Ancaman serangga penggerek yang diprediksi bunuh 1,4 juta pohon pada 2050

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Serangga zamrud abu (Jeff Gruber/Flickr)
Serangga zamrud abu (Jeff Gruber/Flickr)

Serang penggerek invasif diperkirakan bisa membunuh 1,4 juta pohon pada tahun 2050 di kota-kota seluruh Amerika Serikat. Bedasarkan sebuah studi, agar bisa mengganti pohon-pohon tersebut dibutuhkan anggaran hingga 900 juta dolar atau sekitar Rp13 triliun.

Para ahli pun merekomendasikan agar pemerintah kota mengambil langkah untuk menanam berbagai spesies pohon daripada pohon dari satu spesies. Studi baru ini pun menemukan bahwa kematian pohon ini terkonsentrasi di kota-kota seperti New York, Chicago dan Milwaukee.

Mengapa serangga penggerek bisa memberikan dampak kerusakan yang cukup besar kepada pohon? Juga apa yang perlu dilakukan untuk mencegahnya? Berikut uraiannya:

1. Serangga penggerek yang mengancam

Serangga penggerek (Luc Lopiente/Flickr)
Serangga penggerek (Luc Lopiente/Flickr)

Serangga Penggerek abu zamrud (Agrilus planipennis), kumbang asli Asia diproyeksikan membunuh hampir semua pohon abu di lebih dari 6.000 daerah perkotaan. Kumbang yang bertelur dan mencari makan di bawah kulit pohon abu, diperkirakan menyebabkan 1,4 juta kematian pohon perkotaan.

Departemen Pertanian AS dan lembaga negara telah lama berjuang untuk memerangi spesies serangga yang telah membunuh jutaan pohon abu di seluruh Amerika Utara. Tahun lalu Departemen Pertanian Montana mengeluarkan perintah karantina darurat dalam upaya untuk menghentikan penyebarannya ke negara bagian tersebut.

  Ironi di tanah Priangan: nasib petani yang tak seharum aroma teh

Diketahui serangga penggerek abu zamrud pernah menginvasi Amerika Utara pada 1990-an dengan menggunakan bahan pengemas kayu. Dalam waktu satu dekade, hama ini membunuh puluhan juta pohon di seluruh wilayah Danau Besar.

Para peneliti juga meneliti dampak potensial dari spesies serangga lain yang belum tiba di Amerika Serikat. Studi tersebut menemukan bahwa serangga penggerek kayu dari Asia, seperti kumbang jeruk bertanduk panjang dapat merugikan Amerika Serikat 4,9 miliar dolar pada tahun 2050.

“Makalah ini menunjukan bahwa jika kita tidak menanam berbagai spesies pohon di kota, pohon-pohon perkotaan akan sangat berisiko terkena dampak dari hama invasif,” kata Jane Memmot, ahli ekologi dan entomologi di University of Bristol yang dimuat UP.

2. Penanaman beragam jenis pohon

Serangga penggerek (Philippe Garcelon/Flickr)
Serangga penggerek (Philippe Garcelon/Flickr)

Studi British Ecological Society’s Journal of Applied Ecology yang menggunakan data dari 30.000 daerah perkotaan di seluruh negeri untuk membuat perkiraan, merekomendasikan agar mengambil langkah untuk menaman berbagai pohon daripada pohon dari satu spesies saja.

“Hasil ini diharapkan dapat memberikan peringatan terhadap penanaman satu spesies pohon di seluruh kota, seperti yang telah dilakukan dengan pohon ash di Amerika Utara,” ujar Emma Hudgins penulis utama studi tersebut.

  Cerita pohon nyatoh, tanaman identitas Bangka Belitung yang kini terlupakan

Hudgins menjelaskan bahwa dengan meningkatkan keanekaragaman pohon perkotaan akan memberikan ketahanan terhadap serangan hama. Dirinya juga berharap dengan studi ini banyak kota mulai menanam tanaman monokultur, sehingga memunculkan hutan kota.

Dirinya juga mencatat bahwa penelitian tersebut secara khusus meneliti pohon jalanan di Amerika Serikat untuk ketersediaan dan keakuratan data. Selain itu temuan ini, kata Hudgins, juga bisa berlaku untuk negara tetangga seperti Kanada.

“Kita dapat melihat situasi serupa di Kanada, sejak penggerek abu zamrud tiba di sini dengan menyebar melintasi perbatasan dengan Amerika Serikat. Kota-kota seperti Monteral sedang dalam proses kehilangan semua pohon abu mereka,” katanya.

3. Sosok serangga penggerek

Serangga penggerek (Tom Murray/Flickr)
Serangga penggerek (Tom Murray/Flickr)

Penggerek abu zamrud juga dikenal dengan singkatan EAB adalah buprestid hijau atau kumbang permata asli Asia timur laut yang memakan spesies pohon abu. Di daerah asalnya, biasanya ditemukan pada kepadatan rendah dan tidak menyebabkan kerusakan signifikan pada pohon asli daerah tersebut.

Di luar daerah asalnya, serangga ini adalah spesies invasif dan sangat merusak pohon abu asli Eropa dan Amerika Utara. Sangat Sedikit yang diketahui mengenai serang ini sehingga banyak penelitian difokuskan di Amerika Utara. Pemerintah Amerika Utara pun berusaha mengendalikan dan memantau penyebarannya.

  Iguana laut, reptil yang dijuluki ‘Godzilla’ di dunia nyata

Kumbang dewasa biasanya berwarna hijau metalik cerah dan panjangnya sekitar 8,5 milimeter (0,33 inci) dan lebar 1,6 milimeter (0,063 inci), Elytra biasanya berwarna hijau gelap, tetapi juga dapat memiliki warna tembaga, Penggerek abu zamrud adalah satu-satunya spesies Agrilus Amerika Utara dengan perut bagian atas berwarna cerah.

Spesies ini juga memiliki tulang belakang kecil yang ditemukan di ujung perut dan antena bergerigi yang dimulai pada segmen antena keempat. Mereka meninggalkan jejak di pohon yang mereka rusak di bawah kulit kayu yang terkadang terlihat. 

Siklus hidup penggerek abu zamrud dapat terjadi selama satu atau dua tahun tergantung pada waktu bertelur, kesehatan pohon, dan suhu. Betina yang khas dapat hidup sekitar enam minggu dan bertelur sekitar 40-70 butir, tetapi betina yang hidup lebih lama dapat bertelur hingga 200 butir.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya