3 Fakta berang-berang hidung berbulu yang sempat dianggap punah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Berang-berang hidung berbulu
berang-berang hidung berbulu (Dung Nguyen/FLickr)

Berang-berang selama ini sering dianggap hama oleh para petani ikan dan sawah. Padahal mereka punya peran sangat penting dalam siklus ekosistem lahan basah. Berstatus mamalia karnivora sekaligus hewan semi akuatik, hewan satu ini memiliki 13 jenis berbeda.

Di Indonesia, berang-berang berperan besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Sehingga tak heran jika hewan ini kerap dijadikan indikator tingkat kelestarian lingkungan di alam bebas.

13 jenis berang-berang yang dimaksud sebenarnya merupakan jumlah yang tersebar secara global. Namun jika mengerucut ke wilayah Asia Tenggara khususnya Indonesia, hanya terdapat empat jenis berang-berang yang dapat ditemui. Empat jenis yang dimaksud yaitu berang-berang utara, berang-berang hidung berbulu, berang-berang cakar kecil, dan berang-berang bulu licin.

Sayangnya, selama ini tak dimungkiri masih banyak ditemui berang-berang yang dijadikanhewan peliharaan terutama saat masih kecil. Di berbagai situs jual beli online, masih dengan mudah ditemui perdagangan anak berang-berang yang dijual seharga Rp500 ribu sampai Rp1 juta per ekor.

Padahal dari keempat jenis berang-berang tersebut, populasi tiga di antaranya berada di status mulai diwaspadai dan rentan. Sementara itu satu yang berada di status terancam adalah berang-berang hidung berbulu.

  Dijadikan simbol lelaki hidung belang, buaya ternyata hewan yang setia

Seperti apa wujud dari berang-berang yang saat ini terancam?

1. Mengenal berang-berang hidung berbulu

Lutra sumatrana yang ditemukan di Kedah, Malaysia (Fariman Salahshour via iucnosgbull.org)

Jika dilihat sekilas, nyatanya memang sulit untuk membedakan ke-empat bahkan ke-13 jenis berang-barang yang ada di dunia. Bahkan berang-berang hidung berbulu (Lutra sumatrana), awalnya sempat diidentifikasi sebagai jenis yang sama dengan berang-berang utara (Lutra lutra).

Namun setelah ditelaah, perbedaan terletak pada bagian hidungnya. Lebih detail, hidung berbulu memiliki bentuk cenderung membulat nyaris oval dibanding jenis lainnya yang agak membentuk segitiga.

Lain itu sesuai namanya, hidung dari berang-berang satu ini memang ditumbuhi dengan rambut atau bulu-bulu halus. Melansir laman berang-berang.com, jenis hidung berbulu memiliki tubuh dengan panjang tubuh mencapai 95-133 sentimeter. Ditambah dengan ekor berbentuk bulat silindris yang memiliki panjang 35-51 sentimeter.

Soal bobot, hidung berbulu memiliki bobot yang berkisar antara 5-8 kilogram, dengan tubuh lebih ramping dan panjang. Karena bentuk tubuh tersebut pula, jenis berang-berang satu ini dikenal dapat bergerak lebih bebas dan lincah, serta meliuk secara leluasa.

  Ancaman serangga penggerek yang diprediksi bunuh 1,4 juta pohon pada 2050

2. Pernah dianggap punah

(SalvatoreChamu/Flickr)

Bicara soal habitat, berang-berang hidung berbulu hidup di Sumatra dan kerap ditemukan di daerah rawa aliran Sungai Musi, Lampung. Sering juga ditemukan di rawa hutan gambut Kalimantan. Sementara itu di luar wilayah Indonesia, hewan satu ini kerap ditemui di Malaysia, Kamboja, Thailand, dan Vietnam.

Karna Karnivora, mereka bertahan hidup dengan memburu ikan dengan pergerakan lambat seperti lele dan gabus.

Pertama kali diidentifikasi pada tahun 1865 oleh seorang ilmuwan bernama Gray. Nyatanya di tahun 1990-an, tepatnya di kisaran tahun 1998 berang-berang hidung berbulu sempat dianggap punah.

Penemuan kembali di Indonesia baru terjadi sekitar tahun 2005 di pinggir jalan dekat sungai Musi. Sayangnya penemuan tersebut dalam keadaan mati karena terlindas mobil. Setelah itu, penemuan serupa juga terjadi di Lampung, Jawa, dan Kalimantan.

3. Satu-satunya yang berstatus terancam di Asia Tenggara

(Nicole Duplaix via thisiscoryallen/Flickr)

Berang-berang hidung berbulu sendiri saat ini merupakan jenis yang paling langka dan banyak dicari oleh para peneliti. Pencarian tersebut dilatar belakangi masih minimnya informasi terkait morfologi dari hewan satu ini secara mendalam. Mulai dari siklus bereproduksi hingga tingkah lakunya secara sosial ketika hidup di alam bebas.

  Hanya 20 sentimeter, berkenalan dengan hiu terkecil di dunia

Berdasarkan klasifikasi yang dimuat versi IUCN, hewan satu ini berada di status terancam (endangered). Faktor yang memengaruhi sulitnya penemuan dan ancaman kepunahan berang-berang hidung berbulu disebabkan oleh perburuan liar. Banyak yang menjadikannya hewan peliharaan sehingga kehilangan habitat, kematian secara tidak sengaja di jalan, hingga polusi.

Mengenai status perlindungan, berang-berang jenis ini menjadi salah satu satwa yang dilindungi serta tidak boleh diambil terutama dijual. Terdaftar dalam Appendix II of the CITES, hewan ini secara legal dilindungi di seluruh negara.

Adapun di Indonesia sendiri, berang-berang hidung berbulu masuk ke dalam satwa dilindungi berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 1999.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya