Mengenal jenis sapi kurban yang ada di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Sapi ternak (Alwi Hafizh A./Unsplash)

Kurang lebih seminggu lagi, umat muslim di tanah air akan merayakan Hari Raya Iduladha yang identik dengan pemotongan hewan kurban. Di Indonesia ada tiga jenis hewan yang secara umum dikurbankan. Hewan kurban yang dimaksud terdiri dari sapi, kambing, dan domba.

Pemilihan hewan kurban sendiri bervariasi. Ada yang memang lebih memilih kambing atau domba untuk berkurban secara perorangan. Namun tak sedikit pula yang memilih berkurban sapi atas nama satu keluarga atau beberapa orang sekaligus.

Di lain sisi, pemilihan sapi juga banyak dilakukan karena besarnya hewan dan semakin banyak daging yang bisa dibagikan. Bicara mengenai sapi, selama ini memang ada beberapa jenis sapi yang dikenal unggul akan kualitas dagingnya.

Apa saja jenis sapi kurban yang dimaksud? Berikut 5 di antaranya:

1. Sapi Limosin

Sapi limosin (Frans Eggermont/Flickr)

Merupakan salah satu jenis sapi yang paling sering diandalkan oleh Presiden RI setiap Iduladha dari tahun ke tahun. Memiliki tubuh yang besar, panjang, dan padat, sapi jenis ini pertama kali dikembangbiakkan di Prancis. Limosin sendiri dikenal sebagai salah satu hewan pedaging yang memiliki kualitas sangat baik.

  Burung kirik-kirik laut, pembasmi hama padi yang jadi favorit fotografer

Memiliki bobot lahir terbilang kecil, namun proses pertumbuhannya sangat cepat. Dengan pertambahan bobot mencapai 1-1,4 kilogram per hari, tak heran jika bobot sapi limosin dewasa bisa mencapai lebih dari 1 ton.

Kisaran harga untuk sapi limosin dengan bobot 1 ton dihargai sekitar Rp90 juta. Adapun sapi dengan bobot lebih dari 1 ton dengan kualitas terbaik dapat menyentuh angka ratusan juta.

2. Sapi Brahman

Sapi brahman (Puslitbang Peternakan/Flickr)

Berasal dari India, sapi Brahman memiliki ciri fisik berupa tubuh yang besar jika dibandingkan dengan sapi lokal. Sapi jenis satu ini mulai diimpor ke Indonesia dan dibudidayakan pada tahun 1970-an.

Sapi brahman yang dibudidayakan dengan tujuan menjadi hewan sembelih diternak dengan sistem pembesaran jangka panjang. Bobotnya bisa  mencapai bobot 500 kilogram dalam kurun waktu dua tahun.

Wilayah Sumba diketahui menjadi salah satu sentra peternakan sapi jenis Brahman yang unggul. Pertumbuhan bobot dari setiap sapi mencapai 0,8 kilogram per hari, sehingga bisa diperoleh sapi jantan dewasa dengan bobot 800 kilogram.

3. Sapi Angus

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by BERKAH SETIA FARM (@setia_farm)

Dikenal juga dengan nama Black Angus atau sapi hitam. Berasal dari Skotlandia, jenis sapi ini populer sebagai sapi potong untuk hidangan steak di daratan Eropa hingga Amerika.

  Peringkat provinsi penghasil daging sapi terbanyak di Indonesia (2010-2021)

Bukan tanpa alasan, daging dari sapi ini diketahui berkualitas karena lemak yang sedikit dan serat yang padat. Sapi Angus diketahui mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1976 dan mulai dilakukan peranakan di Kabupaten Sragen. Jumlahnya sendiri disebutkan mulai meningkat pada kisaran tahun 1982-1992.

4. Sapi Brangus

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by MG FARM (@mg_farm2017)

Merupakan bentuk perkawinan silang antara sapi Brahman dan sapi Angus, sehingga memiliki keunggulan dari masing-masing induk.

Hasil Silangan аntаrа Brahman dan Angus уаng menghasilkan jenis Sapi Brangus aslinya berasal dаrі Oklahoma, Amerika Serikat. Baru kemudian diimpor dan dibudidayakan di Indonesia.

Keunggulan dari sapi jenis ini disebut tahan terhadap cuaca panas, gigitan serangga, mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan memiliki produktifitas daging tinggi. Terbukti, bobot sapi brangus jantan bisa mencapai 1.800 kilogram dan 1.200 kg untuk brangus betina.

  Cerita gurita yang akan mati setelah kawin dengan pasangannya

5. Sapi Bali

Sapi bali (Ketut Suyasa/Flickr)

Memiliki wilayah penyebaran utama di Bali, jenis ini merupakan salah satu jenis sapi lokal asli Indonesia. Sapi Bali mempunyai ciri khas warna putih pada bagian kaki dengan bentuk dan karakteristik yang sama dengan banteng.

Dengen pemeliharaan yang baik, penambahan berat badan harian sapi Bali bisa mencapai 0,8 kilogram per hari. Pada umur 1,5 tahun, bobot sapi Bali bisa mencapai 217 kilogram.

Ditinjau dari sejarahnya, sapi merupakan hewan ternak yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat petani di Bali. Selain dijadikan sapi potong, petani di Bali juga memelihara sapi untuk membajak sawah dan tegalan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya