Ini 4 spesies ular yang bisa bergerak cepat di air

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Ilustrasi ular air (Bonnie Ott/Flickr)

Ular selama ini dikenal sebagai salah satu jenis hewan melata yang sangat dihindari. Bukan hanya karena gigitan bisanya, pada spesies yang tidak berbisa ular pun tetap berbahaya karena dapat memberi gigitan jika terancam, terlebih jika ular tersebut dapat bergerak cepat.

Dikenal melakukan pergerakan dengan merayap, selama ini kecepatan bergerak ular berada di kisaran 11-15 kilometer per jam. Tapi di samping itu, nyatanya ada spesies ular tertentu yang dapat bergerak dengan cepat. Secara spesifik, pergerakan ular secara cepat yang dimaksud nyatanya dapat dijumpai di air. Tak tanggung-tanggung kecepatannya  bahkan ada yang mencapai 40 kilometer per jam!

Spesies ular apa saja yang mampu bergerak dengan cepat di air? Berikut 4 di antaranya:

1. Ular laut perut kuning (yellow-bellied seasnake)

Ular laut perut kuning (335semi/flickr)

Ini dia spesies yang memegang rekor sebagai spesies ular dengan pergerakan tercepat di air. Kecepatan gerak yang dimiliki ular ini bisa mencapai kisaran 40 kilometer per jam. Tak heran, jika mereka sangat mudah berburu mangsa berupa ikan kecil.

  Kekuatan capitan kepiting kelapa yang setara dengan terkaman singa

Fakta lainnya, selain punya kecepatan tinggi ular lau perut kuning juga berbisa. Karena itu, bagi mereka yang sewaktu-waktu melihat ular jenis ini di lautan jangan sampai mendekat dan menjauh secepat mungkin.

Sesuai namanya, spesies satu ini memiliki corak khas berupa warna hitam di bagian atas dan warna kuning di bagian bawah. Spesies yang memiliki nama ilmiah Hydrophis platurus ini memiliki habitat alami di Samudra Pasifik hingga Samudra Hindia.

2. Ular mulut kapas (cottonmouth viper)

Ular mulut kapas (Dennis Church/flickr)

Sebenarnya spesies satu ini tidak dijumpai di Indonesia. Habitat aslinya berada di kawasan Amerika Utara dan Selatan, terutama wilayah hutan Amazon. Yang perlu juga dipahami, ular satu ini juga cukup berbisa.

Cottonmouth viper dikenal dengan bentuk tubuh yang ramping dan memiliki kecepatan tinggi, dengan warna kulit hijau gelap atau kecoklatan. Spesies satu ini dapat bergerak di dalam air dengan kecepatan sekitar 11,5 mil per jam atau sekitar 18 km per jam.

Fakta lainnya, ulat mulut kapas juga menjadi salah satu spesies ular paling berbisa. Meski begitu, disebutkan jika mereka hanya menyerang  musuh atau manusia jika merasa terancam atau saat terprovokasi.

  Tangkap buaya seberat 1 ton dengan tali, sosok warga Buton ini dipuji media asing

3. Ular laut belcher

ular bergerak cepat
Ular laut belcher (dangeroussnakes2012/flickr)

Bukan hanya dapat bergerak cepat, nyatanya spesies satu ini juga digadang-gadang sebagai ular laut paling berbisa di dunia. Karakteristik paling utama, mereka biasa menghabiskan banyak waktu di air, dan memiliki ekor mirip sirip sehingga membantu saat berenang.

Ekor sirip itu lah yang membuat merek abisa bergerak dengan cepat, yakni dengan kecepatan mencapai 12 mil per jam atau 19 kilometer per jam.

Mengenai ciri tubuhnya, ular laut belcher dapat tumbuh sekitar satu meter ketika dewasa. Merek memiliki corak belang hitam, putih, atau kuning muda. Sementara mengenai habitat, spesies satu ini dapat dijumpai di wilayah perairan Samudra Hindia hingga perairan Australia.

4. Anaconda, termasuk ular bergerak cepat

Anaconda (lxaj/flickr)

Spesies ular satu ini tak perlu ditanya lagi, secara umum Anacona pasti diketahui olah hampir sebagian besar orang. Meski memiliki ukuran tubuh yang terbilang besar, namun hal tersebut tidak menghalangi pergerakan Anaconda yang terbilang cepat.

Anaconda mampu bergerak hingga kecepetan 10 mil per jam atau 16 kilometer per jam ketika berada di air. Sementara saat di darat, kemampuan geraknya memang lebih lambat menjadi 5 mil per jam atau 8 kilometer per jam.

  Banyak ditemukan di permukiman, benarkah ular pucuk tidak berbahaya?

Endemik Amerika Selatan, ular jenis ini banyak ditemui di kawasan hutan Amazon. Mereka juga tak segan memangsa hewan lain yang berukuran cukup besar seperti domba, anjing, babi hutan, rusa, atau apapun yang bisa mereka tangkap dan telan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya