Bidara, tanaman surga dengan ragam manfaat

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Bidara (Nelindah/Flickr)
Bidara (Nelindah/Flickr)

Bidara atau widara (Ziziphus mauritiana) adalah sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Pohon ini berasal dari Arab, selain itu juga tumbuh di daerah tropis seperti Asia Barat dan di lembah-lembah yang memiliki ketinggian 500 mdpl.

Daun bidara sendiri disebutkan di dalam Alquran sebagai daun Sidr. Di dalam Alquran, daun bidara disebutkan dalam surat Al-Waqiah ayat 27-31 dan surat Saba ayat 16. Karena itu ada beberapa sumber yang menyebutkan jika daun ini salah satu tumbuhan surga yang ada di dunia.

Lalu bagaimana cerita tentang tanaman surga ini? Apa juga manfaat dari daun ini untuk kesehatan? Berikut uraiannya:

1. Bidara tanaman dari surga

Buah bidara (Ezani Zainal/Flickr)
Buah bidara (Ezani Zainal/Flickr)

Bidara adalah salah satu tanaman yang memiliki banyak keistimewaan dan sangat populer dalam pengobatan herbal pada saat ini. Jenis pohon yang biasanya tumbuh di tempat yang kering ini selain buahnya dapat dikonsumsi, ternyata pohon bidara mempunyai banyak sekali manfaat.

Bagi umat Islam tanaman ini bukan sembarang tanaman. Tanaman ini juga disebut sebagai tanaman penghuni surga. Bahkan namanya tercantum dalam Kitab Suci Alquran di beberapa surat, salah satunya yang ada di dalam surat Al-Waqi’ah:

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu (27). Berada di antara pohon bidara yang berduri (28), dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya) (29).” (Q.S Al-Waqi’ah: 27:29).

  Peran Mangrove yang membentuk perabadan bangsa Nusantara

Selain disebutkan di dalam Al-Qur’an juga terdapat anjuran penggunanya di dalam hadist. Dia digunakan dalam berbagai prosesi ibadah, misalnya daunnya disunnahkan untuk digunakan ketika mandi wajib bagi wanita yang baru suci daripada haid.

Juga ketika memandikan jenazah dan menghilangkan najis dari tubuh mayat, jenazah disarankan dimandikan dengan air yang dicampur daun bidara. Daun bidara juga kadang kala digunakan dalam proses ruqyah untuk mengobati orang yang kesurupan.

2. Mengenal pohon bidara

Bidara (Forest and Kim Starr/Flickr)
Bidara (Forest and Kim Starr/Flickr)

Bidara merupakan tanaman yang tumbuh subur di Indonesia. Daunnya yang berasal dari pohon perdu atau pohon kecil, biasanya bengkok. Tinggi hingga 15 meter dan batang hingga 40 sentimeter. Cabang-cabang menyebar dan acap menjuntai, dengan ranting-ranting tumbuh simpang siur dan berambut pendek. 

Bidara juga memiliki nama latin ziziphus mauritiana ini cepat tumbuh, berduri, dan membentuk semak yang dapat berubah secara subur dan menyebarkan benih di area yang luas dengan menggunakan vektor mamalia dan unggas. Selain itu, pohon ini juga memiliki daun yang lebat serta berwarna hijau.

  Dipanggil anggrek hantu, tumbuhan ini lebih suka lingkungan yang gelap

Batang pohon bidara asli banyak duri yang sangat tajam dibandingkan dengan pohon bidara apel india yang nyaris tidak ada duri yang menempel di bagian tersebut. Buah pohon bidara arab atau asli memiliki diameter kurang lebih 2 cm dan untuk pohon bidara apel india lebih lonjong dan lebar.

Pohon bidara merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat untuk penyembuhan dalam kesehatan maupun dalam hal kecantikan. Pohon ini memiliki banyak cabang dan kayunya yang berduri. Pohon bidara dalam aspek daun, buah, maupun akarnya memiliki khasiat masing-masing.

Bidara diperkirakan memiliki asal usul dari Asia Tengah, dan menyebar alami di wilayah yang luas mulai dari Aljazair, Tunisia, Libia, Mesir, Uganda, dan Kenya di Afrika, Afganistan, Pakistan, India Utara, Nepal, Bangladesh, Tiongkok Selatan, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya, Indonesia, hingga Australia.

3. Manfaat dari bidara

Bidara (tree-nation.com/Flickr)
Bidara (tree-nation.com/Flickr)

Tanaman bidara memang sudah lama digunakan sebagai obat herbal. Hal ini karena salah satu tanaman penghuni surga tersebut mengandung senyawa alami yang memunculkan manfaat kesehatan yang beragam. Mulai dari melancarkan pencernaan, membangun imunitas, hingga bersifat antioksidan.

  Di balik keindahannya, burung endemik Papua Nugini ini ternyata beracun!

Daun-daunnya yang muda dapat dijadikan sayuran. Daunnya yang tua untuk pakan ternak, rebusan daunnya diminum sebagai jamu. Daun-daun ini seperti sabun apabila diremas dengan air, dan digunakan untuk memandikan orang yang sakit dan demam.

Daun-daunnya juga dipercaya memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan seperti menjaga kesehatan jantung, mempercepat penyembuhan luka, menurunkan kolesterol, memperbaiki sistem pencernaan, menurunkan risiko diabetes, mengatasi wasir, mengatasi jerawat, menurunkan berat badan, hingga merawat rambut. 

Di Jawa, kulit kayu ini digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, dan di Malaysia, kulit kayu yang dihaluskan dipakai sebagai obat sakit perut. Kulit kayu bidara diyakini memiliki khasiat sebagai tonikum, meski tidak terlalu kuat dan dianjurkan untuk penyakit lambung dan usus.

Kulit kayu dan buah bidara juga menghasilkan bahan pewarna. Bahan-bahan ini menghasilkan tanin dan pewarna cokelat kemerahan atau keabuan dalam air. Di India, pohon bidara juga digunakan dalam pemeliharaan kutu lak; ranting-rantingnya yang terbungkus kotoran kutu lak itu dipanen utuk menghasilkan sirlak (shellac).

Artikel Terkait

Artikel Lainnya