Ilmuwan temukan penampakan monyet misterius di hutan Kalimantan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Bakantan (John Tomsett/Flickr)
Bakantan (John Tomsett/Flickr)

Pada 2017, para ilmuwan melihat sesuatu yang aneh di hutan Kalimantan. Di tengah pepohonan rindang di dekat Sungai Kinabatangan di bagian pulau Malaysia, mereka melihat monyet yang belum pernah dilihat sebelumnnya. Monyet ini diduga adalah persilangan (hibrida) dari dua spesies yang berbeda.

Namun kabar bahagia ini diiringi bersama kabar buruk tentang ekosistem yang semakin menyusut. Pasalnya spesies dari monyet yang berbeda biasanya jarang untuk melakukan kawin silang. Selain itu, hasil dari kawin silang juga disebut tidak akan memiliki keturunan atau bayinya menjadi semakin tidak biasa.

Lalu bagaimana bentuk dari monyet misterius ini? Benarkah ini merupakan kabar baik? Berikut uraiannya:

1. Monyet misterius

Bekantan (John Tomsett/Flickr)
Bekantan (John Tomsett/Flickr)

Ahli primata Malaysia menemukan monyet misterius yang baru dikenal di Pulau Kalimantan. Dari hasil penelitian awal monyet misterius ini kemungkinan hibrida dari bekantan (Nasalis larvatus) dan lutung keperakan (Trachypithecus cristatus).

Monyet misterius itu awalnya terlihat dari foto-foto dari media sosial saat masih remaja pada 2017. Tetapi pada 2020, foto-foto yang lebih baru mengungkapkan bahwa monyet itu adalah seekor betina dewasa dan mungkin memiliki bayi sendiri.

  Dikenal pemalas, ini 3 spesies kuskus endemik Sulawesi

“Dia tampaknya sedang menyusui bayi. Kami semua kagum, itu sangat nyata,” kata Nadine Ruppert, seorang ahli primata di University Sains Malaysia yang dikutip dari Sindonews, Minggu (8/5/2022).

Monyet hibrida itu terlihat di dekat Sungai Kinabatangan di Pulau Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia. Para peneliti menduga bahwa monyet misterius dalam foto-foto tersebut adalah keturunan dari bekantan jantan dan lutung betina yang memiliki karakteristik sama dari dua spesies berbeda.

“Kami menyimpulkan dari pengamatan yang dilakukan fotografer bahwa bekantan jantan kawin dengan lutung betina di daerah itu. Ada kelompok campuran di mana bekantan betina bahkan merawat bayi lutung perak,” kata Ruppert.

Apalagi di lokasi tersebut barisan spesies bekantan dan lutung keperakan banyak ditemukan. Kedua spesies monyet ini terlihat sangat berbeda.

Bekantan dewasa memiliki wajah merah muda dengan hidung memanjang, sedangkan lutung keperakan dewasa memiliki wajah hitam dengan hidung lebih pendek dan rata. Bekantan juga lebih besar.

2. Sulit memiliki keturunan

Bekantan (Andre Lorenz/Flickr)
Bekantan (Andre Lorenz/Flickr)

Menurut New England Primate Conservacy, seekor bekantan jantan dapat tumbuh hingga 76 cm dan beratnya 20 hingga 24 kg. Lutung keperakan hanya mencapai panjang sekitar 56 cm dan berat rata-rata 6,6 kg. Kedua spesies monyet itu hidup dalam kelompok yang terdiri dari jantan yang dominan dan banyak betina serta keturunannya.

  Orangutan kumbang yang terkena jerat pemburu, ironi konflik dengan manusia?

Monyet jantan ini akan pergi begitu mereka dewasa untuk memulai membuat kelompok sendiri atau mengambil alih kelompok lain.  Tetapi, meski penemuan misterius itu tampak menarik, namun ada sisi negatifnya. Kebanyakan hibrida tidak dapat menghasilkan keturunan, bahkan jika bisa, bayinya menjadi semakin tidak biasa.

“Sungguh tragis bahwa kedua spesies sekarang hidup bersama di sisa petak hutan tepi sungai yang sempit yang dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit, di mana mereka bersaing untuk mendapatkan makanan dan kesempatan kawin,” kata Ruppert.

Selain itu Ruppert juga berharap orang-orang akan mulai membicarakannya, tetapi tidak hanya sebagai daya tarik. Namun sebagai hewan ‘unggulan’ di kawasan yang perlu untuk dilindungi. Sehingga monyet misterius hasil hibrida ini dapat hidup di habitat yang baik.

3. Tanda habitat yang rusak

Bekantan (Andre Lorenz/Flickr)
Bekantan (Andre Lorenz/Flickr)

Menurut Newsweek yang dimuat Tribun Travel, ini merupakan pertama kalinya adanya hibrida dari dua spesies monyet yang dicatat. Ini juga kedua kalinya dalam sejarah para ilmuwan mengamati hibrida antara dua spesies primata yang berbeda di dalam liar. 

  Mengenal badak Jawa yang jadi maskot Piala Dunia U-20 2023

Memang para peneliti mengingatkan bahwa penemuan monyet hibrida dan bayinya tidak selalu menjadi alasan untuk perayaan. Bahkan ini menjadi pertanda bahwa ekosistem Kalimantan sedang terganggu. Hal ini karena monyet dari dua gen yang berbeda, seperti bekantan dan lutung keperakan, jarang kawin silang.

Para ilmuwan menduga bahwa ekosostem yang menyusut disebabkan oleh perkembangan manusia. Sehingga mengubah cara kedua spesies monyet berinteraksi, kemudian menyebabkan mereka bersaing untuk pasangan dan wilayahnya.

“Ini adalah gejala yang mengkhawatirkan dari ekosistem yang tampaknya sudah tidak seimbang,” kata Ruppert kepada Newsweek.

Disebut oleh Ruppert, misteri kera hibrida ini adalah sebuah “tragedi”. Karena itu jika habitat dan peluang penyebaran tidak dapat dipulihkan, mungkin juga kata Ruppert akan ditemukan hibrida dari spesies lainnya. Sehingga kini para ilmuwan akan terus mengamati monyet-monyet tersebut. 

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya