Terang benderang Dusun Bondan melalui energi terbarukan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sumber energi terbarukan di Dusun Bondan, Cilacap | Mongabay Indonesia

PT Pertamina (Persero) telah mengembangkan program inovasi energi terbarukan berbasis masyarakat sesuai standar ISO 26000 melalui program E-mas Bayu (Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin) dan E-mba Mina (Energi Mandiri Tambak Ikan) di salah satu tempat terpencil atau terisolasi di Dusun Bondan, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kedua program ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan ekonomi masyarakat sekitar. Demikina kabar di awal tahun lalu yang ditulis dalam laman resmi Pertamina.

Melalui program E-mas Bayu, Pertamina membangun jaringan listrik off-grid atau jaringan yang tidak masuk ke jaringan listrik PLN. Melalui program ini Dusun Bondan direncanakan mampu menjadi kawasan mandiri energi terbarukan yang mampu menghasilkan daya sebesar 12.000 WP.

Manfaat program

Masyarakat di Dusun Bodan telah merasakan dampak positif yang dihasilkan oleh program E-mas Bayu. Di antaranya adalah pengaliran energi baru dan terbarukan ke 78 rumah tangga, 1 sekolah, 1 masjid, dan 2 rumah produksi. Energi mandiri tenaga surya dan angin sudah mencover setidaknya 98 persen dari wilayah desa.

  Mayoritas petani berusia di atas 40, ancaman kedaulatan pangan?

Selain program E-mas Bayu, Pertamina juga menjalankan program E-mbak Mina atau Energi Mandiri Tambak Ikan. Melalui program ini masyarakat di Dusun Bondan dapat menghasilkan 160 kg bandeng, 50 kg udang, 20 kg kepiting saban bulannya, serta memunculkan 2 kegiatan ekonomi kreatif, yaitu Ibu Mandiri dan Ibu Mekar Jaya. 

Melalui program ini, Pertamina mengklaim telah berhasil meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Antara lain, penghematan pengeluaran sebesar 75 persen dari Rp9,6 juta menjadi Rp2,4 juta per tahun, peningkatan pendapatan sebesar 75 persen (Rp18 juta per anggota kelompok per tahun), serta pemanfaatan hasil tambak hingga menghasilkan 1.920 kg bandeng, 600 kg udang, dan 240 kg kepiting per tahun.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto mengatakan, Pertamina akan terus mendukung program-program pengembangan energi baru dan terbarukan seperti E-mas Bayu dan E-Mbak Mina.  

“Pengembangan energi baru dan terbarukan dilakukan dengan kolaborasi bersama Pemerintah Daerah serta mendukung implementasi SDGs poin ke 7 dan 8 yakni menyediakan energi bersih dan terjangkau, serta memberikan pekerjaan layak, mendukung perekonomian dan kemandirian masyarakat,” ujar Agus. 

  Kisah penghormatan masyarakat kepada sumber air panas Wae Bobok di Flores NTT

Ia juga menyebut bahwa pengembangan energi terbarukan merupakan komitmen Pertamina mendukung Pemerintah untuk meningkatkan bauran energi dan mempersiapkan transisi energi  di masa depan, lain itu sebagai aksi meminimalkan perubahan iklim sebagai bagian dari implementasi ESG (Environment, Social, dan Governance) yang mendukung upaya pengembangan bisnis energi yang berkelanjutan.

Akan cukup adil rasanya program ini juga dilakukan pada beberapa desa yang masih berstatus 4T, sehingga dampak sosial dan ekonomi masyarakat dirasakan secara merata.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya