Mengenal program Desa Sejahtera Astra yang perkuat perekonomian Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Seremoni pelepasan produk ekspor dari program Desa Sejahtera Astra di Sulawesi Selatan (Dok. bahadur)

Perekonomian Indonesia sedang mengalami pertumbuhan signifikan pasca pulih dari pandemi. Salah satu sektor yang berperan besar adalah kegiatan ekspor dengan komoditas berjenis non-migas, dan berasal dari desa. Ada berbagai pihak yang mendorong peningkatan ekspor komoditas dari desa di Indonesia, salah satunya Astra lewat program Desa Sejahtera Astra.

Terbaru, program yang dimaksud telah kembali berhasil mendorong kegiatan ekspor dari 3 desa yang berada di Makssar, Sulawesi Selatan. Tak tanggung-tanggung, nilai ekspor yang dicapai menyentuh nilai Rp6,5 miliar.

Apa sebenarnya yang dimaksud Desa Sejahtera Astra? Dan seperti apa program pemberdayaan desa ini berjalan? Berikut penjelasannya.

1. Mengenal Desa Sejahtera Astra (DSA)

Rumput laut Wakatobi yang diekspor ke China (Dok. Astra)

DSA adalah program pendampingan yang diberikan Astra untuk pengembangan keterampilan, dan keahlian masyarakat berbagai desa tanah air. Pertama kali dimunculkan sejak akhir tahun 2019, hingga saat ini tercatat sudah ada sebanyak 930 yang tersebar di 34 provinsi Indonesia.

Fokus dari adanya program ini adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan mengembangkan kapasitas produk unggulan desa. Pengembangan tersebut dibagi ke dalam empat cluster produk yang terdiri dari perikanan, pertanian, kopi, dan gugus kriya, wisata, serta budaya.

  Tujuan spiritual para pemetik teh berdandan demi pemberi kehidupan

Ada berbagai kegiatan yang dilakukan Astra dalam menjalankan program DSA dalam perjalanannya. Program yang dimaksud meliputi pelatihan dan pendampingan, penguatan kelembagaan, bantuan prasarana, dan memfasilitasi modal usaha.

Tak berhenti sampai di situ, ada juga dukungan pemasaran, hingga pembentukan role model DSA mandiri sebagai tolak ukur regional atau nasional.

2. Ekspor terbaru senilai Rp6,5 miliar

Ekspor senilai Rp6,5 miliar dari 3 Desa Sejahtera Astra di Makassar (Dok. Bahadur)

Salah satu bukti nyata hasil program DSA Astra terlihat pada hari Jumat (12/8/2022) kemarin. Tiga desa binaan di Makassar, yakni DSA Wakatobi, Bombana, dan Bone, melakukan ekspor perdana produk unggulannya dengan nilai mencapai Rp6,5 miliar.

Lebih detail, ekspor perdana yang dimaksud terdiri dari 27 ton rumput laut asal DSA Wakatobi senilai Rp450 juta, yang dikirim China. Lain itu, ada juga produk perikanan sebanyak 14 ton senilai Rp1,4 miliar ke negara tujuan Amerika Serikat.

Sedangkan dari DSA Bombana dan Bone, dikirim produk minyak nilam sebanyak 12 ton dengan nilai Rp4,7 miliar, untuk dikirim ke India dan Pakistan.

  Elektrifikasi desa di Papua dan momentum pemanfaatan bauran energi

Yang menarik, seremoni atau pelepasan ekspor perdana tersebut dilakukan sebagai bagian dari Festival Kewirausahaan Astra tahun 2022, yang mengangkat tema Building Resilience through SMEs & Local Village Product of Indonesia.

Apa yang dilakukan lewat program binaan Astra nyatanya disambut baik oleh berbagai pihak terkait, terutama dari pemerintah. Salah satu yang memberikan apresiasi adalah Muhammad Ilyas, selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi Astra yang telah membantu satu kegiatan terobosan yang inovatif. Terutama dalam mendorong desa-desa di pesisir untuk meningkatkan nilai tambah dari segi kualitas produk perikanan sehingga bisa memiliki nilai ekspor.” ujar Muhammad Ilyas, dalam keterangan resmi.

3. Kontribusi ekonomi program DSA

Donasi Astra untuk DSA Bombana (Dok. Bahadur)

Sementara jika bicara lebih luas, program DSA Astra tercatat mendukung terciptanya berbagai kebermanfaatan di masyarakat. Mulai dari pembukaan lapangan kerja baru bagi 19.190 orang hingga peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 88 persen.

Bukan hanya itu, program DSA juga mendukung terciptanya eskpor 94 jenis produk unggulan dari 232 desa. Di mana jika diakumulasi, total nilai transaksi sudah mencapai Rp22,57 miliar sejak akhir tahun 2019 hingga Juli 2022.

  Wilayah adat di Indonesia akan terhubung dengan sebuah sistem informasi

Adapun negara-negara tujuan ekspor produk unggulan DSA yang disalurkan Astra di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Belanda, dan Prancis. Lain itu ada juga beberapa negara lainnya seperti Inggris, Australia, India, Pakistan, Uni Emirat Arab, Yordania, Yaman, Jepang, Cina, dan Malaysia.

Membahas mengenai tujuan sebenarnya dari pembangunan program ini, Riza Deliansyah selaku Chief of Corporate Affairs Astra memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, Astra percaya bahwa produk unggulan DSA memiliki kualitas dan daya saing untuk menembus pasar internasional.

“Bagi kami (Astra), memberikan peningkatan pendapatan kepada masyarakat itu sebuah kebahagiaan juga. Tujuannya apa? Ya sejahtera bersama bangsa, jadi mimpi besarnya Astra itu kan sejahtera bersama bangsa. Dengan cara apa? Pelan-pelan kita angkat masyarakat jadi naik kelas.” pungkas Riza.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya