Parotia, burung endemik Papua yang piawai menari untuk memikat pasangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Parotia jantan menari (Dustin Chen/flickr)

Membahas jenis burung endemik yang ada di tanah Papua memang tidak ada habisnya. Selain terkenal karena keanekaragaman dengan masing-masing ciri khas, banyak juga spesies yang memiliki karakter unik, salah satunya burung Parotia.

Jika dilihat burung satu ini nampak tidak jauh berbeda dengan burung lainnya. Namun, rupanya dari segi karakteristik bersosialiasi khususnya menggaet pasangan, ada keunikan yang dilakukan oleh spesies satu ini.

Keunikan yang dimaksud adalah kemampuan menari. Seperti apa yang dimaksud dengan kemampuan menari dan bagaimana sebenarnya wujud burung parotia? Berikut penjelasannya.

1. Satu keluarga dengan cenderawasih

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Lo Chun Fai (@lochunfai)

Fakta pertama yang menarik, burung parotia ternyata masih berasal dari satu keluarga yang sama dengan burung endemik Papua lain, yakni Cenderawasih. Mereka berasal dari keluarga (famili) Paradisaeidae sp.

Sebenarnya, ada enam spesies burung parotia di dunia. Namun satu di antaranya bersifat endemik di Pulau Papua yakni Parotia sefilata. Burung satu ini dikenal juga dengan nama global parotia barat atau parotia arfak.

  Mengenal namdur, ‘arsitek’ bersayap endemik Papua

Lebih detail, spesies parotia satu ini ditemukan pada hutan pegunungan Vogelkop dan semenanjung Wandame di Provinsi Papua Barat. Parotia Arfak pada dasarnya adalah burung cenderawasih dengan tubuh dan ekor berukuran sedang dengan panjang sekitar 33 sentimeter.

Spesies burung satu ini bertahan hidup dengan mengonsumsi buah-buahan terutama jenis buah ara.

2. Perbedaan parotia jantan dan betina

Parotia jantan dan betina (Phillip Edwards/ebird.org)

Pada parotia jantan, biasanya memiliki ciri bulu hitam dengan perisai dada berwarna hijau keemasan, dan memiliki bulu berwarna perak segitiga pada bagian mahkotanya.

Ciri unik lain yang terdapat pada bagian kepala burung parotia adalah keberadaan enam buah jambul-bulu yang nampak sepasang di bagian atas belakang masing-masing mata. Jambul bulu tersebut jika dilihat nampak seperti kawat yang ujungnya berbentuk oval.

Sama seperti spesies hewan lain yang biasanya memiliki perbedaan antar individu jantan dan betina. Pada burung parotia, individu betina mereka juga tidak memiliki rangkaian ciri unik seperti yang disebutkan di atas.

Ciri khas unik di atas hanya dimiliki oleh individu jantan. Sementara itu pada spesies betina biasanya polos dengan bulu berwarna cokelat di seluruh tubuhnya.

  Jelajah Pulau Rambut, memotret spesies burung air dari penjuru Asia dan Australia

3. Parotia jantan penari

Parotia jantan sedang menari (David Beadle/flickr)

Hal menarik lain dari burung parotia arfak selain keindahan tubuhnya adalah kemampuan mereka sebagai burung penari. Masih ingat dengan burung namdur yang memiliki kemampuan merancang sarang bak arsitek untuk menarik minat lawan jenis?

Tujuan yang sama rupanya juga berlaku untuk parotia jantan. Keunikan dan daya tarik yang dimiliki pada tubuh mereka rupanya secara alami bermanfaat sebagai daya tarik untuk memikat betina.

Bukan hanya itu, untuk melengkapi penampilan yang ada, parotia arfak jantan rupanya juga memiliki keahlian menari. Tak heran, jika burung parotia banyak dikenal sebagai burung penari.

Bagaimana cara mereka menari?

Dijelaskan bahwa pada saat masa kawin, parotia jantan akan melakukan tarian mirip balerina yang bertujuan untuk menarik betina. Uniknya sebelum beraksi, mereka akan membersihkan area ‘pertunjukan’ tari dari dedaunan atau ranting yang mengganggu gerak mereka.

Lebih detail, disebutkan jika biasanya parotia arfak melakukan kebiasaan ini pada pagi atau sore hari. Ketika menari parotia jantan akan mengembangkan bulu-bulunya hingga mirip rok, dan meloncat-loncat serta menggerak-gerakkan kepalanya.

  Mengenal si pemalu raja udang kalung-biru

Menurut David Attenborough yang mengamati fenomena tersebut, kebiasan membersihkan area pertunjukan diyakini bisa memengaruhi pilihan individu betina. Maksudnya, burung parotia betina akan lebih memiliki datang ke lantai dansa atau memilih pejantan dengan panggung tarian yang bersih.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya