Tragis, deretan hewan ini kerap memakan sampah dan makanan sisa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Gagak mencari makanan dari sampah (Immortal Penguin/Flickr)

3 karakteristik hewan yang umum dikenal dari jenis makanannya terdiri dari herbivora, karnivora, dan omnivora. Di luar itu ada kondisi abnormal yang terjadi di mana mereka bersifat kanibal. Namun seakan belum cukup, ada lagi hewan yang memiliki karakteristik tak biasa, yakni memakan sampah.

Ada beberapa hal yang mendorong sejumlah hewan pada akhirnya memakan sampah. Mulai dari sampah adalah sisa makanan manusia yang sebenarnya bersifat sampah organik. Hingga sampah yang secara harfiah berbentuk plastik dan terpaksa dikonsumsi karena tidak ada makanan sewajarnya yang bisa dikonsumsi.

Apa saja hewan yang diketahui memiliki kebiasaan memakan sampah? Berikut di antaranya:

1. Babi

Babi di lingkungan sampah (Dave Schreier/Flickr)

Pada dasarnya babi adalah pemakan segala (omnivora) yang memiliki indra penciuman sangat baik. Mereka dapat dengan cepat mengidentifikasi sisa makanan seperti sisa makanan seperti roti, kulit sayuran, dan sampah dapur dari sampah yang bisa mereka makan.

Fakta lainnya, campuran sampah organik itu yang biasa digunakan oleh beberapa peternakan babi di beberapa negara–tidak semua.

  Demi bertemu pasangan, paus bungkuk mampu berkelana sejauh 6.000 kilometer

Biasanya para peternak akan memilah sampah organik yang ‘layak’ untuk diberikan kepada ternak babi. Mereka juga terlebih dulu memastikan jika tidak ada kandungan berbahaya pada sampah yang diberikan kepada para babi.

2. Rakun

Rakun memakan sampah (Adrian Cabrero/Flickr)

Tidak ada di Indonesia, di negara-negara barat hewan satu ini biasanya banyak berkeliaran di rumah yang berlokasi di dekat kawasan hutan. Seperti yang terlihat di film-film, mereka memang memiliki kebiasaan untuk membongkar tong sampah untuk mencari makanan.

Sama halnya seperti babi, rakun juga merupakan omnivore yang memiliki indra penciuman sangat kuat. Mereka biasanya akan dengan mudah mendeteksi aroma sampah daging, ikan, atau tulang unggas yang ada di tempat sampah.

3. Burung gagak

Gagak memakan sampah (Wolf Read/Flickr)

Gagak sendiri dikenal sebagai hewan yang kerap mengintai dan memakan bangkai binatang yang telah mati. Mereka secara harfiah kerap mengonsumi sejumlah sampah lunak. Hal itu disebut mampu mereka lakukan karena burung gagak memiliki sistem pencernaan yang efisien.

Sebenarnya kondisi tersebut dipandang sebagai hal yang tak bisa dianggap lumrah. Namun sampah terutama berjenis organik yang dimakan oleh burung gagak diyakini dapat mencegah penyebaran penyakit dan pencemaran lingkungan lebih luas.

  Serupa tapi tak sama, mengenal perbedaan antara kambing dan domba

4. Tupai

Tupai mencari makanan dari sampah (Lee Rentz/Flickr)

Sama halnya seperti rakun, tupai juga merupakan salah satu hewan yang kerap mencari makanan di tempat pembuangan sampah. Meski mereka dikenal sebagai pemakan utama kacang-kacangan, namun tupai dikenal sebagai hewan oportunistik.

Artinya, mereka kerap mencari makanan yang cocok bagi perutnya seperti cangkang telur, sisa makanan, dan sejenisnya. Oleh karena itu, tupai akan makan tergantung pada ketersediaan jenis makanan tertentu.

5. Posum

Possum mencari makan di tumpukan sampah (MSU Extension/Evan O’Donnell)

Possum juga merupakan salah satu hewan oportunistik. Mereka bisa makan berbagai jenis makanan mulai dari serangga, belatung rumput, tikus mati, dan sampah.

Sering ditemukan bersembunyi di sekitar tempat pembuangan sampah, mereka biasa mencari makanan berupa sisa telur busuk, dan nasi yang dibuang.  Mereka memiliki sistem pencernaan yang kuat untuk mencerna berbagai jenis makanan yang akan dihindari makhluk lain.

6. Kambing

Kambing pemakan plastik di Pulai Bungin (Anton Wisuda/Mongabay Indonesia)

Fenomena kambing memakan sampah plastik secara nyata terjadi di Indonesia. Dapat ditemui di Pulau Bungin, Kabupaten Sumbawa, provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut terjadi karena tidak ada lahan yang menyediakan rumput sebagai makanan utama kambing.

  Anjing Kintamani, hewan kesayangan masyarakat Bali yang telah diakui dunia

Kondisi itu secara nyata berdampak pada kambing yang berada di pulau tersebut. Sebagai hewan pemakan rumput, mereka terpaksa harus memakan plastik karena hampir tidak ada hamparan rerumputan atau tumbuhan yang tumbuh.

Bukan hanya plastik, kambing-kambing tersebut juga memakan kertas, kardus kecil, bahkan uang lembaran. Yang membuat heran, hewan tersebut diketahui tetap bisa beranak-pinak, dan kambing-kambing yang ada tetap terlihat gemuk meski dengan kondisi perut yang nampak membuncit.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya