5 hewan mamalia yang punah akibat perubahan iklim dan perburuan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kucing bergigi pedang (Lynne/Flickr)

Beberapa hewan mamalia ada yang sudah punah akibat faktor alam dan perburuan besar-besaran oleh manusia. Faktor alam yang menyebabkan kepunahan hewan mamalia antara lain akibat pemanasan atau pendinginan iklim atau perubahan permukaan laut.

Sementara memasuki zaman modern, aktivitas manusia patut disalahkan yang mengakibatkan kepunahan sejumlah hewan. Terjadinya pengerusakan habitat mulai dari perluasan lahan dan penebangan hutan menjadi penyebab utama kepunahan pada zaman modern.

Lalu apa saja mamalia yang akhirnya punah? Berikut uraiannya dikutip dari onekindplanet yang dimuat di Sindonews:

1. Kucing bergigi pedang

Kucing bergigi pedang (S.S Possiedon/Flickr)

Kucing bergigi pedang sering disebut sebagai harimau bergigi sabre atau singa bergigi sabre. Hewan ini terdapat 55 juta hingga 11.700 tahun yang lalu. 

Diyakini kepunahan kucing bergigi pedang terkait dengan penurunan dan kepunahan herbivora besar yang mereka buru. Penjelasan lain termasuk perubahan iklim dan persaingan dengan manusia.

Spesies ini adalah karnivora yang dinamai dengan gigi taring memanjang seperti pisau, yang pada beberapa spesies panjangnya mencapai 50 cm. Bentuk tubuh kucing bergigi pedang seperti beruang dan diyakini sebagai pemburu yang hebat. 

  5 hewan yang memiliki kaki terbanyak di dunia, salah satunya beracun

Mereka mampu berburu sloth dan mammoth. Kucing-kucing ini dapat membuka rahang mereka pada sudut 120 derajat, hampir dua kali lebih lebar dari singa modern.

2. Mammoth berbulu

Mammoth (Mark round/Flickr)

Hewan yang sangat besar ini diyakini memiliki hubungan kerabat dengan gajah modern. Nenek moyangnya bermigrasi keluar dari Afrika sekitar 3,5 juta tahun yang lalu, menyebar ke seluruh Eurasia utara dan Amerika Utara.

Mammoth memiliki tinggi lebih dari 4 meter dan beratnya bisa lebih dari 6 ton. Mereka ditutupi bulu dan taring melengkung mereka bisa dengan mudah mencapai panjang 5 meter.

Wolly mammoth akhirnya menghilang 10.000 tahun yang lalu melalui kombinasi perburuan oleh manusia dan hilangnya habitat melalui perubahan iklim. Populasi mammoth berbulu terakhir yang terisolasi diyakini telah menghilang dari Pulau Wrangel di Samudra Arktik sekitar tahun 1700 SM.

3. Burung dodo

Burung dodo (Biodiversity Heritage Library/Flickr)
Burung dodo (Biodiversity Heritage Library/Flickr)

Spesies burung ini menghuni Mauritius dan sudah lama punah. Penampakan dodo terakhir yang diterima secara luas adalah pada tahun 1662. Pelaut Belanda pertama kali mencatat penyebutan dodo pada tahun 1598.

  5 hewan dengan kemampuan migrasi terjauh, ada yang ke ujung bumi

Satu-satunya catatan tentang dodo adalah melalui berbagai ilustrasi dan catatan tertulis dari abad 17. Sehingga penampilan persisnya tetap belum terselesaikan. Dodo tingginya sekitar satu meter dan beratnya mungkin 10-18 kg.

Diduga burung tersebut tidak dapat terbang karena ketersediaan sumber makanan (biji, akar dan buah yang jatuh) yang melimpah dan relatif tidak adanya predator. Burung dodo diburu hingga punah oleh pelaut dan spesies invasif.

4. Sapi laut steller

Sapi laut (Brent M/Flickr)

Sapi laut stellers (Stellers sea cow) adalah mamalia herbivora besar. Sapi laut ini mendapat nama resmi setelah George Steller, seorang naturalis menemukan pada tahun 1741.

Dipercaya bahwa sapi laut stellers yang tumbuh setidaknya 8-9 meter dan berat sekitar 8-10 ton, menghuni Near Islands, barat daya Alaska dan Kepulauan Komandan di Laut Bering.

Hewan ini diyakini merupakan hewan jinak dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan rumput laut. Fakta ini, menunjukan dia tidak dapat menenggelamkan tubuhnya yang besar.

Hal ini mungkin yang membuatnya rentan terhadap pemburu manusia. Dalam 27 tahun penemuan oleh orang Eropa, sapi laut stellers diburu hingga punah.

  Trenggiling dan mitos sisik yang sebabkan kepunahan

5. Harimau tasmania

Harimau tasmania (Jesses/Flickr)

Harimau tasmania merupakan hewan berkantung karnivora dari Australia, Tasmania, dan Papua Nugini (New Guinea). Dia tidak terkait dengan harimau, tetapi garis-garis gelap di tubuhnya sehingga tampak seperti harimau.

Penampilan tubuhnya seperti anjing berukuran sedang hingga besar (beratnya 30 kg dengan panjang hidung hingga ekor hampir 2 meter). Harimau tasmania liar terakhir dibunuh antara tahun 1910 dan 1920, dengan penangkaran terakhir mati di Kebun Binatang Hobart, Tasmania pada tahun 1936. 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya