Banyak ditemukan di permukiman, benarkah ular pucuk tidak berbahaya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ular pucuk (Aaron Bloch/Instagram)

Ular pucuk adalah salah satu jenis ular yang kerap ditemukan di area sekitar permukiman. Ular pucuk yang disebut juga oriental whip snake atau asien vine snake merupakan ular berbisa, namun dianggap tidak berbahaya. Oleh sebab itu, tak perlu panik ketika menemukan ular pucuk di rumah atau sekitarnya.

Habitat ular pucuk antara lain hutan pegunungan, hutan kering, sawah, perkebunan, pohon, serta taman kota. Ular ini pun tak jarang ditemukan di pekarangan rumah yang dipenuhi pepohonan atau tanaman. Ular ini bisa menghasilkan hingga 9 ekor anak dengan panjang sekira 20 sentimeter.

Lalu mengapa ular ini selalu ada di pemukiman? Benarkah ular ini tidak berbahaya? Berikut uriannya:

1. Ular pucuk di permukiman

Ular pucuk (Jack KHLoo/Flickr)

Pada 2020 silam,  warga di Pancoran Mas Depok dikejutkan dengan kemunculan seekor ular di saluran air di rumahnya. Hal ini membuat pemilik rumah ketakutan. Petugas Damkar kemudiaan mengevakuasi ular yang memiliki ukuran 2 meter.

“Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok berhasil mengevakuasi ular sepanjang 2 meteran. Posisi dari pohon jatuh ke bawah di selokan halaman rumah,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulu Hutaruk yang dimuat dari Detik.

Sementara itu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sumatra Barat juga telah mengamankan sepuluh ekor hewan berbahaya selama dua bulan terakhir karena masuk ke permukiman warga pada 2019 silam. Beberapa hewan berbahaya ini adalah ular kobra, piton, pucuk, dan biawak.

  Fenomena belalang gurun, serangan hama yang paling berbahaya di dunia

Menurut Kepala Bidang Operasional Damkar Kota Padang, Basril menyebut ular masuk ke rumah warga memang menjadi fenomena saat ini, namun petugas belum bisa memastikan penyebab pastinya. Namun bisa jadi karena faktor perubahan cuaca dan ekosistem yang terusik.

2. Mengenal ular pucuk

Ular pucuk (Aaron Bloch/Instagram)

Seperti disebutkan di atas, ular pucuk adalah salah satu jenis ular yang kerap ditemukan di area sekitar permukiman. Ular pucuk yang disebut juga oriental whip snake atau asian vine snake merupakan ular berbisa namun dianggap tidak berbahaya.

Ular pucuk dapat tumbuh hingga dua meter, meski yang paling banyak ditemukan hanya mencapai satu meter. Ular pucuk mempunyai mata berukuran cukup besar dengan pupil berbentuk horizontal, sedangkan kepalanya tampak runcing seperti anak panah.

Ular pucuk memiliki tubuh ramping dan panjang. Salah satu spesies ular pucuk yang paling banyak ditemukan adalah ular gadung atau Ahaetulla prasina. Ular yang biasa hidup di pohon ini dinamakan ular gadung karena tubuhnya mirip dengan pucuk tanaman gadung (Dioscorea hispida).

  Selimut keangkeran yang menjaga sumber air Telaga Buret dari kerusakan

Saat masih kecil, ular pucuk memiliki warna yang bervariasi pada tubuhnya yaitu cokelat, kuning, dan hijau. Akan tetapi saat tumbuh dewasa, warna ular pucuk bisa berubah menjadi hijau daun dengan garis kuning tipis di bagian sisi tubuhnya.

3. Habitat dan perilaku ular pucuk

Ular pucuk (Fernando Iglesias/Flickr)

Dimuat dari Kompas, habitat ular pucuk antara lain hutan pegunungan, hutan kering, sawah, perkebunan, pohon, serta taman kota. Ular ini pun tak jarang ditemukan di pekarangan rumah yang dipenuhi pepohonan atau tanaman. Ular ini banyak ditemukan di negara-negara Asia, seperti China, India, Indonesia, Malaysia, Vietnam dan Laos.

Ular yang banyak beraktivitas pada siang hari ini biasanya memakan reptil atau amfibi kecil untuk bertahan hidup, seperti kadal, cecak, katak, bahkan burung kecil. Ular ini berkembang biak dengan cara ovovivipar, yakni membesarkan dan menetaskan telur di dalam tubuhnya.

Ular pucuk termasuk jenis ular yang mudah ditangkap dan mudah dijinakkan. Saat ini sudah cukup banyak pecinta reptil yang memelihara ular pucuk. Ular pucuk memang punya bisa, namun bisanya rendah jadi tidak berbahaya bagi manusia.

  Death Adder, ular berbisa dunia yang banyak dijumpai di Papua

Namun ular pucuk sering tertukar dengan ular hijau ekor merah (Trimeresurus albolabris) yang tinggal di pepohonan. Selain sama-sama tinggal di pohon, kedua ular itu juga sama-sama berwarna hijau. Namun perbedaannya adalah ular hijau merah berbahaya bagi manusia, berbeda dengan ular pucuk.

Bila tergigit. hanya akan membuat gatal di bagian yang tergigit. Namun, bisa milik ular pucuk tetap berbahaya bagi hewan kecil yang menjadi mangsanya. Inilah serba serbi ular pucuk yang sering dipelihara manusia dan perbedaannya dengan ular hijau ekor merah.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya