Berkenalan dengan Corky, Orca dengan kisah hidup paling tragis di dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Corky saat melakukan pertunjukan (Bryce Bradford/Flickr)

Orca atau paus pembunuh, adalah salah satu spesies mamalia air bergigi yang masuk dalam kategori predator puncak. Meski begitu, sejak lama wujud orca banyak dikenal lewat citra sebagai hewan yang bersahabat. Bukan tanpa alasan, kesan tersebut muncul berkat sebuah film yang rilis di tahun 1993.

Masih ingat dengan film Free Willy? Film yang menceritakan mengenai persahabatan antara seorang anak lelaki dengan orca bernama Willy. Willy dalam film tersebut mengalami eksploitasi di taman hiburan, untuk melakukan pertunjukan di depan banyak orang dan terancam mati.

Dibantu oleh anak lelaki yang bersahabat dengannya untuk bisa kembali ke laut lepas, Willy pun akhirnya bebas dan hidup dengan bahagia. Namun lain hal di film, lain pula kejadian yang ada di dunia nyata.

Tak banyak yang tau, jika di dunia ini ada seekor orca dengan cerita kehidupan yang tragis selama lebih dari setengah abad. Mulai dari dipisahkan dari keluarganya, dieksploitasi, hingga diserang sesama orca dalam penangkaran.

Adalah Corky, orca betina yang masih hidup hingga saat ini dan sedang diperjuangkan kebebasannya oleh pencinta satwa dunia.

  Mengenal erabu, ular amfibi di perairan Indonesia

1. Petaka di tahun 1969

Sama seperti sebagian besar hewan lainnya, orca adalah hewan yang hidup secara berkelompok di laut lepas. Tidak langsung menderita sebagai hewan atraksi, Corky yang lahir pada 1965 awalnya hidup bahagia dengan sang ibu di kawasan lepas pantai British Columbia.

Penderitaan di mulai pada tahun 1969, saat ia diambil paksa dari sang ibu oleh sekelompok pemburu bersama dengan dua pasang orca muda lainnya. Corky kemudian dijual ke taman hiburan bernama Marineland of the Pacific, yang berada di California.

Sementara itu di waktu berbeda, ibu dari Corky yang diketahui bernama Stripe disebut telah mati pada kisaran tahun 2000 di laut lepas.

Di taman hiburan Marineland of the Pacific, Corky dipasangkan dengan seekor orca jantan bernama Orky. Yang menarik, Orky bisa dibilang merupakan ‘sepupu’ Corky karena ditangkap di lokasi sama–lepas pantai British Columbia, setahun sebelum Corky ditangkap.

Mereka hidup sebagai pasangan selama 17 tahun, dan selama itu pula keduanya telah memiliki sekitar 7 anak, yang tragisnya semua mati secara menyedihkan.

2. Kehidupan yang tragis

Corky (Kevin/Flickr)

Saat pertama kali melahirkan di tahun 1977, Corky menjadi orca pertama yang berhasil melahirkan di penangkaran. Namun, catatan tersebut diikuti dengan kejadian kelam yang terus terjadi. Bayi pertama Corky yang berjenis kelamin jantan disebut gagal menyusui dan meninggal setelah 7 hari karena mengalami pneumonia.

  5 hewan dengan kemampuan migrasi terjauh, ada yang ke ujung bumi

Kemudian selama 10 tahun selanjutnya, Corky terus dipaksa untuk hamil dan melahirkan. Namun dari keseluruhan 7 bayi yang lahir, tidak ada yang sanggup bertahan lama dan langsung mati. Adapun bayi yang berhasil bertahan paling lama hanya sanggup hidup selama 46 hari.

Corky sendiri diketahui mengalami keguguran pada kehamilan terakhir, setelah ditemukan janin yang sudah mati di dasar tangki penampungnya. Setelah masa itu, baik Corky maupun Orky kemudian dijual ke SeaWorld San Diego pada tahun 1987.

Di ‘kurungan’ baru, keduanya terpisah dan dipasangkan dengan orca yang berbeda. Corky dipasangkan dengan orca asal Islandia dan sempat melahirkan dua bayi, yang lagi-lagi mati hanya dalam hitungan hari. Setelahnya, Corky tidak pernah hamil dan melahirkan lagi.

3. Orca yang menderita

Corky (Katie/Flickr)

Seakan belum cukup penderitaan puluhan tahun hidup di tangki beton dengan mengalami keguguran, Corky juga pernah diserang oleh orca betina yang bersifat dominan. Pada tahun 1989, ia diserang oleh orca betina bernama Kandu.

Tapi ternyata, dari konflik tersebut justru Kandu yang mengalami cedera berupa pemecahan arteri di bagian rahang. Kandu akhirnya mati setelah mengalami pendarahan selama 45 menit.

  Lungfish, ikan purba yang bisa hidup selama 4 tahun walau tanpa air

Yang menarik, Kandu rupanya mati dengan meninggalkan anak betina berusia 11 bulan. Pada akhirnya, anak Kandu ditempatkan dalam satu tangki atau kolam dengan Corky, yang kemudian berperan sebagai ibu pengganti.

Sementara itu, diceritakan juga bahwa Corky mengalami beberapa masalah tubuh, seperti buta pada mata bagian kiri.  Kemudian gigi bagian atas dan bawah Corky yang penting bagi pertahanan orca juga sudah rusak. Hingga saat ini (2022), Corky diketahui masih hidup di SeaWorld San Diego bersama dengan 8 ekor orca lainnya.

Namun, Corky menjadi satu-satunya orca tangkapan dari kelompok keluarganya yang masih hidup. Dan yang tak terduga, ia bisa hidup hingga lebih dari 50 tahun. Terbilang lebih lama untuk ukuran orca betina yang diperkirakan bisa hidup hingga usia 45 tahun di penangkaran.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya