Ketika ikan raksasa asal Amazon berkeliaran di sungai-sungai Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ikan arapaima (AM NOOR/Flickr)
Ikan arapaima (AM NOOR/Flickr)

Penemuan ikan raksasa menghebohkan warga di Kelurahan Kedaung Baru, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Penemuan ikan itu kemudian mengundang perhatian warga yang penasaran. Apalagi kabar tersebut menyebar melalui video yang viral di grup-grup aplikasi percakapan WhatsApp warga Kota Tangerang.

Dalam video yang beredar tersebut terlihat ikan diletakkan di jalan dan menjadi tontonan warga dan anak-anak hingga dewasa. Dalam narasinya, perekam video tersebut menyatakan bahwa ikan tersebut ditemukan di Sungai Cisadane.

Lalu apa sebenarnya ikan raksasa tersebut? Dan benarkah ikan itu merupakan spesies yang dilindungi? Berikut uraiannya:

1. Ikan raksasa di Tangerang

Ikan arapaima (Dato' Professor Dr. Jamaludin Mohaiadin/Flickr)
Ikan arapaima (Dato’ Professor Dr. Jamaludin Mohaiadin/Flickr)

Warga Kedaung Baru, Negalsari, Kota Tangerang, dihebohkan dengan penemuan ikan raksasa yang besarnya seperti buaya. Asal muasal hewan air berukuran besar tersebut sempat memicu perdebatan karena sebelumnya dikabarkan ditemukan dari Sungai Cisadane.

Awal mulanya warga tak mengetahui jenis dari ikan yang membuat geger penduduk sekitar. Hanya saja penemuan ini sempat menjadi tontonan warga setempat. Seorang warga dalam video bahkan sempat menyebut ikan itu adalah ikan monster.

  Katak dari neraka, spesies purbakala yang kekuatannya setara serigala atau harimau

“Penemunya adalah Bapak Ucat Unyi di wilayah Kavling RT 01 RW 02 saking banyaknya yang lihat ada,” ujar pria yang ada dalam video yang disadur dari Detik, Sabtu (2/4/2022),

Pria dalam video tersebut memperkirakan ikan raksasa itu memiliki panjang sekitar 5-10 meter. Dia juga menduga berat ikan tersebut mencapai satu kuintal. Sementara itu Wawan, Lurah Kedaung Baru membenarkan adanya penemuan ikan raksasa tersebut.

“Iya betul itu (penemuan ikan raksasa) betul dari pagi sih nemuinnya saya belum ke sana tetapi dapat info dari RT aja,” ucap Wawan.

2. Bisa dijerat hukum

Ikan arapaima (Kok Kuen Chan/Flickr)
Ikan arapaima (Kok Kuen Chan/Flickr)

Setelah melakukan pengecekan ke lapangan, Wawan mengklarifikasi bahwa ikan raksasa yang menghebohkan warga itu bukan ditemukan. Tetapi ikan berjenis arapaima ini merupakan pemberian salah seorang pemilik usaha sandal kepada warga.

“Bahwa ikan arapaima berasal dari pemberian Bos Sandal Saudara Aheng,” ujarnya yang dikutip dari Detik.

Pemiliknya, ujar Wawan, memberikan ikan tersebut karena sering berkelahi dengan ikan lainnya. Menurutnya ikan tersebut beradu dengan ikan aligator lainnya yang juga dipelihara oleh Aheng sehingga mengakibatkan 3 ikan mati. Aheng lantas memberikan ikan arapaima ini kepada warga setempat.

  Gowok, buah endemik kaya manfaat yang semakin sulit ditemukan

Wawan menyebut ikan arapaima itu akhirnya dipotong dan dagingnya dibagikan ke warga setempat. Ikan tersebut, kata Wawan juga sudah dilengkapi sertifikat. Ikan arapaima memang masuk kategori ikan yang berbahaya dan dilarang keberadaannya di Indonesia.

Bedasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 41 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Ikan arapaima dilarang karena dapat merugikan dan/atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan, lingkungan, dan manusia.

3. Apa itu arapaima?

Ikan araipama (Rozairie Mohd Zain/Flickr)
Ikan araipama (Rozairie Mohd Zain/Flickr)

Ikan gigas adalah ikan air tawar yang berasal dari perairan di daerah tropis Amerika Selatan. Habitat asli dari jenis ikan predator ini adalah lembah Sungai Amazon. Hal ini menjadikan ikan araipaima hanya bisa ditemukan di negara-negara seperti Bolivia, Brazil, Kolombia, Ekuador, Guyana ,Prancis, Peru, Suriname, hingga Venezuela.

Selain dapat ditemukan di lembah Sungai Amazon di Amerika Selatan, ikan arapaima juga kerap ditemukan di negara-negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, Papua Nugini, dan bagian utara Australia. Namun spesies ikan ini dilarang dibudidayakan di Indonesia.

  Mengenal ikan tapah, hewan air tawar raksasa yang hidup di sungai Indonesia

Ikan arapaima gigas memiliki bentuk yang terbilang mirip dengan ikan arwana. Hal ini, karena keduanya masih dalam kelompok yang sama, secara klasifikasi taksonomi. Namun, ikan predator ini memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan dengan ikan arwana yang dibudidayakan sebagai ikan hias.

Disadur dari Katadata, mangsa dari ikan arapaima adalah ikan-ikan kecil dan beberapa hewan di permukaan air. Ikan arapaima hampir memakan apapun yang bisa mereka telan. Bahkan mereka bisa juga memangsa unggas, katak atau serangga yang dekat permukaan air.

Ikan arapaima gigas dewasa bisa mencapai panjang 154 sentimeter. Tidak jarang ada yang ditemukan dengan ukuran mencapai dua hingga 4,5 meter. Bobot tubuh ikan arapaima gigas bisa mencapai 200 kilogram. Selain ukurannya yang besar, ciri fisik yang ada pada ikan arapaima gigas adalah sirip pektoral kecil yang ada di dekat kepala.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya