3 spesies ubur-ubur unik yang ada di dunia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ubur-ubur telur mata sapi (Tasos Kostopoulos/FLickr)

Ubur-ubur merupakan salah satu jenis hewan laut tanpa tulang belakang yang penuh dengan kesan unik. Mulai dari anatomi tubuh hingga cara bergerak, hewan ini menarik karena berbeda dengan jenis hewan lainnya.

Mengutip Rimba Kita, sebenarnya ubur-ubur terbagi menjadi tiga Ordo yaitu Coronatae, Semaeostomeae, dan Rhizostomae. Lalu dalam ketiga ordo tersebut diklasifikasikan kembali berdasarkan famili, genus, dan spesiesnya. Sehingga jika ditotal secara keseluruhan, ubur-ubur yang hidup di dunia ini berjumlah sekitar 200 spesies.

Secara umum, ubur-ubur merupakan hewan tanpa kepala yang sebagian besar hanya didominasi oleh tubuh inti dan tentakel tipis. Namun jika dikenali ragam spesiesnya secara lebih luas, keunikan bentuk ubur-ubur biasa ternyata tidak berhenti sampai di situ.

Ada ragam ubur-ubur di dunia yang memiliki bentuk jauh lebih unik dan tak biasa. Apa saja jenis yang dimaksud? Berikut 3 di antaranya:

1. Telur mata sapi

Dikenal juga dengan nama Fried Egg Jellyfish atau Egg-Yolk Jellies, wujud dari jenis ubur-ubur satu ini memang nampak mirip seperti telur mata sapi. Ubur-ubur ini disebut menghabiskan banyak waktu hidupnya tanpa bergerak.

  7 hewan kanibal yang mampu memangsa sesama spesiesnya

Mereka menjadikan plankton atau ubur-ubur lain yang berukuran lebih kecil sebagai mangsa. Tentakel dari ubur-ubur ini umumnya berwarna ungu tua. Dan sama seperti spesies sejenis pada umumnya, tentakel tersebut juga memiliki sengat.

Meski begitu, sengatan untuk spesies ubur-ubur ini tidak terlalu bahaya bagi manusia atau hewan lain di sekitarnya. Habitat alami spesies satu ini berada di wilayah perairan Samudra Atlantik barat, Mediterania, dan Samudra Pasifik.

2. Surai singa

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Michael Byø (@michaelbyoe)

Memiliki nama ilmiah Cyanea capillata, spesies satu ini merupakan salah satu jenis ubur-ubur terbesar yang ada di dunia. Wujudnya dapat tumbuh hingga mencapai 1-2 meter, atau setara bahkan lebih besar dari seorang manusia.

Perbedaan dapat dilihat dari segi tentakelnya yang tipis dan sesuai namanya menyerupai surai singa. Dengan ukuran sebesar itu, yang perlu diwaspadai adalah kenyataan jika spesies satu ini merupakan salah satu yang paling beracun dan berbahaya.

  Masih sering ditemukan, inilah tikus raksasa dari rimba Flores

Memiliki warna tubuh cokelat kemerahan dengan ratusan tentakel yang disebut berjumlah hingga 1.200 helai. Tentakel tersebut dapat menghasilkan sengatan sebagai bentuk perlindungan diri sekaligus senjata saat memburu mangsa.

Uniknya ubur-ubur surai singa memiliki kemampuan bioluminescent, yakni menghasilkan cahaya sendiri dan bersinar di bawah air yang gelap. Mereka diketahui hidup secara terbatas di wilayah perairan dingin Arktik, Atlantik Utara, Samudra Pasifik utara, serta sedikit wilayah Australia dan Selandia baru.

3. Irukandji

Ubur-ubur terkecil Irukandji (GondwanaGirl/Wikimedia Commons)

Jika sebelumnya ada jenis terbesar sekaligus berbahaya, kali ini ada jenis terkecil namun tak kalah mematikan. Irukandji yang memiliki nama ilmiah Carukia barnesi umumnya memiliki ukuran badan maksimal sebesar 1 sentimeter. Sementara itu untuk tentakelnya jarang tumbuh melebihi 1 meter.

Ungkapan kecil-kecil cabe rawit bisa dibilang cocok untuk diberikan pada spesies satu ini. Pasalnya, racun yang dikeluarkan dipercaya berbahaya 100 kali lipat dari racun kobra. Semakin berbahaya, karena sengatan yang diberikan biasanya tidak menyakitkan. Namun efek yang timbul setelahnya cukup besar di antaranya kram otot, sakit ginjal, rasa terbakar di kulit dan wajah, serta muntah-muntah.

  4 jenis bambu yang sering digunakan untuk konstruksi jembatan

Wujudnya yang kecil dan transparan membuat ubur-ubur ini jadi bahan pertimbangan bagi beberapa orang untuk berenang di habitat mereka. Mengenai penyebaran sendiri mereka disebut bermukim di kawasan laut Australia. Namun, hewan ini juga pernah ditemukan di beberapa wilayah perairan Indonesia tepatnya Bali, dan negara Asia Tenggara lainnya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya