Lama dianggap punah, tim peneliti temukan pohon ek langka di Texas

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Penemuan pohon ek langka

Di balik penemuan sejumlah spesies hewan dan tumbuhan baru, ada spesies lama yang terancam bahkan punah karena tak mampu bertahan. Namun di lain sisi, beberapa spesies makhluk yang dicatat punah secara tak terduga ditemukan kembali dalam keadaan hidup.

Salah satu yang terjadi belum lama ini adalah penemuan kura-kura raksasa Galapagos. Jenis kura-kura tersebut dilaporkan sudah punah sejak satu abad lalu, tapi ternyata ditemukan di pulau aslinya. Kali ini, kejadian serupa terjadi dari dunia flora atau tumbuhan.

Pohon ek (oak) yang memiliki nama ilmiah Quercus tardifolia, yang disebut sudah punah ternyata ditemukan di Texas. Bagaimana proses penemuan dan kondisi dari pohon yang dimaksud? Berikut penjelasannya.

Diyakini punah pada 2011

Daun pohon Quercus tardifolia (Bartlett Tree Research Laboratories and Arboretum via gizmodo.com)

Spesies pohon Q. tardifolia setinggi 30 kaki atau sekitar 9 meter ditemukan pada tanggal 25 Mei 2022 di Taman Nasional Big Bend, Texas. Penemuan tersebut melibatkan gabungan peneliti dari 10 institusi berbeda, yang dipimpin oleh The Morton Arboretum dan Kebun Raya Amerika Serikat.

  Anoa, spesies kunci endemik dari Sulawesi

Sebelumnya disebutkan bahwa pohon ek satu ini pertama kali dikenal pada tahun 1930-an dan diyakini sudah dianggap punah sejak tahun 2011. Para peneliti yang terlibat dalam ekspedisi tersebut mengaku takjub dan senang akan penemuan yang diperoleh.

“Itu adalah sesuatu yang istimewa, rasanya seperti (berhasil) menangkap hantu).” jelas Emily Griswold, ahli holtikulturan dan spesialis pohon ek dalam tim yang terlibat.

Namun sayangnya, saat ditemukan pohon tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan. Permukaan sejumlah batangnya dilaporkan dalam kondisi terbakar. Beberapa bagian juga menunjukkan tanda infeksi jamur.  Kelompok peneliti meyakini jika hal tersebut disebabkan oleh berbagai peristiwa badai, kekeringan, atau kebakaran hutan.

Upaya pemeliharaan pohon ek

Tim peneliti dan pohon ek yang ditemukan (United States Botanic Garden)

Para peneliti saat ini disebutkan sudah bekerja sama dengan National Park Service untuk merawat kembali pohon ek tersebut. Mereka sedang bergerak cepat untuk mencari benih dari pohon ek yang dimaksud untuk melakukan perbanyakan dan pembiakan.

Murphy Westwood, selaku Wakil Presiden Sains dan Konservasi di The Morton Arboretum menyebut, jika tim yang terlibat akan berusa sekeras mungkin mengembalikan keberadaan pohon ek yang dimaksud dan sejumlah pohon langka lainnya.

  Katak pucat super langka ditemukan di hutan Jawa

“Pekerjaan ini sangat penting untuk melestarikan keanekaragaman hayati Bumi yang terancam punah,” ujar Murphy.

“Jika kita mengabaikan kondisi Q. tardifolia dan pohon langka lainnya, kita bisa melihat efek domino yang tak terhitung banyaknya. Terutama hilangnya makhluk hidup lain di ekosistem yang didukung oleh pohon-pohon itu,” tambahnya lagi.

Para peneliti mengatakan bahwa dengan mempelajari mengapa pohon ini punah, mereka mungkin dapat melindungi organisme lain dari nasib yang sama. Namun apakah spesimen Q. tardifolia yang ditemukan dapat disimpan atau tidak masih belum ada jawaban pasti.

Sekadar informasi, pohon ek sendiri termasuk salah satu tumbuhan yang penting di ekosistem karena berfungsi sebagai jangkar ekologis. Keberadaannya berperan dalam membersihkan udara, menyaring air, menyerap karbon dioksida, dan mendukung keberlangsungan jamur, serangga, burung, dan mamalia.

Apabila pohon ek hilang, maka sejumlah individua tau makhluk biologis dari spesies lain yang bergantung dari pohon ini juga akan terancam.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya