Dikenal ganas, mengapa buaya takluk pada kuda nil?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kuda nil dan buaya (Michael Munk/Flickr)

Buaya dikenal sebagai salah satu hewan buas di dua alam, baik air atau darat. Hewan satu ini bahkan menempati posisi predator puncak pada rantai makanan di ekosistemnya. Bisa dibilang, buaya nyaris tidak takut pada hewan lain apa pun yang ada di sekitarnya. Kecuali satu, yakni kuda nil.

Fakta tersebut terbilang unik, pasalnya buaya adalah hewan ganas karnivora yang siap menyergap apapun bahkan manusia, sebagai mangsanya. Sementara itu kuda nil yang ditakuti oleh buaya pada dasarnya adalah hewan herbivora yang memakan rumput, sayuran, atau buah-buahan.

Dari segi kecepatan, kuda nil juga terbilang kalah dari buaya yang terkenal lincah bahkan kerap menyergap mangsa secara tiba-tiba. Lantas, apa yang membuat buaya takluk?

1. Perawakan ‘tahan banting’ kuda nil

Kuda nil (Safari Partners/Flickr)

Satu fakta yang harus diketahui, sebenarnya bukan buaya saja yang takut pada kuda nil, melainkan nyaris semua hewan di lingkungan sekitar. Bukan takut dalam artian selalu menghindar karena tak ingin dimangsa, mengingat hewan ini sendiri merupakan herbivora.

Namun pada dasarnya kuda nil adalah hewan yang sangat tegas terhadap teritori atau wilayah kekuasaan mereka. Hidup berkelompok, kuda nil tak segan untuk menyerang makhluk yang dianggap mengancam jika ada anggota kelompoknya yang terusik.

  Berkenalan dengan Corky, Orca dengan kisah hidup paling tragis di dunia

Hal penting yang membuat kuda nil bukan tandingan buaya adalah morfologi tubuhnya yang ‘tahan banting’. Pertama dari segi bobot, kuda nil sendiri dikenal sebagai mamalia terbesar ketiga setelah gajah dan badak putih.

Kuda nil dewasa jantan dapat tumbuh dengan bobot lebih dari 1.587 kilogram, sedangkan betina lebih dari 1.360 kilogram. Tinggi maksimalnya bisa mencapai 1,6 meter dengan panjang maksimal 5,2 meter.

2. Pertahanan kuat dibanding buaya

Kuda nil (Daniel/Flickr)

Bukan hanya menang dari segi bobot, namun pertahanan kuda nil juga tak kalah menakutkan. Meski dalam film animasi Madagascar hewan ini terlihat begitu menggemaskan, nyatanya gigi mereka sangat berbahaya.

Kuda nil memiliki struktur gigi tajam dengan panjang maksimal mencapai 20 inch atau sekitar 50 sentimeter. Ukuran tersebut lebih dari cukup untuk mencabik hewan lain yang mengusik mereka, termasuk buaya.

Bagaimana jika buaya lebih dulu menyerang bagian tubuh kuda nil?

Tak perlu repot-repot, hewan satu ini memiliki lapisan pelindung atau kulit yang tebal dan keras. Tebal dari kulit kuda nil disebut mencapai 6 centimeter, cukup keras untuk menahan gigitan musuh. Alih-alih tergigit, buaya yang menyerang justru bisa lebih dulu diserang oleh bobot kuda nil yang jelas lebih besar.

  Nama hewan yang terinspirasi pesohor dunia, dari Taylor Swift hingga Leonardo DiCaprio

Fakta lainnya, kuda nil termasuk hewan yang tak bisa dijinakkan, berbeda dengan badak yang mungkin bisa nyaman saat sudah lama hidup di penangkaran. Kalau pun bisa dijinakkan, hal tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat, mungkin ketika kuda nil masih kecil atau muda.

Saat sudah dewasa, naluri alami untuk menandai dan menjaga teritori mereka dengan tegas dan agresif akan kembali.

3. Jika diadu, siapa menang?

Kuda nil vs buaya (Discovery Sky/Flickr)

Secara umum jawabannya jelas kuda nil. Tidak perlu berpikir dua kali bagi buaya untuk menghindar dan tidak mengusik mereka. Kalaupun berada dalam satu teritori yang sama, buaya akan memilih untuk diam tenang dan menghindari konflik.

Karena pada dasarnya, kuda nil sendiri tidak akan terlibat konflik jika tidak terusik. Adapun biasanya kuda nil merasa terusik jika teritorinya dimasuki makhluk lain, kawanannya di ganggu, atau yang paling sering anak mereka disasar oleh predator lain.

Karena pada beberapa kondisi, kerap terjadi peristiwa anak kuda nil yang akhirnya diserang dan dimangsa buaya saat sedang lengah dari dampingan induknya. Hal tersebut terjadi dalam salah satu peristiwa yang diungkap oleh seorang fotografer asal Ceko, Vaclav Silha.

  Lungfish, ikan purba yang bisa hidup selama 4 tahun walau tanpa air

Vaclav pernah menyaksikan buaya yang berakhir tragis di mulut seekor kuda nil setelah bertarung dengan sengit, di Serengeti National Park, Tanzania.

Saat itu, ia diketahui sedang mendokumentasikan gambar puluhan kuda nil yang sedang mandi di sungai. Tapi tiba-tiba seekor buaya menghampiri kerumunan dan memicu keributan.

“Satu-satunya alasan seekor kuda nil bertarung adalah jika ada anaknya yang terancam. Dan itu yang terjadi saat itu. Yang saya tahu buaya itu kemudian sudah ada di mulut kuda nil yang menganga,” ungkapnya, mengutip Detik.com

Artikel Terkait

Artikel Lainnya