Mengenal 5 spesies badak yang ada di dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Badak hitam (Paul Mansfield/Flickr)

Siapa yang tidak mengenal badak? Hewan mamalia ini diyakini sebagai salah satu spesies yang nenek moyangnya sudah hidup sejak puluhan juta tahun lalu. Masuk dalam kategori famili Rhinocerotidae, berbagai sumber menyebut jika awalnya ada sebanyak 30 spesies badak di dunia ini.

Namun seiring berjalannya evolusi dan kepunahan, diketahui tersisa lima spesies badak yang ada di dunia, dan tersebar di benua Asia dan Afrika. Lagi-lagi Indonesia patut berbangga, karena dari lima spesies tersebut, dua di antaranya bersifat endemik yang berasal dari tanah Sumatra dan Jawa.

Di lain sisi, rasa kebanggaan tersebut beriringan dengan ancaman yang menghantui. Selama bertahun-tahun, tiga dari lima spesies badak yang tersisa kini sedang berjuang melawan bayang-bayang kepunahan. Dan sayang, dua di antara spesies yang dimaksud adalah spesies endemik yang berasal dari Indonesia.

Seperti apa karakteristik dari masing-masing spesies badak yang tersisa di dunia, dan bagaimana status populasinya?

1. Badak putih

Badak putih (ucumari photography/Flickr)

Memiliki nama ilmiah Ceratotherium simum, spesies ini secara alami tersebar di Afrika bagian utara dan Selatan. Karena itu, jenisnya terbagi lagi menjadi dua sub-spesies, yakni badak putih selatan (Ceratotherium simum simum) dan badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni).

Spesies yang mengalami ancaman kepunahan adalah badak putih utara, yang saat ini hanya tersisa dua individu betina bernama Najin dan Fatu. Sedangkan untuk badak putih selatan, individu yang tersisa kini berada di kisaran 50-200 ekor. Berdasarkan klasifikasi IUCN, populasi hewan ini sekarang berada di status near threatened atau mendekati/hampir terancam.

  Kenali 5 hewan paling aneh yang bisa ditemukan di gurun

Meski dijuluki badak putih, sebenarnya warna kulit mereka tidak putih seutuhnya, melainkan abu-abu pucat. Hewan satu ini memiliki berat hingga mencapai 1,7 hingga 4 ton, dan tinggi mencapai 1,8 meter dengan panjang 4,5 meter.

2. Badak hitam

Badak hitam (Seventh Heaven Photography/Flickr)

Jika di Afrika Utara dan Selatan ada badak putih, maka di bagian Afrika Timur dan Tengah ada badak hitam (Diceros bicornis). Lagi-lagi meski dijuluki badak hitam, namun warna kulitnya sendiri lebih cenderung abu-abu pekat.

Badak hitam dewasa tingginya bisa mencapai 1,4-1,7 meter hingga bahu dan panjangnya di kisaran 3,3-3,6 meter. Individu dewasa memiliki berat 0,8-1,4 ton, tapia da beberapa individu yang memiliki berat mencapai 1,8 ton. Sama seperti badak putih, spesies betina dari badak ini biasanya berukuran lebih kecil dibanding pejantan.

Sayangnya, badak hitam termasuk satu dari tiga spesies yang berada di status critically endangered atau kritis.

3. Badak india

Badak India (Helene Hoffman/Flickr)

Berasal dari wilayah Nepal dan Assam, India, badak India (Rhinoceros unicornis) juga kerap ditemui di kaki Gunung Himalaya.

  Mengenal erabu, ular amfibi di perairan Indonesia

Memiliki warna tubuh abu-abu kecoklatan dengan lipatan kulit berwarna merah muda. Badak india bisa tumbuh dengan tinggi mencapai 1,6-1,9 meter sampai bahu, dengan panjang sekitar 3,1-3,8 meter. Rata-rata badak india punya berat mencapai 2,2 ton, namun ada juga yang tercatat memiliki berat hingga 3 ton.

Menariknya, badak india dikenal sebagai perenang yang handal dan dapat berlari dengan kecepatanmencapai 55 kilometer per jam. memiliki populasi yang terbilang masih aman, badak india masih ada di status vulnerable atau rentan versi IUCN.

4. Badak sumatra

Badak Sumatra (Paula Longshore/Flickr)

Memiliki nama ilmiah Dicerorhinus sumatrensis, badak sumatra memiliki ukuran terkecil dibandingkan semua spesies badak di dunia. Lain itu, mereka memiliki rambut terbanyak dibandingkan spesies badak lainnya. Tak heran badak sumatra sering disebut sebagai hairy rhino (badak berambut).

Badak endemik pertama dari Indonesia ini bisa tumbuh dengan panjang mencapai kisaran 2-3 meter, dan tinggi 1-1,5 meter. Sedangkan beratnya diperkirakan berkisar antara 600-950 kilogram. Habitat badak sumatra mencakup hutan rawa dataran rendah hingga hutan perbukitan. Kini populasinya banyak terdapat di TN Way Kambas dan wilayah Sumatra lainnya.

  Fenomena belalang gurun, serangan hama yang paling berbahaya di dunia

Karena populasinya yang diperkirakan hanya tersisa kurang dari 100 individu, badak sumatra berada di status critically endangered atau kritis.

5. Badak jawa

Badak jawa (Carlos Urdiales/Flickr)

Mamalia endemik lain yang dimiliki Indonesia namun sayangnya sama-sama berada di status kritis adalah badak jawa (Rhinoceros sondaicus). Sedikit lebih besar dibanding badak sumatra, badak jawa dapat tumbuh hingga panjang 2-4 meter dan tinggi mencapai 1,7 meter.

Untuk berat, badak jawa memiliki bobot di kisaran 0,9-2,3 ton. Memiliki ciri fisik tubuh berwarna abu-abu dengan tekstur kulit yang tidak rata dan berbintik. Populasi badak jawa kini banyak tersisa di TN Ujung Kulon.

Namun sama halnya seperti badak sumatra, populasi badak jawa kini juga diperkirakan hanya tersisa di bawah 100 individu.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya