Pengakuan warga di Sukabumi yang bertemu hewan diduga harimau jawa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Harimau (Commones Wikimedia)
Harimau (Commones Wikimedia)

Lima warga Kecamatan Surade, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar)  dilaporkan sempat berjumpa dengan binatang buas yang diduga harimau jawa. Perjumpaan tiga pemuda dan dua pemudi dengan harimau tersebut terjadi di jalan desa wilayah Desa Cipeundeuy pada Minggu (18/8/2019) sekitar pukul 23.30 WIB.

Peristiwa ini sudah diketahui oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jabar dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar. Kabar penemuan juga beberapa kali didengar, walau begitu belum ada fakta bahwa harimau jawa memang masih ada.

Lalu bagaimana penemuan jejak harimau ini? Dan benarkah hewan ini sebenarnya belum punah? Berikut urainya :

1. Kronologi pertemuan harimau

Harimau sumatra (Helene Hoffman/Flickr)
Harimau sumatra (Helene Hoffman/Flickr)

Seorang pemuda Ripi Yanur Fajar menunjukan lokasi perjumpaan dengan harimau di Desa Cipeundeuy. Ripi mengutarakan, malam itu dia hendak pulang ke rumah menggunakan sepeda motor seorang diri, sementara empat temannya menumpang mobil jenis Suzuki Escudo. 

Beberapa meter sebelum kejadian, Ripi mengaku mendengar bunyi berisik dari kebun yang terletak di sebelah kiri jalan. Menurutnya, bunyinya mirip bintang sedang berlari dan menginjak dedaunan kering. Dia kemudian memperlambat laju motor, karena adanya binatang yang melompat pagar hingga mengenai kaca spionnya.

  Terungkap 'pelindung' yang jadikan tardigrada hewan terkuat di bumi

“Awalnya saya curiga babi. Karena takut diseruduk saya mengerem motor. Namun bukannya babi, ternyata yang lompat itu harimau,” jelas alumni SMK jurusan otomotif yang dinukil dari Kompas ini.

Harimau itu ucapnya seperti terjatuh, kemudian berposisi terjaga dan berhadapan dengannya sekitar 4 meter. Kejadiannya katanya sangat cepat, selang sekitar setengah menit kemudian, mobil yang ditumpangi temannya tiba di lokasi kejadian dan menghentikan kendaraan.

Karena lokasi mobil yang berada tepat di belokan, jadi lampu sorotnya tidak langsung mengenai tubuh harimau dalam posisi terjaga. Namun, Ripi menyakini bahwa sosok itu adalah harimau, tetapi badannya kurus, kumal, tingginya kurang satu meter.

“Saya bisa memastikan itu harimau, bukan macan tutul, tetapi enggak tahu harimau apa. Intinya yang warnanya kuning belang hitam, dan ekornya menyentuh tanah dan ujungnya terlihat melengkung, lentik ke atas,” sambung Ripi.

Setelah itu, dia membunyikan klakson motor yang diikuti klakson mobil. Harimau langsung berdiri berbalik arah dan langsung lari di jalan desa. Sekitar 50 meteran terlihat harimau itu belok ke kanan masuk ke kebun dan hilang dalam kegelapan.

  5 fakta mencengangkan cacing kepala palu, unik tapi berbahaya

2. Kembali ke lokasi kejadian

Harimau sumatra (DUPAN PANDU/Flickr)

Sebulan kemudian pada Jumat 27 September 2019, meskipun masih diliputi rasa takut, Ripi kembali ke lokasi perjumpaan dengan hewan yang diduga harimau karena harus mengantar kenalannya. Kenalannya yang berasal dari Bogor ini ingin menyelidiki lokasi perjumpaan harimau.

“Ditemukan sehelai rambut sekitar tiga sentimeter yang diduga rambut harimau tersangkut di pagar saat melompat,” tutur Ripi yang sempat ketakutan bila kembali berjumpa harimau.

Selain rambut, dirinya juga menemukan jejak dan goresan kuku di bebatuan. Semua informasi ini telah diserahkan kepada lembaga berwenang. Ripi berharap hasil temuannya itu bisa mengungkap jenis binatang yang dijumpai bersama empat temannya.

“Sampai sekarang masih bingung, yang dilihat itu benar-benar harimau nyata, atau harimau mistis. Saya berharap hasil temuannya bisa mengungkap semuanya,” harap Ripi.

Saat ini, dia mengaku sudah berani melintas ke lokasi perjumpaan dengan harimau, namun bila malam hari tetap saja khawatir dan masih harus ditemani beberapa orang. Sebelumnya selama tiga bulan lamanya, dia tidak berani melintas jalan itu, bahkan harus berputar jalan jauh.

  Tidak kalah dengan anjing, kambing ternyata lebih pintar daripada ternak lain

3. Masih perlu dipastikan

Ilustrasi harimau memangsa buruan (Emma Rehnberg/Flickr)

Diberitakan sebelumnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jabar Bidang Wilayah I Bogor membenarkan menerima informasi perjumpaan warga dengan hewan diduga harimau jawa di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jabar.

Dalam informasi itu pun disampaikan terdapat sampel sehelai rambut yang ditemukan di lokasi pada Jumat 27 September 2019. Namun, pihak Balai Besar KSDA Jabar mengaku baru menerima informasi sekitar Januar 2022. Sementara itu sampai sekarang masih perlu diteliti.

“Untuk mengetahui kepastian sampel sehelai rambut itu masih diidentifikasi para peneliti,” ungkap Kepala Bidang KSDA Bidang I Bogor Lana Sari.

Sebelumnya, kabar akan kemunculan hewan mirip harimau juga terlihat di Kampung Cibutun, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jabar. Pada Rabu (30/10/2019), tim gabungan kemudian menyusuri tempat yang diduga lokasi kemunculan hewan tersebut.

Dari penelusuran itu, mereka menemukan banyak jejak tapak kaki hewan mirip kucing dengan ukuran besar di sekitar perkebunan semangka dan mata air Cibutun. Diketahui warga telah dua kali melihat kemunculan hewan yang mirip dengan harimau pada malam hari, namun hingga kini belum bisa dibuktikan faktanya.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya