepada mereka juga mulai berkurang. Anak-anak muda di sana tidak lagi mengerti cara pengolahan tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan kosmetik.

Beberapa dari mereka lebih memilih menggunakan kosmetik di pasaran karena lebih praktis. Apalagi wilayah Baduy Luar memang memiliki aturan adat yang longgar dibandingkan Baduy Dalam. Karena itu, tidak ada kewajiban dalam menggunakan bahan tumbuhan untuk merawat tubuh.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya