Teknik analisis RFM menggunakan platform KNIME

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Dalam definisinya, RFM (Recency, Frequency, Monetary) adalah sebuah teknik analisis yang digunakan untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan tiga faktor utama: ketika terakhir kali mereka melakukan pembelian (recency), seberapa sering mereka melakukan pembelian (frequency), dan berapa banyak uang yang mereka habiskan dalam pembelian tersebut (monetary).

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam menerapkan analisis RFM:

  1. Mengumpulkan data: Pertama-tama, Anda perlu mengumpulkan data transaksi pelanggan, termasuk tanggal pembelian, jumlah pembelian, dan informasi pelanggan lainnya yang relevan.

  2. Membuat skala skor: Setelah data terkumpul, Anda perlu memberikan skor numerik untuk setiap faktor RFM (recency, frequency, monetary) untuk setiap pelanggan. Skala skor yang umum digunakan adalah 1 hingga 5, dengan 5 menunjukkan skor tertinggi. Misalnya, untuk faktor recency, skor 5 dapat diberikan kepada pelanggan yang melakukan pembelian dalam beberapa minggu terakhir, sementara skor 1 diberikan kepada pelanggan yang melakukan pembelian dalam beberapa bulan terakhir.

  3. Menentukan kelompok: Setelah skor RFM diberikan, Anda perlu mengelompokkan pelanggan berdasarkan kombinasi skor RFM mereka. Misalnya, pelanggan dengan skor RFM tinggi (misalnya 5-5-5) termasuk dalam kelompok “Pembeli Terbaik”, sementara pelanggan dengan skor RFM rendah (misalnya 1-1-1) termasuk dalam kelompok “Pembeli Tidak Aktif”.

  4. Analisis kelompok: Setelah pelanggan dikelompokkan, Anda dapat melakukan analisis lebih lanjut terhadap setiap kelompok untuk memahami pola pembelian dan perilaku pelanggan. Misalnya, Anda dapat melihat rata-rata jumlah pembelian dari setiap kelompok, tingkat retensi pelanggan, atau segmen produk yang paling diminati oleh setiap kelompok.

  5. Tindakan yang diambil: Berdasarkan hasil analisis RFM, Anda dapat mengambil tindakan yang sesuai untuk setiap kelompok pelanggan. Misalnya, untuk kelompok “Pembeli Terbaik”, Anda dapat menerapkan strategi retensi untuk mempertahankan kepuasan pelanggan, sedangkan untuk kelompok “Pembeli Tidak Aktif”, Anda dapat merancang kampanye pemasaran khusus untuk membangkitkan minat mereka.

  Opini: Untuk jadi hebat, penting niat kuat untuk terus belajar

Dalam praktiknya, analisis RFM sering digunakan dalam industri ritel, e-commerce, atau layanan langganan untuk mengidentifikasi peluang bisnis dan meningkatkan retensi pelanggan.

Artikel Terkait