Unik, 5 makhluk ini tidak bisa merasakan sakit

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ubur-ubur telur mata sapi (Tasos Kostopoulos/FLickr)

Rasa sakit adalah hal yang wajar dimiliki oleh makhluk hidup yang bisa bernafas dan bergerak, termasuk hewan dan manusia. Secara umum, rasa sakit didefinisikan sebagai salah satu cara tubuh untuk melindungi diri dari kerusakan atau cedera.

Meski harusnya normal dimiliki oleh semua makhluk hidup, nyatanya ada beberapa makhluk yang tak bisa merasakan hal tersebut. Iya, ada beberapa jenis hewan di dunia ini yang ternyata tidak bisa merasakan sakit.

Bagaimana tubuh hewan yang dimaksud bisa menahan rasa sakit, dan apa penyebabnya? Berikut deretan hewan yang dimaksud dan penjelasan yang bisa dipahami.

1. Ubur-ubur

Ubur-ubur (kds8404/flickr)

Dikenal hidup di air, hewan laut satu ini nyatanya bukanlah ikan. Lain itu, ada fakta unik yang menyertai mengenai kenyataan bahwa spesies satu ini tidak bisa merasakan sakit. Satu-satunya alasan yang membuat ubur-ubur tidak bisa merasakan sakit adalah karena mereka tidak memiliki pusat saraf.

Seperti yang umum diketahui, ubur-ubur selama ini dikenal sebagai hewan lunak yang tidak memiliki tulang belakang. Mereka juga tidak memiliki otak, jantung, tulang, atau sistem pernapasan.

  Insiden pria ditarik orangutan, setara 8 kali kekuatan manusia dewasa

Karena itu, ubur-ubur tidak memiliki pusat saraf atau otak yang terpusat, sehingga tidak ada sel pengantar nyeri yang bisa membuat mereka menyadari rasa sakit. Meski begitu, disebutkan bahwa ubur-ubur memiliki sistem saraf primitif. Yang mana sistem saraf primitif ini membuat mereka hanya dapat bergerak sebagai naluri, bukan karena respons terhadap rasa sakit.

2. Tiram

Tiram (samantha celera/flickr)

Hewan yang umum dijadikan santapan mewah ini juga jadi salah satu makhluk yang rupanya tidak bisa merasakan sakit. Sedikit berbeda dari ubur-ubur, sebenarnya tiram memiliki jantung dan organ dalam kecil. Namun tetap saja, mereka juga tidak memiliki sistem saraf pusat seperti otak.

Ditambah lagi, tiram sendiri dikenal memiliki anatomi tubuh yang intinya dilindungi oleh cangkang keras. Bagian itu yang juga diyakini melindungi mereka dari ancaman kerusakan di lautan.

3. Tikus mol telanjang

Tikus mol telanjang (Pierson Hill/Flickr)

Spesies tikus satu ini adalah hewan pengerat yang diketahui berasal dari Afrika. Terbilang unik, hewan yang bisa bertahan hidup hingga usia 31 tahun ini disebut tahan terhadap kanker. Bukan cuma itu, mereka bahkan disebut tidak merasakan sakit saat disiram asam atau saus pedas.

  Benarkah Berang-berang berperan dalam menekan perubahan iklim?

Satu fakta tak terduga lainnya, ternyata tikus mol telanjang dapat hidup tanpa oksigen hingga setengah jam. Menurut peneliti, ketidakpekaan tikus satu ini terhadap rasa sakit diyakini sebagai hasil dari evolusi.

Dijelaskan bahwa mereka memiliki gen yang bertanggung jawab atas penonaktifan hiperalgesia panas. Gen yang sama juga menyebabkan proses yang dapat menghalangi rasa sakit, pada bagian tubuh yang mengalami luka.

4. Karang

Karang (Tanya Puntti/flickr)

Hingga detik ini, nyatanya masih ada yang menyalahartikan karang sebagai tumbuhan. Padahal, karang adalah hewan hewan klonal yang tersusun atas puluhan atau jutaan individu yang disebut polip.

Karena bagian yang sama, yaitu polip tersebut, karang tidak bisa merasakan sakit. Karena nyatanya, polip tidak memiliki otak sehingga tidak memiliki saraf pusat dan tidak dapat merasakan sakit.

5. Spons dan lili laut

lili laut (Aaron Shirlow/Flickr)

Kedua spesies hewan ini juga sama-sama seling disalahartikan sebagai tumbuhan, padahal keduanya masuk dalam kingdom animalia. Spons laut yang selama ini digambarkan lewat kartun spongebob nyatanya tidak memiliki sistem saraf.

  Ada yang sampai jutaan, 5 hewan ini bisa hasilkan anak berjumlah fantastis sekali bereproduksi

Mereka juga tidak memiliki mata, telinga, atau kemampuan untuk merasakan rasa apapun secara fisik, tidak hanya rasa sakit. Bahkan karena tidak memiliki saraf otak, mereka juga tidak bisa mengontrol gerakan layaknya ubur-ubur.

Sementara itu pada lili laut, hewan ini dari segi fisik kerap dianggap tumbuhan karena memiliki anggota badan berbulu yang nampak seperti tumbuhan. Padahal, lili laut memiliki hubungan yang erat dengan bulu babi.

Lili laut juga tidak memiliki otak sehingga tidak bisa merasakaan apapun termasuk rasa sakit.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya