5 ras kucing yang banyak jadi hewan peliharaan di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
ras kucing
Ras kucing Scottish Fold (ahmet sahin/Flickr)

Setiap tanggal 8 Agustus diperingati sebagai Hari Kucing Sedunia (World Cat Day). Pertama kali dirayakan tahun 2002, momen ini awalnya jadi seruan buat melindungi kucing dari berbagai bentuk kekerasan.

Terus relevan, sampai sekarang nyatanya memang masih banyak bentuk kekerasan terhadap kucing yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab. Tapi, gak sedikit juga orang-orang yang punya kepedulian tinggi terhadap hewan satu ini. Bahkan, banyak yang menjadikan kucing sebagai hewan peliharaan yang dianggap setia.

Banyak dijadikan hewan peliharaan, ada berbagai ras kucing yang nyatanya umum dipelihara di Indonesia. Apa aja jenis kucing yang dimaksud? Berikut 5 di antaranya.

1. Anggora

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by El loco de la casa (@cocoloco.cat)

Mustahil ada yang tak mengetahui jenis kucing satu ini. Anggora bisa dibilang sebagai salah satu ras kucing yang paling banyak dipelihara di Indonesia. Ternyata, jenis satu ini diyakini sudah ada sejak abad ke-15.

Mengutip The Cat Fancier’s Association, disebutkan kalau ras anggora aslinya berasal dari pegunungan Ankara di Turki. Ciri khas dari kucing anggora adalah bulunya yang lebat, lembut, dan panjang sampai membuatnya cukup dalam melindungi diri di musim dingin.

Di balik itu, padahal kucing anggora punya tubuh yang sedang-ramping. Anggora punya hidung yang panjang, kepala berbentuk segitiga, dan telinga yang panjang, lebar, juga berbentuk segitiga. Kakinya sendiri cukup panjang dan tinggi, ditambah ekornya juga punya ciri khas bulu yang mengembang.

  Pemerintah akan batasi kunjungan ke TN Komodo, maksimal 200 ribu orang

2. Persia

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Christypaw Persians (@christypawpersians)

Populer kedua setelah anggora, jenis kucing satu ini yang nyatanya sempat membuat ras kucing angora hampir punah. Hal tersebut lantaran di abad ke-19, populasi kucing anggora berkurang di seluruh Eropa karena fokus ke program pengembangbiakkan ras kucing Persia.

Di saat bersamaan, jenis kucing ini juga yang sering disalah anggap sebagai kucing anggora. Padahal kalau diperhatikan secara seksama, keduanya jelas berbeda.

Kucing Persia punya bentuk badan agak berotot, kaki yang pendek, serta ekor yang pendek juga tebal. Sementara itu dari segi bulu, Persia punya dua layer atau lapisan bulu yang terdiri dari lapisan bulu atas dan bawah. Karena itu, mereka yang memelihara ras kucing ini biasanya butuh perawatan khusus dengan sering memandikan atau menyisir bulu kucing Persia.

3. Ras kucing Siam

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by @chanelcoco__thesiamcats

Sesuai namanya, kucing satu ini berasal dari negara Siam, yang saat ini dikenal sebagai Thailand. Kucing ini jadi yang pertama diakui sebagai ras kucing berjenis oriental.

  Populasi bertambah, anak badak sumatra lahir di TN Way Kambas

Sementara itu bicara soal riwayat penyebarannya ke berbagai negara termasuk Eropa, kucing Siam tersebar saat dijadikan hadiah untuk duta besar Britania Raya di Thailand. Sejak saat itu, keberadaannya kian populer di Eropa pada sekitar abad ke-18.

Kucing siam sendiri banyak dikenal dengan sebutan siam apel. Hal tersebut lantaran kucing siam aslinya punya bentuk kepala yang bulat menyerupai apel.

Kucing siam punya tubuh yang ramping, kaki dan ekor yang panjang, serta mata yang umumnya berwarna biru. Bulunya sendiri cenderung pendek dengan pola warna beragam di antaranya titik merah, titik cokelat gelap, titik cokelat tua, titik biru, titik abu-abu, dan titik ungu.

4. Ras kucing Sphynx

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by 🐶 Amanda Kadesh 🐶 (@amandakadeshmonster)

Meski terbilang jarang dan tak biasa, tapi ras kucing satu ini banyak dipelihara oleh kalangan peminat hewan unik. Berbeda dengan kucing pada umumnya, ras kucing Sphynx kalau dilihat sekilas nampak seperti tidak memiliki bulu. Padahal, kalau dilihat seksama terdapat bulu yang memang cenderung sangat pendek dan sedikit.

  Hanjeli, tananan alternatif pengganti beras yang dorong ketahanan pangan

Soal ciri fisik, kucing Sphynx punya tubuh berukuran sedang, tegap, dan perut yang bulat tapi dada yang lebar. Kepalanya berbentuk segitiga dan berukuran lebih panjang, dengan tulang bagian pipi yang menonjol.

Berasal dari Kanada, penyebarannya dapat ditemukan di beberapa negara seperti Kanada, Prancis, Maroko, Meksiko, Rusia, Australia dan Amerika Serikat. Sementara itu di Indonesia, keberadaannya sendiri masuk kategori kucing impor berharga mahal. Di mana satu ekornya bisa mencapai harga puluhan juta.

5. Scottish Fold

Scottish Fold (firstbird/flickr)

Ras kucing satu ini yang belakangan kian populer di Indonesia, karena bentuk tubuhnya yang kecil tapi bisa dibilang menggemaskan. Berasal dari Skotlandia, kucing ini punya keunikan berupa bentuk ujung telinga yang nampak seperti terlipat.

Bicara soal asal-usul penemuannya, kucing Scottish Fold pertama kali ditemukan tahun 1961 di peternakan yang ada di daerah Coupar Angus di Skotlandia.

Ciri khas dari jenis kucing satu ini adalah kepala yang bulat, mata besar dan bulat, hidung yang pesek, serta leher dan kaki yang pendek. Ras kucing satu ini nyatanya ini juga terbagi lagi menjadi dua versi, yakni bulu panjang dan bulu pendek.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya