Dianggap punah 1 abad lalu, kura-kura raksasa ditemukan di Pulau Galapagos

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Kura-kura (Manuel Barroso/Flickr)

Para ilmuwan menemukan kura-kura raksasa Galapagos yang dianggap sudah punah 100 tahun lalu. Hal tersebut terjadi saat para ilmuwan melakukan ekspedisi di Pulau Fernandina, Kepulauan Galapagos.

Diketahui bahwa penampakan terakhir spesies kura-kura tersebut adalah pada tahun 1906. Kala itu, para ilmuwan dari California Academy of Science yang berlayar ke Kepulauan Galapagos untuk melakukan survei flora dan fauna, menemukan spesimen kura-kura jantan Chelonoidis phantasticus.

Lalu bagaimana cerita penemuan kura-kura raksasa ini? Apa juga yang menyebabkan hewan ini “kembali” dari kepunahan? Berikut uraiannya:

1. Kura-kura raksasa

Kura-kura (Sue Milks/Flickr)

Spesies kura-kura raksasa Pulau Fernandina diperkirakan punah sejak 100 tahun lalu. Namun kabar gembira datang dari peneliti yang mengungkapkan bahwa spesies tersebut  ternyata ditemukan masih hidup di Pulau Fernandina, Galapagos yang merupakan habitatnya.

Penemuan ini menandai pertama kalinya para ilmuwan menemukan spesies kura-kura Pulau Fernandina (Chelonoidis phatasticus) dalam kurun waktu lebih dari satu abad.

Melansir dari New Scientis, Sabtu (11/06/2022) yang dimuat Kompas, ahli biologi menemukan kura-kura yang kemudian diberi nama Fernanda itu terdapat di pulau paling barat di Kepulauan Galapagos pada tahun 2019. 

  Indonesia alami ancaman kepunahan burung tertinggi di dunia

Spesies ini berjenis kelamin betina dan merupakan kura-kura kedua yang ditemukan di pulau itu setelah sebelumnya seekor jantan juga ditemukan pula di sana pada tahun 1906.

Awalnya para peneliti menyangsikan bahwa Fernanda merupakan spesies kura-kura raksasa Pulau Fernandina. Karena bisa saja hewan ini dipindahkan dari pulau terdekat oleh manusia atau terbawa ketika terjadi badai.

Apalagi dalam laporan itu, Fernanda juga tak memiliki ciri khas cangkang berbentuk punggung pelana seperti milik kura-kura jantan yang ditemukan sebelumnya.

Karena itu, untuk menentukan spesies kura-kura itu, Stephen Gaughran dari Universitas Princeton di New Jersey bersama rekan-rekannya kemudian membandingkan DNA nya dengan 13 spesies kura-kura raksasa Galapagos lain yang diketahui.

2. Bukti masih hidup

Kura-kura (Jose Luiz Fernandez/Flickr)

Kabar gembira kemudian datang setelah hasil analisis mengungkap bahwa DNA Fernanda sangat berbeda dengan spesies kura-kura raksasa Galapagos lainnya. Hasil ini pun sekaligus menunjukan Fernanda sebagai satu-satunya kura-kura raksasa Pulau Fernandina yang masih hidup.

Para peneliti sendiri berharap masih ada kura-kura Pulau Fernandina lain yang bertahan hidup di pulau tersebut. Peneliti telah menunjukkan bukti kotorannya, namun pulau vulkanik tak berpenghuni ini sulit diakses, membuat pencarian kura-kura yang masih hidup menjadi sebuah tantangan.

  India akhirnya memiliki cheetah kembali setelah punah 70 tahun silam

“Harapan kami adalah masih ada beberapa kura-kura lain di pulau itu. Tetapi kemungkinan besar jumlahnya tak banyak,” ungkap Gaughran.

Bila para peneliti berhasil menemukan pejantan yang lain, kura-kura Pulau Fernadina pun mungkin saja bisa berkembang biak kembali dan selamat dari ambang kepunahan. Hewan ini diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun, namun bisa hidup hingga 200 tahun.

Hal ini menjadi kabar positif karena para ilmuwan akan mendapatkan waktu untuk menemukan pasangan yang cocok untuknya. Sampai saat ini Fernanda berada dalam pengawasan para ahli di Galapagos Tortoise Center yang dikelola Direktorat Taman Nasional Galapagos.

3. Pernah disangka punah

Kura-kura (Evangelina Laura/Flickr)

Diketahui bahwa penampakan terakhir spesies kura-kura tersebut adalah pada tahun 1906. Kala itu, para ilmuwan dari California Academy of Sciences, yang berlayar ke Kepulauan Galapagos untuk melakukan survei flora dan fauna, menangkap spesimen kura-kura jantan Chelonodis phantatiscus.

 “Universitas Yale mengungkapkan hasil studi genetik dan perbandingan DNA masing-masing yang dibuat dengan spesimen yang diekstraksi pada tahun 1906,” kata Galapagos Park dalam sebuah pernyataan.

  Dikenal pemalas, ini 3 spesies kuskus endemik Sulawesi

Kepulauan Galapagos menjadi dasar teori evolusi spesies Charles Darwin pada abad ke 19 dan merupakan rumah bagi jenis kura-kura bersama dengan flamingo, boobies, albatros, dan burung kormoran. pulau tersebut juga memiliki sejumlah flora dan fauna yang berstatus diambang kepunahan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya