Anoa, spesies kunci endemik dari Sulawesi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Anoa dataran rendah (Nick & Marie West/Flickr)

Masuk dalam ordo dan spesies sama dengan kerbau yakni Bubalus sp., belum banyak yang tahu jika anoa adalah jenis kerbau terkecil di dunia. Karena ukurannya yang terbilang kecil, anoa kerap disebut sebagai kerbau kerdil atau kerbau cebol.

Dalam spesies Bubalus, diketahui jika hanya tersisa lima spesies keluarga kerbau yang masih hidup di dunia. Di mana dua spesies anoa yang bersifat endemik di Indonesia tepatnya Sulawesi dan saat ini berstatus terancam punah (endangered), termasuk dua di antara dari 5 lima spesies yang dimaksud.

Awalnya tak banyak informasi yang dimiliki dari anoa, karena jika dilihat dari morfologi bentuknya tidak menarik dan hanya serupa kerbau dengan ukuran kecil. Namun berkat penelitian yang dilakukan oleh Abdul Haris Mustari selaku peneliti konservasi Sumber daya Hutan dari KLHK, terungkap bahwa anoa merupakan hewan yang memegang peran penting bagi kelangsungan ekosistem di alam bebas Sulawesi.

1. Dua spesies Anoa

Anoa (Abdul Haris Mustari via Mongabay Indonesia)

Punya banyak nama, tercatat jika setidaknya ada sebanyak 23 nama yang dimiliki oleh anoa di setiap daerah Sulawesi. Mulai dari Bantong di Sulawesi Utara, Lupu di Sulawesi Tengah, Kadue di Sulawesi Tenggara, Soko di Sulawesi Selatan, dan masih banyak lagi.

  Unik! lumba-lumba cicipi urine temannya untuk bisa saling mengenali

Terdapat dua spesies anoa yang asli berasal dari Sulawesi, yakni anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) dan anoa gunung (Bubalus quarlesi).

Anoa dataran rendah memiliki tinggi bahu berkisar antara 70-110 sentimeter, dengan bobot individu dewasa berkisar antara 80-100 kilogram. Sementara itu panjang tanduk dari anoa satu ini dapat umumnya berukuran 20-30 sentimeter, namun ada juga yang mencapai ukuran paling panjang sekitar 35 sentimeter.

Habitat aslinya berasal dari kawasan hutan Tolitoli, Tanjung Peropa, dan Morowali.

Anoa gunung lebih kerdil lagi, tinggi bahunya berada di kisaran 60-70 sentimeter, dengan bobot individu dewasa berkisar antara 50-70 kilogram. panjang tanduknya secara umum juga hanya berada di kisaran 25 sentimeter.

Habitat aslinya banyak ditemukan di Pegunungan Latimojong, Pegunungan Luwu Utara, dan Gunung Gandang Dewata, Mamasa, Sulawesi Barat.

2. Sensitif terhadap manusia

(Abdul Haris Mustari via Mongabay Indonesia)

Anoa dikenal sebagai penghuni hutan sejati, mereka banyak dijumpai di hutan-hutan tropis primer Sulawesi yang jarang didatangi manusia. Mereka juga sangat sensitif terhadap kontak langsung dan gangguan manusia. Karenanya, jika sedikit saja terjadi penebangan liar, perburuan, dan konversi hutan, anoa cenderung peka dan akan segera menjauh.

  Insiden pria ditarik orangutan, setara 8 kali kekuatan manusia dewasa

Masa hidup hewan satu ini dapat mencapai usia 27 tahun. Di mana kematangan dewasa untuk bereproduksi ada di kisaran 3-4 tahun. Individu betina akan melalui masa kehamilan sekitar 275–315 hari.

Anoa termasuk satwa ruminansia browser di mana lebih banyak mememakan dedaunan daripada rerumputan. Bagian tumbuhan yang dimakan anoa, sekitar 79 persennya merupakan daun, dan sekitar 20 persennya mencakup berbagai macam buah-buahan. Di antara spesies kerbau, genus Bubalus anoa adalah spesies yang paling banyak mengonsumsi buah.

3. Anoa endemik punya peran penting

Anoa dataran rendah (Merintia/Flickr)

Merupakan salah satu jenis hewan yang istimewa, karena keberadaan Anoa dalam ekosistem di alam liar Sulawesi memegang tiga peran sekaligus. Yakni spesies kunci (key species), spesies payung, dan spesies bendera (flagship species).

Disebut satwa payung karena sifatnya yang melindungi ragam kehidupan yang ada di sekitar mereka. Pasalnya, anoa merupakan satwa ungulata terestrial terbesar di Sulawesi dan memiliki wilayah jelajah luas. Apabila populasi Anoa terjaga berarti sama dengan menjaga semua spesies satwa dan tumbuhan yang ada di habitatnya.

  Catatan kelam orangutan di masa silam

Hewan ini juga termasuk satwa kunci, karena makanannya terdiri berbagai jenis tumbuhan, baik daun maupun buah. Buah bersama biji yang dimakan Anoa akan tersebar ke seluruh kawasan hutan, tumbuh subur dan terpencar di tempat baru bersama feses yang dikeluarkan.

Di saat bersamaan feses menjadi pupuk alam bagi tumbuhan, viabilitas biji tumbuhan hutan akan tinggi ketika terbuang bersama kotoran hewan tersebut.

Studi Abdul Haris menyebut, jika anoa mengonsumsi lebih dari 146 spesies tumbuhan, termasuk puluhan jenis buah. Banyak jenis tumbuhan yang regenerasi dan pemencaran bijinya tergantung anoa.

Hewan ini juga merupakan spesies bendera, karena keberadaannya sejak lama telah menjadi ikon konservasi serta dapat menarik perhatian publik di Sulawesi, nasional, dan internasional. Anoa telah lama menjadi duta dan maskot konservasi, dan maskot khusus di provinsi Sulawesi Tenggara.

Nama anoa juga digunakan sebagai penamaan untuk berbagai produk kendaraan militer lapis baja yang dibuat oleh perusahaan produksi peralatan pertahanan yakni PINDAD.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya