Dikenal pemalas, ini 3 spesies kuskus endemik Sulawesi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kuskus beruang sulawesi (Cemeb Biodiful/Flickr)

Kuskus mungkin bukan jenis hewan asing bagi kalangan pegiat lingkungan terutama di bidang pencinta hewan. Namun bagi masyarakat umum, hewan satu ini kerap disalah artikan sebagai kukang.

Masuk dalam kategori hewan marsupial atau berkantung, kuskus memiliki kantung dibagian depan tubuhnya. Bagi kuskus betina, kantung tersebut berfungsi sebagai tempat diam anak yang baru lahir sampai berusia 8 bulan.

Kuskus merupakan hewan yang memiliki sifat arboreal. Yakni hewan yang menghabiskan hampir seluruh waktu hidupnya di pohon, sehingga jarang dijumpai atau terlihat di permukaan tanah. Hal tersebut merupakan karakteristik mereka untuk mendapat perlindungan dari pemangsa darat.

Ada jenis kuskus yang beragam di Indonesia, mulai dari kuskus tutul, kuskus tanah, kuskus cokelat, kuskus hitam, dan masih banyak lagi. Selain itu, masih ada tiga kuskus endemik yang hanya bisa ditemukan di wilayah Indonesia Timur, lebih tepatnya Pulau Sulawesi.

Apa saja jenisnya?

1. Kuskus beruang sulawesi (Ailurops ursinus)

kuskus beruang sulawesi (Abdul Haris Mustari/KLHK)

Jenis kuskus pertama ini memiliki ukuran tubuh yang hampir sama seperti kucing, atau bahkan bisa lebih besar. Panjang badan hingga kepalanya bisa mencapai 54 sentimeter sementara ekornya 54 sentimeter, dengan bobot mencapai 8 kilogram.

  Pesona merak hijau, kecantikan yang mengancam populasinya

Fakta uniknya, ujung ekor kuskus sulawesi disebut sangat kuat. Hal tersebut memungkinkan mereka dapat bergelantungan atau melilit batang dahan pohon saat mencari makan. Lain itu, ekornya juga dapat digunakan menahan seluruh beban tubuh mereka saat bergantung dengan posisi kepala di bawah.

Tubuh bagian atas kuskus sulawesi berwarna dasar hitam pucat dengan rambut bagian punggung cokelat kehitaman. Kuskus sulawesi sangat pendiam serta jarang bersuara, dan cenderung bersembunyi di balik dedaunan pohon saat merasa terancam.

Mengutip Buku Manual Identifikasi Spesies Kunci di Sulawesi KLHK, kuskus sulawesi disebut menghabiskan 89,05 persen waktunya untuk tidur atau beristirahat. Sementara sisa waktunya digunakan untuk bergerak mencari makan.

Memiliki siklus melahirkan satu hingga dua kali dalam setahun, kuskus sulawesi banyak memakan dedaunan dan buah. Penyebarannya sendiri dapat dijumpai di seluruh Pulau Sulawesi termasuk Pulau Buton.

2. Kuskus beruang talaud (Ailurops melanotis)

(Terri Repi/KLHK)

Kuskus endemik sulawesi satu ini dinamakan talaud karena memang wilayah persebarannya hanya dijumpai di Kepulauan Sangihe dan Talaud. Dari segi ukuran dan bobot, kuskus talaud nyaris tidak memiliki perbedaan dengan kuskus sulawesi.

  Kuskus waigeo, marsupial bertutul endemik Papua

Perbedaan baru dapat dilihat dari segi bulu atau rambut di mana kuskus talaud memiliki warna cenderung lebih kekuningan. Lain itu bagian daun telinganya juga cenderung lebih gelap.

Identifikasi kuskus talaud juga mencatat jika mereka menghabiskan 78,19 persen waktunya untuk istirahat atau tidur. Sedikit lebih ‘bersosialisasi’ kuskus talaud berjenis kelamin jantan dan betina biasanya hidup soliter atau berpasangan pada saat musim kawin.

Kuskus talaud lebih banyak mengonsumsi ragam jenis daun-daunan terutama daun muda, dan hanya memakan bunga atau buah dalam jumlah terbatas.

3. Kuskus kerdil/tembung (Strigocuscus celebensis)

Kuskus kerdil (Abdul Haris Mustari/KLHK)

Sesuai namanya, kuskus kerdil merupakan kuskus terkecil jika dibandingkan dengan spesies kuskus endemik sulawesi lainnya. Memiliki panjang tubuh di kisaran 29-38 sentimeter, dengan panjang ekor 27-37 sentimeter, bobot kuskus kerdil hanya berada di kisaran 1 kilogram bahkan kurang.

Perbedaan juga dapat dilihat dari warna kulitnya yang cokelat cenderung keputihan. Jika dilihat dari dekat, spesies satu ini nampak memiliki totol-totol cokelat. Jika kuskus sulawesi menggunakan ekor kuatnya untuk bergantung, kuskus kerdil menggunakan bagian ekor tanpa bulunya untuk menggapai makanan di titik-titik yang sulit dijangkau, sehingga membuat ekor tersebut nampak seperti kaki kelima.

  Unik! 3 spesies terumbu karang ini hanya ditemukan di Indonesia

Hal yang membedakan kuskus kerdil dengan dua kuskus sebelumnya adalah bentuk moncong yang sedikit lebih lancip dan ditumbuhi kumis putih. Selain itu, di bagian atas kepalanya juga terdapat garis berwarna cokelat ke arah belakang.

Secara spesifik kuskus kerdil gemar tinggal di pohon kelapa dan suka memakan buah kelapa yang masih sangat muda. Mereka juga suka memakan daun-daunan, bunga, kulit pohon, dan jamur hutan.

Hal menarik lain dari kuskus kerdil adalah mengenai masa reproduksi kehamilannya yang relatif singkat yakni hanya 20 hari. Sama-sama bisa mengandung satu hingga dua kali dalam waktu satu tahun, dengan sekitar tiga hingga empat anak yang lahir.

Punya pola penyebaran lebih luas, kuskus kerdil dapat dijumpai di seluruh Pulau Sulawesi termasuk Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya