Anjing Kintamani, hewan kesayangan masyarakat Bali yang telah diakui dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Anjing Kintamani (RockyChannel/Flickr)

Anjing Kintamani merupakan anjing asli Bali yang telah dikenal luas dan diakui oleh dunia internasional. Pada tanggal 20 Februari 2019, lembaga Federation Cynologique Internasionale (FCI) mengumumkan bahwa anjing Kintamani diakui sebagai anjing trah dunia.

Anjing Kintamani Bali memiliki hubungan yang lebih erat dengan anjing Dingo dari Australia. Tinggi badan anjing Kintamani Bali jantan bila dihitung dari pundak sampai pijakan tanah adalah 45-55 cm dan betinanya sekitar 40-50 cm.

Lalu bagaimana sosok anjing Kintamani ini? Dan hubungannya dengan ras anjing lainnya? Berikut uraiannya:

1. Anjing Kintamani

Kintamani (Juventus Wisnu/Flickr)

Anjing telah dikenal sebagai hewan yang sangat bersahabat dengan manusia dan memiliki karakter menyenangkan, bisa dilatih dan diajak bermain. Indonesi sendiri memiliki anjing yang telah dikenal dan diakui dunia internasional, yaitu anjing Kintamani Bali.

Spesies yang telah menjadi maskot Kabupaten Bangli ini berasal dari pegunungan Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani. Permintaan pasar terhadap anjing Kintamani sangat tinggi karena penampilannya yang menarik sehingga cocok sebagai peliharaan.

Dimuat dari Kompas.id, Anjing kintamani memiliki ciri-ciri umum bertelinga tebal, kuat, berdiri berbentuk V terbalik dengan ujungnya membulat, dan warna merah oranye. Lalu matanya berbentuk lonjong seperti buah almond dengan bola mata berwarna cokelat gelap dan bulu berwarna putih.

  Keunikan kelelawar soppeng yang dipercaya sebagai penjaga kota

Hidung berwarna hitam kecokelatan dan bibir berwarna cokelat kehitaman. Sifat umum lainnya adalah pemberani, tangkas, waspada, dan curiga yang cukup tinggi. Anjing Kintamani juga dikenal sebagai penjaga yang handal, sebagai pengabdi yang baik, tidak lupa kepada pemilik atau perawatnya.

Selain itu, anjing ini memang suka menyerang anjing atau hewan lain yang memasuki wilayahnya dan juga menggaruk-garuk tanah sebagai tempat perlindungan. Pergerakan dari anjing Kintamani sangat bebas, ringan, dan lentur.

2. Diakui dunia

Kintamani (Tampanese/Flickr)

Sebuah lembaga yang menaungi tentang keturunan atau trah anjing secara global adalah Federation Cynologique Internasionale (FCI). Pada 20 Februari 2019, lembaga tersebut mengumumkan bahwa anjing Kintamani telah diakui sebagai anjing trah dunia.

“Dengan demikian jenis ini telah sejajar dengan anjing Chow-chow dari China, anjing Akita Inu dari Jepang, dan anjing Samoyed dari Rusia,” tulis Christopel Paino dalam Anjing Kintamani, Asli dari Bali dan Diakui Dunia yang dimuat Mongabay Indonesia.

Ketut Puja dalam The Kintamani Dog: Genetic Profile of an Emerging Breed from Bali, Indonesia menjelaskan asal usul anjing Kintamani. Menurutnya mula-mula disebutkan bahwa seorang pria Tionghoa pindah ke Bali tahun 1400 dan membawa serta anjing Chow-chownya.

  Simba, bayi kambing unik dengan telinga panjang

Dia kemudian menetap di daerah pegunungan Kintamani dan menikah dengan keluarga Bali dari Raja Jayang Pangus. Kemudian terjadi perkawinan antara anjing Chow-chow dengan anjing lokal hingga menciptakan jenis unuk yang disebut anjing Kintamani.

“Namun penelitian ini menegaskan bahwa anjing Kintamani berasal dari anjing lokal Bali dan bukan Chow-chow,” tulis para peneliti.

3. Terus meningkat

Anjing kintamani (free_adi/flickr)

Berdasarkan data terakhir yang dimiliki Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, saat ini total populasi anjing Kintamani di Bangli mencapai 2.787 ekor. Jumlah ini terus mengalami penambahan dari tahun sebelumnya, seiring meningkatnya jumlah pembudidaya.

Dikutip dari Balipost, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas PKP Kabupaten Bangli Sri Rahayu menyebut sebelum sepopuler sekarang, dahulu anjing Kintamani hanya banyak dipelihara warga di wilayah Dusun Paketan, Desa Sukawana.

Sering banyaknya penggemar anjing Kintamani, pengembangbiakannya meluas ke beberapa desa tetangga. Sementara itu agar bisa menjaga dan meningkatkan kualitas anjing Kintamani diharapakan pembudidaya bisa menerapkan pola budidaya yang lebih baik.

  7 hewan dengan kemampuan berpuasa, bahkan bisa sampai 10 tahun

“Kami harapkan pembudidaya bisa menerapkan manajemen pemeliharaan yang lebih baik. Salah satunya dengan cara dikandangkan. Karena kalau diliarkan, potensi perkawinan anjing Kintamani yang tidak sewarna dan kawin dengan induknya menjadi lebih tinggi dan berdampak pada kurang bagusnya kualitas anjing yang dihasilkan,” katanya.

Bila berhasil melakukan budidaya tentunya akan memberikan keuntungan bagi peternak anjing Kintamani itu sendiri. Saat ini harga anjing Kintamani di pasaran mulai Rp750 ribu hingga jutaan rupiah per ekor. Apalagi ditambah pengakuan dari dunia membuat harganya bisa saja melambung.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya